Diminta Presiden Soekarno, Pria Kristen Lulusan STM Bangun Masjid Terbesar di Indonesia

0
480
Foto Caption: Presiden Soekarno dan Frederich Silaban.

Jambipos-Tak banyak yang mengenal nama Frederich Silaban, apa lagi Generasi Muda angkatan 80-an sampai pada Generasi Muda yang sekarang. Frederich Silaban yang lahir pada tanggal 12 Desember 1912 disebuah Desa terpencil di bagian utara Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Desa Bonan Dolok, Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Husudutan (Humbahas) Sumatera Utara sekarang.

Frederich Silaban adalah seorang arsitek otodidak yang  mengarsiteki Pembangunan Mesjid Istiqlal, Mesjid terbesar di Asia Tenggara, dan terkenal sampai ke mancanegara.

Berawal dari mengikuti Sayembara Desain arsitektur Mesjid Istiqlal Jakarta pada Tahun 1954. Dimana dalam syayembara itu ketua Dewan Jurinya Adalah Ir.Soekarno yang juga Presiden pertama Republik Indonesia.

Dengan penuh percaya diri Frederich Silaban, turut sebagai peserta dengan mengirimkan desain arsitektur Mesjid Istiqlal Jakarta.

Dari sekian ratus peserta yang mengikuti sayembara itu, tiga puluh peserta dinyatakan lolos untuk dilakukan penilaiaan atas karyanya termasuk desain arsitektur masjid Istiqlal milik Frederich Silaban.

Setelah dilakukan penilaian oleh dewan juri yang terdiri dari Ir. Soekarno, Prof.Ir. Rooseno, Ir.H.Juanda, Prof.Ir.Suwardi Hamka, H.Abubakkar Aceh dan Oemar Husein Amin, desain arsitektur Mesjid Istiqlal karya Frederich Silaban terpilih sebagai karya desain arsitektur Istiqlal terbaik pertama.

Dan Qubah Menjid Istiqlal telah diakui oleh Universitas damastadi jerman sebagi hak cipta Frederich Silaban, yang disebut dengan Silaban Dom (Qubah Silaban).

Fredirich Silaban (kiri).

Dari keberhasilan Silaban dalam rancang bangun Mesjid Istiqlal yang tersohor itu, menjadikan Frederich Silaban menjad seorang arsitek kesayangan Presiden Soekarno. Dari sinilah Silaban yang hanya tamatan Koningen Wilhelmina School) sekolah setingkat STM (Sekolah Tehknik Menengah) pada tahun 1931 melangkahkan kakinya dengan pasti di dunia arsitektur Nasional dan Internasional.

Setelah Mesjid Istiqlal, banyak karya karya arsitektur Frederich Silaban yang diakui oleh para arsitek dalam dan luar negeri. Seperti rancang bangun Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA) Bogor.

Seperti, Kantor Dinas Perikanan Bogor, Rumah Dinas Walikota Bogor, Bank Indonesia Jalan Thamrin Jakarta,    Gedung BLLD Bank Indonesia jalan Kebun Sirih Jakarta, Gedung BNI 46 Jakarta, Flat BLLD, Bank Indonesia Jalan Budi Kemuliaan Jakarta,  Gedung BNI 46 Surabaya, Gedung Bank Indonesia di Surabaya, Markas Besar Angkatan Udara di Pancoran Jakarta, Gedung Pola Jakarta, Hotel Banteng yang kemudian menjadi hotel Borobudur, Gedung Universitan HKBP Nomensen Medan dan masih banyak lagi.

Selain itu Frederich Silaban juga membuat rancangan arsitektur Monumen Nasional (Monas), Menumen Nasional Pembebasan Irian Barat lapangan Banteng Jakarta, Tugu Selamat Datang Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Gerbang Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta, Makam Raden Saleh Bondongan Bogor. Dan Rancang Bangun Cetak Biru Komplek Gelora Bung Karno Jakarta.

Masjid Istiqlal Jakarta.

Walaupun Frederich Silaban banyak melahirkan karya-karya menumental yang tetap abadi sepanjang abad, namun tidak membuat dirinya menjadi terkenal. Malah dikampung halamannya sendiri Alm Frederich Silaban yang wafat pada tanggal 14 Mei tahun 1984 tidak begitu dikenal, sementara nama besarnya didunia arsitektur sangat terkenal didalam dan diluar negeri.

Banyak orang Batak yang merantau ke Jakarta menjadi terkenal. Ini menandakan bahwa Orang Batak itu hebat dan tidak bisa dipungkiri. Seperti TB Simatupang dan TB Silalahi dua jendral yang berasal dari Tano Batak, DI Panjaitan dan Abdul Haris Nasution juga berasal dari Tano Batak dan Batak Selatan, termasuk Akbar Tanjung, Davit Napitupulu, Sintong Panjaitan, Mahadi Sinambela, Faisal Tanjung, Bomer Pasaribu, Luhut Panjaitan, Bungaran Saragih, dan lain sebagainya.

Didunia Musik juga banyak nama nama orang Batak yang terkenal, Rinto Harahap, Edi Silitonga, Carles Hutagalung, Rita Butar Butar, Trio Ambisi, dan sederet nama nama lainnya. Begitu juga dalam dunia Layer (pengacara) juga terdapat nama nama orang Batak seperti, Hotman Paris Hutapea, Todung Mulia Lubis, Hotma Sitompul, Jhon Felix Hutabarat, Hotma Siagian, Ruhut Sitompul, yang kini menjadi politisi, Dan sederet nama pengacara lainnya yang berasal dari Tano Batak.(*)

Sumber: Tobatabo.com

LEAVE A REPLY