Setahap Lagi, Tersangka Suap APBD Provinsi Jambi Ditahan

0
1089
Dipastikan JPU menghadirkan puluhan saksi termasuk Mantan Ketua DPRD Kota Jambi Zainal Abidin yang kini telah menyandang status tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap uang ketok palu Pengesahan APBD Provinsi Jambi TA 2018. Kini Zainal Abidin menjabat sebagai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Provinsi Jambi dan juga sebagai Caleg DPR RI Partai Demokar Dapil Provinsi Jambi. FB

Jambipos, Jambi-Untuk sekian kalinya Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa para tersangka (13 orang) kasus dugaan suap uang ketok palu pengesahan R-APBD Provinsi Jambi Tahun 2017-2018. Terbaru tersangka yang diperiksa adalah Anggota DPRD Provinsi Jambi Zainal Abidin (Fraksi Demokrat) di Mapolda Jambi, Senin (1/4/2019).

Sebelumnya KPK memeriksa 23 orang Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2014-2019 secara maraton di Mapolda Jambi pada Selasa, Rabu dan Kamis (12-14/2/2019) lalu. Sebanyak 23 orang Anggota DPRD Provinsi Jambi yang diperiksa KPK diantaranya Muhammadiyah (Gerindra), Effendi Hatta (Demokrat), Zainal Abidin (Demokrat), Cornelis Buston (Demokrat), AR Syahbandar (Gerindra), Chumaidi Zaidi (PDIP), Sufardi Nurzain, Ekhelwi (PDIP) dan Gusrizal (Golkar).

Kemudian Cekman, Parlagutan Nasution, Tadjudin Hasan, Nasri Umar, Nurhayati (Demokrat), Emi Nopisah, Rahima (Demokrat), Hasan Hamid, Sulyanti dan Karyani (Gerindra). Selanjutnya Tartiniah, M Juber (Golkar), Poprianto (Golkar), Ismet Kahar (Golkar) dan Kusnidar (Gerindra).

Baca: Refleksi 1 Tahun OTT KPK

Kali ini, Zainal Abidin, Efendi Hatta, Dody Irawan (mantan Kadis PUPR Provinsi Jambi) kembali diperiksa KPK di Mapolda Jambi. Ada kecurigaan bahwa tersangka anggota Fraksi Demokrat akan segera ditahan KPK karena berkas pemeriksaan sudah lengkap. Efendi Hatta dan Dodi Irawan tak berkomentar banyak saat dicecar wartawan.

Selain ketiganya, salah seorang pengusaha M Imanuddin alias Lim juga diperiksa Tim Penyidik KPK. Lim sendiri saat dikonfirmasi mengakui jika dirinya diperiksa penyidik KPK terkait dengan kasus yang menjerat 12 Anggota DPRD Provinsi Jambi Periode 2014-2019.

Sementara Zainal Abidin saat ditanya wartawan usai diperiksa di mapolda Jambi, Senin (1/4/2019) mengaku sudah mengembalikan uang “suap” kepada KPK dengan cara ditransfer. “Sudah sejak lama saya kembalikan lewat transfer,” ujar Zainal.

Kata Zainal, uang yang Dia kembalikan terkait dengan pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017. “Hari ini saya diperiksa terkait kasus suap pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2017. Dan saya sudah mengembalikan uangnya,” kata Zainal.

Baca: 23 Anggota DPRD Diperiksa Secara Maraton

Zainal juga ditanya penyidik KPK soal kenal tidaknya dengan pengusaha Joe Fandy Yoesman alias Asiang, yang juga menjadi tersangka dalam kasus yang sama. “Ditanya apakah saya kenal dengan Asiang. Saya jawab tidak kenal,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jumat 28 Desember 2018 lalu, KPK telah menetapkan pimpinan dan anggota DPRD Jambi Periode 2014-2019 sebagai tersangka terkait kasus suap ketok palu APBD 2018 dari gratifikasi Gubernur nonaktif Zumi Zola. Dalam hal ini, lembaga antirasuah menetapkan 12 anggota DPRD dan satu pihak swasta.

Adapun para tersangka itu, yakni Ketua DPRD Jambi Cornelis Buston, Wakil Ketua DPRD AR. Syahbandar, Wakil Ketua DPRD Chumaidi Ziadi (kini mundur dari Anggota DPRD Provinsi Jambi), Ketua Fraksi Golkar Sufardi Nurzain, Ketua Fraksi Restorasi Nurani Cekman, Ketua Fraksi PKB Tadjudin Hasan, Ketua Fraksi PPP Parlagutan Nasution, Ketua Fraksi Gerindra Muhammdiyah (kini mundur), Pimpinan Komisi III Zainal Abidin, Anggota DPRD Elhewi-PDIP (kini mundur), Gusrizal (Golkar), Effendi Hatta (Demokrat). Sementara phak swasta Joe Fandy Yoesman alias Asiang.(JP-Tim)

LEAVE A REPLY