Terbongkar, Pria Perekam Video Surat Suara Tercoblos Suruh Emak-Emak Pencoblos Pergi

0
313

Jambipos-Ada 2 video rekaman penggerebekan dalam kejadian surat suara tercoblos di Malaysia yang membuka kedok dari kubu oposisi. Video yang dimaksud bukan video yang ada si Bram kader PD yang ikut memviralkan video ini.

Semakin dianalisis, semakin diteliti maka akan terlihak kedok dan sesuatu yang busuk yang mereka tutupi tapi akhirnya terbongkar juga.

Nah, video yang viral yaitu video pertama yang menampilkan penggerebekan yang sudah beredar, nampak pria berkemeja putih dan bertubuh agak gemuk dan berjenggot sedikit di dagunya sedang memegang HP dan kabel merah yang dipegang bersama di tangan kananya

Dalam video itu ada yang merekamnya lalu dia berbicara dan menunjukkan bukti surat suara yang tercoblos dan berserakan di lantai. Nampak pemandangan kantong hitam suara yang ada di dalam ruangan itu. Meyakinkan sekali akting dan skenarionya.

Dia lagi-lagi memungut kertas suara yang diduga tercoblos lalu menunjukkan ke perekamnya dan terlihat dia lagi-lagi memegang HP berwarna hitam dan kabel merah terlihat jelas. Investigasi yang luar biasa. Video yang viral ini membuat kubu oposisi makin yakin terjadi kecurangan yang masif dan seperti sudah mereka prediksikan.

Lalu dalam video yang kedua, terlihat ada pria yang berbicara memergoki beberapa ibu yang terlihat asyik mencoblos. Tak ada ketakutan atau kekagetan dari para perempuan-peremuan yang sedang mencoblos itu. Ada pria yang di sekitar situ juga yang terlihat santai dan tak merasa terganggu.

Videonya masih beredar di Twitter, susah didisplay di sini, bisa dicek di https://twitter.com/Alitingting2/status/1116563591954436096

Seharusnya kalau benar-benar penggerebekan, maka akan terjadi kepanikan atau kondisi dalam ruangan pasti akan terlihat rusuh. Tapi semuanya berjalan dengan santai, tenang. Jadi kehadiran orang ini bisa jadi familiar.

Tiba-tiba pria di video yang kedua ini menunjuk-nunjuk jarinya ke arah ibu-ibu itu. Terlihat di tangannya itu ada kabel merah yang sama. Eng, ing , eng. Pria ini lantas berbicara kepada para ibu itu dengan suara untuk meminta mereka pergi.

Bukan menghardik atau memarahi tapi malah dengan sopannya menyuruh pergi dengan mengatakan,”Ibu, jangan di sini, polisi akan datang, sebentar lagi, keluar, keluar, polisi akan datang”.

Saat dia berbicara,”Polisi akan datang,” maka terlihat jari di tangan kirinya menunjuk-nunjuk. Maka terlihat kembali penampakan kabel merah itu secara eksplisit.

Lalu ke mana HPnya? Jelas HP yang dipakai kali ini adalah HP-nya sendiri. Kesimpulannya, ada dua HP yang dipakai yang isinya ada si pria yang memegang kabel ini. Lalu pria dengan membawa kabel itu dipastikan orangnya sama. Siapa dia?

Terbongkar, pria yang merekam dan menyuruh p[ergi ibu-ibu itu bernama Parlaungan Laung Laung. Tinggal di Kuala Selangor, Malaysia. Asalnya dari Riau.

*Lalu ada yang menarik, terkuak pria ini adalah pendukung….02 alias pendukung fanatik Prabowo-Sandi. Dalam status terkahirnya dia mengatakan ,” Sahabat..

Seperti yang Selalu Saya Katakan Jangan Ada Dusta Diantara Kita” di akun Facebooknya*

Alamat akun Facebooknya adalah : https://www.facebook.com/parlaungan.laung.

Pada tanggal 10 April dia masih mengupdate soal info pencoblosan di Malaysia dan ditujukan secara umum, bukan hanya ke pendukung paslon tertentu. Kelihatan netral, bukan? Tak ada yang aneh atau mencurigakan. Tapi pria ini kalau dalam penggerebekan dengan para teman oposisi bisa terjadi mereka adalah satu komplotan.

Tapi penulis melihat ada hubunganya si pria ini dengan si Yazza Ketua Panwaslu di Kuala Lumpur. Karena si Parlaungan ini memposting poster berisi himbauan memilih dari PPLN Kuala Lumpur. Jadi bisa saja mereka punya grup medsos dan itu pasti.

Sesama kubu pendukung 02 pasti sudah berkomunikasi, berkordinasi sehingga dalam penggerebekan maka yang menjadi pelaku penggerebekan hanyalah kelompok mereka sendiri. Tak ada saksi atau pihak dari 01 yang dilibatkan.

Bau bangkai makin tercium dari sandiwara ini. Yazza si Ketua Panwaslu pasti kenal dengannya apalagi sesama pendukung 02 yang ikut menghadiri deklarasi dukungan

Ditambah si Brem yang adalah kader Demokrat. Maka terjadilah jalinan kerjasama dan kolaborasi di antara mereka. Plus ibu-ibu yang menemani si Yazza saat wawancara dengan presenter TVOne, makin kelihatan kolaborasi besar di antara mereka.

Pihak Bawaslu harus menyelidiki keterlibatan pria ini, kok bisa tahu tempat atau lokasi pencoblosan surat suara yang masif. Apalagi pria ini kenal dengan Panwaslu Kuala Lumpur. Makin terlihat apa sesuatu yang disembunyikan Panwaslu ini.

Silakan Bawaslu boleh saja bertamnya ke Panwaslu Kuala Lumpur tapi jangan percaya 100 persen. Inidkasi keterlibatannya sebagai pendukung Prabowo sudah sangat vulgar dan ditambah dengan geger gelagapan dan gagapnya dia menjawab terbata-bata saat wawancara dengan presenter TVOne makin membuka peluang settingan narasi hoaks dari pihak mereka. Bongkar habis #HoaxSelangor.(*)

 

Sumber: Seword

LEAVE A REPLY