Prabowo Tolak Penghitungan Suara KPU “Bukan karena Ambisi”

0
150
Menolak Perhitungan KPU. Calon Presiden nomor 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada acara Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019 yang diselenggarakan oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Jakarta, Selasa (14/5/19). Dalam acara yang dihadiri ribuan simpatisan dan partai pendukung Paslon 02 itu dinyatakan bahwa BPN menolak hasil perhitungan sementara KPU karena dianggap banyak kecurangan. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal ( Foto: BeritaSatu photo / Mohammad defrizal )

Jambipos, Jakarta— Calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menolak hasil penghitungan suara yang sedang berjalan di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Penolakan ini ditegaskan Prabowo usai mendengar pemaparan dugaan kecurangan terstruktur, sistematis dan masif yang disampaikan tim ahli Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi.

“Yang jelas sikap kita adalah menolak hasil penghitungan yang curang,” kata Prabowo dalam orasinya di acara ‘Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pemilu Presiden 2019’ di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Prabowo menyatakan, penolakan atas hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU ini bukan berdasarkan ambisinya. Prabowo menegaskan penolakan ini lantaran dirinya tak bisa menerima ketidakadilan, ketidakbenaran dan ketidakjujuran terjadi.

“Saya dan saudara Sandi bukan karena ambisi pribadi kita mau jadi apa-apa. Demi Allah tidak ada niat. Kau tanya hati saya, saya inginnya istirahat,” katanya.

Prabowo mengaku tak bisa meninggalkan rakyat Indonesia, terutama yang telah menitipkan aspirasi kepadanya. Selama berkeliling Indonesia, Prabowo mengaku melihat mata rakyat Indonesia, menggenggam tangan mereka dan mendengarkan harapan mereka agar terciptanya negara yang adil.

“Karena itu tidak mungkin saya meninggalkan rakyat Indonesia. Saya akan timbul dan saya akan tenggelam bersama rakyat Indonesia,” tegasnya.

Penolakan atas hasil penghitungan suara oleh KPU juga ditegaskan Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.

“Kami Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi bersama-sama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi menolak hasil perhitungan suara dari KPU Republik Indonesia yang sedang berjalan. Saya ulangi, kami Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar demokrasi menolak hasil perhitungan suara dari KPU Republik Indonesia yang sedang berjalan,” tegasnya.

Djoko menyatakan, BPN Prabowo-Sandi telah melayangkan surat kepada KPU RI. Dalam bernomor 087/BPN/PS/V/2019 tertanggal 1 Mei 2019 itu, BPN meminta audit terhadap Informasi Teknologi KPU dan meminta serta mendesak KPU menghentikan proses penghitungan suara.

“Substansinya agar KPU menghentikan perhitungan suara pemilu yang curang, terstruktur, sistematis dan masif,” tegasnya.

Lihat video:

Sumber: BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY