Aliansi Masyarakat Kota Jambi Tolak Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang Kota Jambi

0
114
Undangan Terbuka.

Jambipos, Jambi-Berdasarkan hasil rapat kordinasi gerakan Aliansi Masyarakat Kota Jambi menggugat  tarif air bersih PDAM Tirta Mayang Kota Jambi yang naik 100 persen. Aksi unjukrasa yang dilakukan Rabu (13/3/2019) ada tiga titik yakni di Gedung DPRD Kota Jambi, Kantor Walikota Jambi dan Kantor PDAM Tirta Mayang Kota Jambi.

Siswa Ghandi selaku Ketua Kordinator Aliansi Masyarakat Kota Jambi kepada wartawan mengatakan, massa Aliansi Masyarakat Kota Jambi telah sepakat melakukan long march pada Rabu pagi sekitar Pukul 09:00 Wib hingga selesai. Titik kumpul massa telah disepakati pada bundaran Tugu Keris Siginjai dan di akhiri di halaman Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Disebutkan, mengenai rute long march pagi berawal dari bundaran Keris Siginjai, kemudian Kecamatan Kotabaru, Kelurahan Beringin, Thehok, Talang Banjar, Pasar Jambi, Broni, Telanaipura dan berakhir di depan Rumah Dinas Wali Kota Jambi H Syarif Fasha.

Baca: Membongkar Tipu Muslihat PDAM Tirta Mayang Jambi

“Gerakan alainsi masyarakat Kota Jambi merupakan gerakan sosialisasi menghimbau kepada masyarakat Kota Jambi dan seluruh pelanggan PDAM untuk ikut bersama-sama berjuang dan mendesak Pemerintah Kota Jambi agar menurunkan tarif PDAM. Kita sama rasakan saat ini yang sangat terkesan memeras rakyat,” kata Ghandi.

Disebutkan, undangan resmi secara terbuka kepada seluruh masyarakat Pelanggan PDAM Tirta Mayang Kota Jambi untuk hadir pada aksi damai  pada tanggal 18 Maret 2019 akan dating. Dengan tuntutan yang sama adalah turunkan tarif PDAM Jambi yang mencekik masyarakat Kota Jambi. “Kita berharap kepada masyarakat mari kita sama-sama berjuang demi untuk kepentingan kita bersama,” katanya.

RSUD Raden Mattaher Protes

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah Raden Matther Jambi, Dr Iwan melakukan aksi protes terhadap tagihan air di rumah sakit itu yang mencapai Rp 400 Juta. Bahkan RSUD RM Jambi sebelumnya membayar hanya membayar tariff PDAM Jambi sebanyak Rp 70 Jutaan kini bengkak hingga Rp 400 Jutaan.

Menurut Dr Iwan, kenaikan PDAM Jambi hingga 400% ini menjadi persoalan serius bagi RSUD RM Jmabi, karena Rumah sakit adalah bagian social, jelasnya bukan merupakan kelas bisnis ini merupakan kepentingan masyarakat Jambi sendiri.

Baca: Kisruh Tarif PDAM Akan Terus Berlanjut

“Harapan saya ini harus dipilah-pilah, mana yang komersil mana yang social, mana yang niaga. Inikan menyangkut sosial, tidak mungkin harus dihitung niaga. Bisa habis anggaran kita hanya untuk bayar PDAM Jambi saja. Karena ini bukan rumah sakit swasta, namun rumah sakit milik pemerintah,” katanya.

“Nanti saya akan surati Pak Gubernur Jambi dan Wali Kota Jambi karena ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Rumah sakit ini katagorinya social, jangan dibuat seperti niaga bisnis,” katanya. (JP-Lee)

LEAVE A REPLY