Kementerian PUPR Perluas Penggunaan Aspal Karet

0
48
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, meninjau pengunaan dana desa di Desa Sidoluhur, Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman, Senin, 10 Oktober 2016. Dana desa tahun 2016 digunakan untuk pengerasan dan pengaspalan jalan sepanjang 500 meter dengan lebar sekitar 4 meter. ( Foto: Istimewa/PR )

Jambipos, Sumsel- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperluas penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan nasional di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Joko Widodo saat bersilaturahmi dengan Para Petani Karet se-Provinsi Sumatra Selatan, di Kabupaten Musi Banyuasin, Sabtu (9/3/2019) lalu.

“Pak Menteri (PUPR) sekarang mengaspal jalan itu jangan pakai hanya aspal, campur dengan karet. Sudah dicoba di Sumsel, Riau, dan Jambi dan hasilnya bagus,” kata Presiden Jokowi beberapa hari lalu.

Harga karet dunia mengalami penurunan dan saat ini sekitar Rp 5.000/kg. Untuk meningkatkan harga karet petani, pemerintah memperluas penggunaan karet petani diantaranya menjadi bahan campuran aspal atau aspal karet.

Indonesia, Thailand dan Malaysia sebagai negara penghasil karet terbesar dunia juga telah menyepakati untuk memperbesar penggunaan karet di dalam negeri untuk mencegah penurunan harga yang lebih dalam.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/3/2019), mengatakan, akan mempeluas penggunaan aspal karet dalam penanganan jalan nasional.

Pada tahun 2019 ditargetkan 93,66 km jalan nasional akan menggunakan aspal karet sebanyak 2.542 ton, dimana dengan asumsi penggunaan karet 7% terhadap aspal maka jumlah karet yang terserap sebanyak 177,95 ton.

Keunggulan penggunaan karet alam pada campuran beraspal panas untuk perkerasan jalan diantaranya meningkatkan campuran aspal, ketahanan retak, dan ketahanan terhadap deformasi alur.

“Aspal karet memiliki tingkat perkerasan lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda pada saat aspal basah, dan daya tahan lebih tinggi dibanding aspal biasa,” kata Basuki.

Kementerian PUPR melalui Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan (Pusjatan), Balitbang telah mengembangkan tiga teknologi aspal karet yakni aspal karet alam cair (lateks), aspal karet alam padat (masterbatch) dan aspal serbuk alam teraktivasi (askat).

Ketiga teknologi tersebut telah diuji coba, yakni lateks di ruas jalan Ciawi-Sukabumi, masterbatch di ruas jalan bogor-Parung dan
Askat di ruas jalan Batas Karawang-Batas Cikampek.

Di Sumatera Selatan pada tahun 2018, Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V Palembang, Ditjen Bina Marga juga telah melakukan uji coba aspal karet di ruas jalan Muara Beliti – Tebing Tinggi – Lahat, Sumatera Selatan sepanjang 4,37 km dari total panjang ruas 183 Km dengan anggaran sebesar Rp 30,55 miliar.

Kementerian PUPR pada tahun 2019 telah memprogramkan pembelian bahan olahan karet rakyat (Bokar). Diantaranya di Provinsi Palembang direncakanan sebanyak 1.096 ton dari 13.300 petani dengan harga Rp 8.500 per kg. Hingga awal Maret 2019 telah terealisasi sebanyak 170 ton dari 1.578 petani dengan kisaran harga antara Rp 7.700-Rp 11.100 per kg.

Di Provinsi Jambi direncanakan sebanyak 586 ton dari 7.700 petani dengan harga Rp 8.500 per kg dan sudah terealisasi 24,55 ton dari 205 petani seharga Rp 9.000-Rp 9.500 per kg. Kemudian di Provinsi Lampung ditargetkan sebanyak 835 ton dari 11.000 petani dengan harga Rp 8.500 per kg baru terealisasi sebanyak 20 ton dari 139 petani.(*)

Sumber: BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY