BPN Prabowo-Sandi Temukan 17,5 Juta Data Pemilih Tidak Wajar

0
45
Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo (kedua kanan) memberikan keterangan pers sesuai menyerahkan temuan 17,5 juta data pemilih yang tidak wajar ke KPU di Kantor KPU, Jalam Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin, 11 Maret 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Yustinus Patris Paat )

Selain menemukan data tidak wajar, kata Riza, BPN juga menemukan data pemilih invalid, pemilih manipulatif dan data pemilih ganda. Hashim mengaku senang dengan respon KPU yang rencananya akan menindaklanjuti temuan BPN atas DPT tidak wajar tersebut.

Jambipos, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menemukan 17,5 juta data pemilih 2019 yang tidak wajar. Dikatakan tidak wajar karena data pemilih tersebut rata-rata lahir pada tanggal dan bulan yang sama.

Direktur Komunikasi dan Media BPN, Hashim Djojohadikusumo mengatakan 17,5 juta pemilih tidak wajar diperoleh dari hasil verifikasi dan investigasi terhadap daftar pemilih tetap hasil perbaikan (DPTHP) kedua yang ditetapkan pada 15 Desember 2018. Dalam proses verifikasi tersebut, kata Hasyim, BPN telah melakukan empat kali pertemuan dengan KPU.

“Menurut kami BPN, tim IT kami masih ada masalah sejumlah nama kurang lebih 17,5 juta nama (data pemilih tidak wajar), ya itu minimal. Itu namanya dianggap ganda bisa juga dinilai invalid,” ujar Hashim seusai menyerahkan data pemilih yang tidak wajar ke KPU di Kantor KPU, Jalam Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dalam penyerahan DPT tidak wajar tersebut, Hashim didamping oleh Wakil Ketua BPN Hinja Panjaitan, Jubir BPN Ahmad Riza Patria dan Juru Bicara Direktorat Advokasi BPN Habiburokhman. Laporan tersebut langsung diterima oleh Ketua KPU, Arief Budiman.

Hashim mengatakan pihaknya sebenarnya prihatin dengan keutuhan dan integritas DPT Pemilu 2019. Namun, Hashim mengaku senang dengan respon KPU yang rencananya akan menindaklanjuti temuan BPN atas DPT tidak wajar tersebut.

“Kami berbahagia, dari KPU ada tanggapan cukup positif ya nanti kami akan diberikan waktu untuk mengadakan bukan coklit tapi pengecekan lapangan bersama secara random, kita akan cek beberapa hal nanti, kami akan laporkan lagi kepada kawan-kawan media,” tutur Hashim.

Sementara Jubir BPN Ahmad Riza Patria menjelaskan bahwa 17,5 juta data pemilih ini terkonsentrasi lahir pada tanggal 1 Juli, 31 Desember dan 1 Januari. Jumlah pemilih yang lahir 1 Juli sebanyak 9,8 juta, pemilih yang lahir 31 Desember sebanyak 5,4 juta dan pemilih yang lahir 1 Januari sebanyak 2,3 juta.

“Ini tadi sudah kami pertanyakan kepada KPU. Menurut KPU, data ini ini lah yang diterima dari dukcapil Kemendagri. Nanti kami cari waktu untuk temui dukcapil Kemendagri untuk minta klarifikasi terhadap data yang kami anggap tidak wajar,” kata Riza.

Selain menemukan data tidak wajar, kata Riza, BPN juga menemukan data pemilih invalid, pemilih manipulatif dan data pemilih ganda. BPN dan KPU, lanjut Riza sudah sepakat akan melakukan pengecekan bersama ke lapangan terhadap data-data pemilih yang bermasalah tersebut.

“Hari ini kami akan menetapkan sampling titik-titik daerah mana yang akan ditelusuri di bawah nanti. Seminggu ke depan kita akan sama-sama turun ke bawah untuk memastikan validitas data-data tersebut. Apalagi KPU janji akan revisi dan perbaiki. Kami harap semua masyarakat sama-sama kawal dan pastikan agar DPT bersih, nggak ada manipulasi ganda dan kesalahan lain sehingga pemilu berkualitas,” pungkas Riza.

Berikut Rincian Temuan BPN terhadap DPT Bermasalah:

DPT tidak wajar sebanyak 17.553.708, terdiri dari:
– Pemilih bertanggal lahir 1 Juli sebanyak 9.817.003
– Pemilih bertanggal lahir 31 Desember sebanyak 5.377.401
– Pemilih bertanggal lahir 1 Junuari sebanyak 2.359.304

Pemilih berusia di atas 90 tahun sebanyak 304.782, terdiri dari:
Pemilih berusia di bawah 17 tahun sebanyak 20.475
Data KK manipulatif di Banyuwangi sebanyak 41.555 KK

Data pemilih valid di 5 provinsi di Pulau Jawa sebanyak 18.831.149, terdiri dari:
– Jawa Timur sebanyak 5.372.181
– Jawa Tengah sebanyak 3.831.465
– Jawa Barat sebanyak 7.186.845
– Banten sebanyak 1.419.512
– DKI Jakarta sebanyak 1.021.146

Data pemilih ganda di 5 provinsi di Pulau Jawa sebanyak 6.169.895, terdiri dari:
– Jawa Timur sebanyak 2.271.844
– Jawa Tengah sebanyak 1.904.310
– Jawa Barat sebanyak 1.863.304
– Banten sebanyak 388.330
– DKI Jakarta sebanyak 130.437

Lihat video:

Sumber: Beritasatu.com

LEAVE A REPLY