Pemerintah Targetkan Bertambahnya Investor Ritel untuk Kurangi Porsi Kepemilikan Asing!

0
86
ILUSTRASI-Google

Oleh: Nofrida Nurmalia Masytha

Jambipos-Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu RI baru saja resmi meluncurkan salah satu instrumen keuangan yang saat ini gencar diminati kaum milenial. Pada Jumat 03 Mei 2019 lalu, Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau yang biasa dikenal dengan sukuk tabungan, telah memasuki serinya yang ke empat (ST-004).

Sejak dirilisnya ST-001 pada tahun 2016, jumlah peminat obligasi pemerintah yang berprinsip syariah ini semakin lama semakin meningkat. Hal ini terjadi karena obligasi pemerintah adalah salah satu cara berinvestasi yang paling aman namun juga menawarkan tingkat suku bunga yang relatif cukup tinggi.

Hingga pada seri terakhir yang diluncurkan pada 27 Februari 2019 lalu, ST-003 berhasil mencetak nilai penjualan yang sangat memuaskan. Pada akhir periode penutupannya, hasil penjualan ST-003 mencapai Rp3,127 triliun dari target sebesar 2 triliun. Adapun tercatat sebanyak 8.756 dari 13.932 investor, baru bergabung di investasi e-SBN, yang mana generasi milenial mengambil porsi dominan mencapai 51,74%.

Meskipun berdasarkan volume pembelian sebagian besar investor adalah berasal dari generasi Baby Boomers, hal ini cukup membanggakan karena salah satu tujuan dari adanya instrumen investasi ini adalah menumbuhkan minat para generasi muda untuk mulai melakukan investasi sedini mungkin, dengan nominal yang relatif kecil dan terjangkau jika dibandingkan dengan deposito bank umumnya. Pada ST-004 ini, minimal pembeliannya adalah 1 juta rupiah dan maksimum 3 miliar rupiah.

Jika dibandingkan dengan hasil penjualan seri sebelumnya (ST-002) yang memang terjadi penurunan, pada seri ST-004, pemerintah masih optimis untuk menargetkan penjualan obligasi syariah ini mencapai 2 triliun rupiah, bahkan lebih.

Menurut Dirjen PPR, Luky Alfirman, mengingat akan memasukinya bulan Ramadhan, masyarakat biasanya akan mendapat THR atau tunjangan tambahan lainnya namun belum tentu akan ditambahkan untuk tabungan maupun investasi.

“Kita memang memperhitungkan THR, tapi kita tahu konsumsi juga cukup tinggi ketika masa Ramadan. Makanya target cukup moderat sebesar Rp 2 triliun,” kata dia, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (3/5/2019).

Mendukung serta melengkapi pernyataan Luky, Direktur Pembiayaan Syariah DJPPR, Dwi Irianti Hadiningdyah, menambahkan bahwa tujuan penjualan sukuk tabungan seri ini seperti halnya dengan instrumen-instrumen SBN ritel sebelumnya, yakni dalam rangka meningkatkan pembangunan di Indonesia, serta yang utama adalah menambah investor dalam negeri untuk mengurangi porsi kepemilikan investor asing.

Rencananya, tahun 2019 ini pemerintah akan meluncurkan 10 SBN Ritel. Jadi, khususnya untuk para generasi muda, sudah waktunya untuk mulai sadar berinvestasi sedini mungkin. Apabila ragu dan khawatir berinvestasi harus dengan modal yang besar, ST-004 adalah jawaban yang tepat terutama bagi para calon investor pemula yang menginginkan investasi berbasis syariah.(JP-Penulis Adalah Mahasiswi D3 Akuntansi Alih Program 2018-Politeknik Keuangan Negara STAN)

LEAVE A REPLY