Kisah Bomber Sibolga:NII, ISIS, Hingga Dua Janda

0
78
Tersangka tindak pidana terorisme Husein alias Abu Hamzah (kanan) ditangkap polisi di Kota Sibolga, Sumut, 12 Maret 2019, seperti dalam tangkapan layar rekaman video amatir ini. ( Foto: Istimewa )

Husain alias Abu Hamzah sudah merekrut sejumlah orang yang siap melakukan bom bunuh diri.

Jambipos, Jakarta- Husain alias Abu Hamzah (AH) yang dibekuk Densus 88/Antiteror adalah sosok manusia resah yang selalu mencari jalan yang dia yakini bisa membawa ke surga. Sebelum terpapar ISIS, bomber asal Sibolga itu adalah sosok yang selalu dahaga akan agama.

Hal ini ini dikatakan sumber di Mabes Polri yang tahu soal ini. Menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya itu, Husain adalah jiwa yang selalu tak puas dan mencari-cari jalan untuk selamat di dunia dan akhirat

“Awalnya dia ini ikut dan aktif di sebuah tarekat lalu kemudian dia pindah haluan jadi aktivis NII (Negara Islam Indonesia). Di sana ide radikalnya bersemai yang kemudian dia mulai aktif di medsos dan mengikuti kajian-kajian pro ISIS,” katanya saat ditemui Beritasatu.com di Jakarta, Senin (18/9/2019).

Setelah terkena paparan ISIS, masih kata sumber itu, dosis radikalisme Husain mulai meningkat. Dia secara sepihak lalu memproklamirkan dan berbaiat kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi. Setelah itu, dia membentuk sel kecil.

“Pelaku aktif di Facebook. Di sanalah pertama kali dia terdeteksi telah teradikalisasi. Di online pula dia belajar mengembangkan kemampuan merakit bom. Jadi penangkapannya ini buah dari patroli siber. Mereka ini lone wolf, bukan terafiliasi jaringan besar,” lanjutnya.

Sumber itu menceritakan jika setelah mendapatkan fakta aktifnya sel ini, Densus 88 lalu bergerak dengan menangkap kaki tangan kelompok ini di Lampung. Di sana polisi membekuk RIN alias PS dan SH yang juga membawa bom rakitan dan bahan bom.

Mereka mengatakan mendapat barang berbahaya itu dari Husain. Polisi pun bergerak ke Sibolga dan berhasil membekuk pemuda 30 tahun itu tanpa perlawanan kendati sayangnya, sang istri, Solimah, memilih bunuh diri bersama anaknya saat sudah terkepung.

Di Sibolga juga turut ditangkap AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP atau Ogek dalam keadaan hidup. Kemudian ditangkap lagi dua orang yakni lelaki berinisial A alias M dan perempuan berinisial R. Dari tangan jaringan ini polisi menyita barang bukti bom dan bahan bom hingga 300 kg.

Inisial terakhir itu direkrut oleh Husain sebagai calon istri kedua. R ini ialah janda terduga teroris berinisial A yang merupakan kelompok Jamaah Ansaru Daulah (JAD) Tanjung Balai, Sumatera Utara. A melawan saat akan ditangkap sehingga terpaksa ditembak mati.

Tak hanya R, Husain juga akan memperistri Y atau Khodijah dari Klaten. Y juga sudah merencanakan aksi dan akan melakukan amaliyah bersama Husain.

“Y ini rencananya akan ke Sibolga juga. Di sana dia akan dinikahi Husain dengan mahar bom rakitan. Dia sudah siap bunuh diri. Makanya kini kita sedang mengecek keberadaan janda-janda eks teroris. Husain ini aktif merekrut mereka,” sambung sumber itu.

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi yang dihubungi Beritasatu.com secara terpisah membenarkan jika Y akan berangkat ke Sibolga sebelum ditangkap Densus.

“Infonya demikian, dia siap jadi pengantin,” katanya.

Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo sebelumnya telah memastikan jika keterlibatan perempuan dan anak adalah tren baru pasca kejadian bom di Surabaya Mei tahun lalu. Mereka terdampak fatwa ISIS.

LEAVE A REPLY