Perburuan Liar Harimau Sumatera di Bungo Libatkan Warga Desa

0
49
Kehadiran dua ekor koleksi harimau Sumatera di Kebun Binatang (Taman Rimba) Jambi menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Seekor harimau Sumatera itu ditemukan mati, Sabtu (26/1/2019). ( Foto: Beritasatu.com / Radesman Saragih )

Jambipos, Jambi- Perburuan dan perdagangan liar satwa langka yang dilindungi di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi masih sulit diberantas karena oknum-oknum warga desa sekitar hutan justru ikut terlibat dalam aksi terlarang ini.

Kapolres Bungo  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Januario Jose Morais menjelaskan, untuk memberantas perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa langka dilindungi tersebut sangat dibutuhkan peran warga masyarakat. “Tapi sindikat perburuan liar dan perdagangan satwa ilegal satwa dilindungi di Bungo kerap sulit terlacak karena melibatkan oknum-oknum warga desa. Warga desa sekitar hutan pun akhirnya kurang proaktif menginformasikan praktik perburuan liar di sekitar mereka,” kata Januario Jose Morais.

Dikatakan, informasi warga  sekitar hutan sangat penting untuk mempermudah pemberantasan perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa langka dilindungi. “Berkat informasi warga, Polres Bungo berhasil meringkus tiga orang warga beberapa desa, Kecamatan Limbur Lubukmengkuang, Bungo yang terlibat perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa langka dilindungi awal pekan ini. Dari tangan keriga tersangka berhasil diamankan kulit dan tulang harimau Sumatera (Pantheratigris sumatrae),” kata Kapolres Bungo.

Ketiga tersangka, BJ (33), RS (23), warga Desa Renah Sungaibesar dan ES (45), warga Desa Pemunyin, Kecamatan Limbur Lubukmengkuang, Bungo hingga Selasa  (19/3/2019) masih ditahan dan diperiksa di Polres Bungo. Sedangkan cukong perdagangan ilegal kulit dan tulang harimau tersebut berinisial LS (40) masih terus diburu.

“Kami sudah mengantongi identitas LS yang diduga menjadi pelaku utama dan cukong perburuan luar dan perdagangan ilegal satwa langka dilindungi di Bungo. TS bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Limbur Lubukmengkuang,” katanya.

Menurut Januario Jose Morais ketiga anggota sindikat perburuan liar dan perdagangan ilegal satwa langka dilindungi di Bungo tersebut tertangkap ketika hendak melakukan transaksi di sebuah warung makan Simpang Sawmill, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Bungo – Padang, Sumatera Barat, Senin (11/3/2019).

“Tersangka BJ perantara pembeli kulit dan tulang harimau. Tersangka ES pembeli kulit dan tulang harimau. Sedangkan tersangka RS menjemput kulit dan tulang harimau di rumah LS yang masih diburu,” katanya.

Januario Jose Morais mengatakan, pihaknya masih mengembangkan kasus perburuan liar dan perdagangan ilegal harimau Sumatera tersebut untuk mengetahui jaringan perdagangan mereka. (JP-SP)

LEAVE A REPLY