Ini Penjelasan Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei Jakarta Warga Pamenang

0
215
Jenazah Sandro korban peluru nyasar saat kerusahan di Bawaslu 22 Mei 2019 tiba di Pamenang Kabupaten Merangin, Jumat (24/5/2019) pagi. Suasa haru terasa dikediaman orangtuanya. Tak sedikit keluarga dan kerabat mengeluarkan air mata. Foto Bayhaki Jampos

Jambi, Merangin- Jenazah Sandro korban peluru nyasar saat kerusahan di Bawaslu Jakarta 22 Mei 2019 lalu, tiba di Pamenang Kabupaten Merangin, Jumat (24/5/2019) pagi. Suasa haru terasa dikediaman orangtuanya. Jenazah tiba di rumah duka sekitar Pukul 09,45 WIB menggunakan mobil ambulans. Tak berapa lama kemudian rombongan istri korban juga tiba di lokasi.

Keluar dari minibus putih, dengan mata berkaca-kaca, istri korban langsung disambut dan dipapah oleh keluarga masuk ke rumah duka. Tak lama berselang, jenazah Sandro dikeluarkan dari rumah untuk diberangkatkan ke masjid. Satu dari delapan orang korban tewas akibat kerusuhan 22 Mei di Jakarta ternyata berasal dari Merangin, Provinsi Jambi.

Berikut ini fakta-fakta kronologis korban hingga terjadinya peristiwa tersebut di Jakarta yang dirangkum Jambipos dari pihak kepolisian.

Pada Hari Jum’at tanggal 24 Mei 2019 sekira Pukul 09.00 WIB di RT 21 RW 12 Kelurahan Pamenang , Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin di dapat keterangan bahwa benar adanya warga Kelurahan Pamenang atas nama¬† Sandro menjadi korban kerusuhan demo di kantor Bawaslu Pusat di seputaran Tanah Abang.

Keterangan dari Bapak Lisman yang merupakan orang tua kandung korban bahwa korban atas nama Sandro adalah anaknya yang ke 6 dari 9 bersaudara.

Bapak Lisman juga menjelaskan bahwa korban lahir pada tanggal 04 November 1987 dan pada usia 16 tahun tepatnya pada Tahun 2003 merantau ke Jakarta dan tinggal bersama keluarga di daerah Cisauk.

Tahun 2008 korban menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Rahma saat ini sudah dikaruniai 2 orang anak dan tinggal menetap di RT 05 RW.02 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong Tangerang Selatan.

Menurut keterangan Lisman, korban setelah menikah bekerja sebagai pedagang kaki lima  dan bekerja di Blok F Pasar Tanah Abang Jakarta.

Lisman menjelaskan korban terakhir pulang ke rumah orangtuanya di RT 21 RW 12 Kelurahan Pamenang , Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin pada tanggal 10 Februari 2019 dan selanjutnya kembali ke Jakarta pada Tanggal 20 Februari 2019.

Menurut Lisman kronologis meninggalnya anaknya itu, pada hari Rabu 22 Mei 2019 sekira pukul 06.30 WIB, korban Sandro pamit dengan Istrinya untuk pergi bekerja ke Pasar Tanah Abang. Kemudian pada pukul 10.00 WIB keluarga korban mendapat kabar bahwa korban mendapat luka tembak dan sedang dirawat di Rumah Sakit.

Zenajah korban tiba di rumah duka orang tua korban di RT 21 RW 12 Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin sekira pukul 10.00 WIB Jumat (24/5/2019) dan dimakamkan di TPU Kelurahan Pamenang.(JP-Yah/Lee)

LEAVE A REPLY