Kontribusi Bimbingan Konseling Dalam Pengembangan Diri

0
115
Hamdani-Guru BK SMAN 2 Kota Jambi

Oleh : Hamdani

Jambipos-Pengembangan Diri(PD),merupakan kegiatan pendidikan diluar mata pelajaran. Kegiatan ini, bagian integral dari kurikulum sekolah. Upaya pembentukan watak dan kepribadian,serta pengembangan bakat,minat dan keunikan diri dari peserta didik,adalah tujuan dari kegiatan ini. Belakangan, Bimbingan Konseling  juga  ‘berkontribusi’  didalam upaya memaksimalkan  program Pengembangan Diri  tersebut. Untuk mengetahui sekilas, Pengembangan Diri melalui layanan Bimbingan Konseling tersebut, berikut dipaparkan penulis dari berbagai sumber yang relevan.

Action kegiatan Pengembangan Diri melalui BK ini, dilaksanakan melalui tiga kegiatan yakni, 1. Kegiatan pelayanan Bimbingan Konseling yang dilaksanakan secara terjadwal dua jam di dalam kelas dan di ruang konseling, serta palayanan  yang bersifat insidentil kepada peserta didik, berkenaan dengan  masalah diri pribadi, kehidupan sosial,kegiatan belajar, dan berkaitan dengan kegiatan pengembangan karier.

2.Kegiatan ekstra kurikuler yang dilaksanakan secara terjadwal, diluar kelas oleh guru-guru Pembina ekstra kurikuler, dikoordinir oleh wakil kepala sekolah bagian kesiswaan. Peran konselor  dalam hal ini adalah sebagai Need Assesment dan  wadah untuk memberikan pembinaan, mengenai pengembangan  potensi peserta didik, pelayanan konsultasi serta membantu mengatasi permasalahan-permasalahan yang mungkin timbul dalam permasalahan tersebut.

3.Kegiatan pembiasaan  yang  ditumbuhkan melalui kegiatan rutin, spontan, dan keteladanan  yang baik didalam kelas maupun diluar kelas. Sedangkan  pembiasaan melalui kegiatan terprogram   dilaksanakan secara bertahap, disesuaikan dengan kalender pendidikan. Untuk mendukung keterlaksanaan program ini, semua guru berpartisipasi aktif dalam membentuk watak, kepribadian dan kebiasaan positif peserta didik. Peran konselor dalam hal ini memberikan bimbingan konseling,terhadap arah pengembangan kebiasaan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari dan sekaligus mengkoordinir penilaian perilaku mereka melalui pengamatan guru-guru terkait.

Untuk Satuan Pendidikan Kejuruan (SMK), kegiatan pengembangan diri, khususnya disesi pelayanan bimbingan konseling,  ditujukan untuk pengembangan kreativitas dan karier peserta didik. Sementara untuk Satuan Pendidikan Khusus, pelayanan bimbingan konseling menekankan disektor peningkatan kecakapan hidup, sesuai dengan kebutuhan khusus dari peserta didik masing-masing.

Kegiatan Pengembangan Diri ini, memiliki tujuan umum dan tujuan khusus. Secara umum, Pengembanan Diri bertujuan, untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan  kebutuhan, potensi, bakat, minat,dan perkembangan peserta didik, dengan memperhatikan kondisi sekolah.

Sedangkan secara khusus, Pengembangan Diri bertujuan untuk menunjang pendidikan  bagi peserta didik  dalam upaya mengembangkan  bakat, minat, kreativitas, kompetensi dan kebiasaan dalam kehidupan, kemandirian, kemampuan kehidupan keagamaan, kemampuan sosial, kemampuan  belajar, wawasan dan perencanaan karier, serta kemampuan didalam pemecahan sebuah permasalahan.

Ruang lingkup pengembanan diri, sesuai  Peraturan Menteri (Permen) Pendidikan No.22, tentang Standar Isi, di dalamnya antara lain memuat struktur kurikulum yang merupakan  pola dan susunan program pendidikan di sekolah. Program pendidikan pada semua jenjang dan jalur pendidikan, terdiri dari tiga kelompok, yakni Kelompok Muatan Lokal (Mulok) dan Kelompok Pengembangan Diri. Kelompok Pengembanan Diri (PD) ini mencakup di dalamnya adalah melalui Bimbingan Konseling dan Kegiatan Eskul.

Kontribusi Bimbingan Konseling sendiri didalam upaya menunjang  dan turut  memaksimalkan kegiatan Pengembangan Diri(PD) tersebut adalah, melalui pemberian  bantuan kepada  peserta didik baik secara perorangan, kelompok, agar mampu  mandiri dan berkembang secara optimal, dalam bidang pengembangan kehidupan pribadi,kehidupan sosial,kemampuan belajar,dan perencanaan karier,lewat  berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung, berdasarkan norma-norma yang berlaku.

Tidak hanya itu, BK juga memiliki paradigma,visi dan misi, lewat pelayanan bantuan psyko-pendidikan dalam bingkai budaya.Artinya,pelayanan bimbingan konseling berdasarkan kaidah-kaidah ilmu dan teknologi pendidikan serta psykologi,yang dikemas dalam kaji terapan pelayanan konseling, yang diwarnai oleh budaya lingkungan peserta didik.

Sementara visi pelayanan konseling adalah, terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang membahagiakan melalui tersedianya pelayanan bantuan dalam pemberian dukungan  perkembangan dan pengentasan masalah, agar peserta didik berkembang secara optimal, mandiri dan bahagia. Sedangkan misi Bimbingan Konseling ada tiga yaitu,misi pendidikan,misi pengembangan dan misi pengentasan masalah.

Disektor pendidikan, BK memiliki misi,mempasilitasi pengembangan peserta didik melalui pembentukan perilaku efektif-normatif, dalam kehidupan keseharian dan masa depan. Disektor pengembangan, BK memiliki misi, mempasilitasi pengembangan potensi dan kompetensi peserta didik  didalam lingkungan sekolah,keluarga dan masyarakat.Dalam hal tersebut, BK juga turut  membantu mempasilitasi dalam hal  pengentasan masalah  yang dialami oleh peserta  didik, mengacu pada kehidupan efektif sehari-hari.

Dalam operasionalnya,BK juga memiliki prinsip dan asas konseling. Prinsip-prinsip konseling berkenaan  dengan sasaran layanan,permasalahan yang dialami peserta didik,program pelayanan, serta tujuan  dan pelaksanaan pelayanan. Sedangkan asas-asas konseling meliputi, asas kerahasiaan,kesukarelaan,keterpaduan,kenormatifan,keahlian,alih tangan kasus dan Tut wuri hanyani.

Melalui kontribusi dan peran Bimbingan Konseling (BK), kegiatan  Pengembangan Diri (PD),yang endingnya sama-sama bertujuan memberikan bantuan  dalam pengembangan kehidupan pribadi, belajar, sosial,karier, dan upaya pembentukan watak,kepribadian serta mengembangkan bakat,minat dari keunikan diri peserta didik, disatuan pendidikan masing-masing di Indonesia itu,kedepannya diharapkan   selain bisa berjalan dengan baik, juga  diharapkan dapat memberikan  hasil yang  optimal, dalam konteks meningkatkan kemampuan  dan kecerdasan anak negeri . Semoga.(JP-Penulis Adalah Guru BK SMAN 2 Kota Jambi).

LEAVE A REPLY