FJPI Jambi Berbagi Kasih Dibulan Suci Ramadhan

0
89
“Ini perlengkapan shalat, pakaian, dan sejumlah uang,” ujar Fitriani Ulinda, Dewan Penasehat FJPI Jambi, Rabu (29/5/2019). Ia didampingi Ketua FJPI Jambi Nining Antero dan Jurnalis Kompas Irma Tambunan. Istimewa

Jambipos, Jambi- Hamidah (40) mengintip dari balik pintu. Ibunya, Asiah (74), memanggil sembari mengangkat tangan, sebagai isyarat agar anaknya itu mendekat. Melihat panggilan ibunya, ia pun memberanikan diri bergabung duduk di teras bersama Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jambi yang singgah membawakan sejumlah bungkusan.

“Ini perlengkapan shalat, pakaian, dan sejumlah uang,” ujar Fitriani Ulinda, Dewan Penasehat FJPI Jambi, Rabu (29/5/2019). Ia didampingi Ketua FJPI Jambi Nining Antero dan Jurnalis Kompas Irma Tambunan.

Asiah dan Hamidah antusias menyambut bingkisan-bingkisan itu. Meski tidak sepatah kata pun keluar dari mulut Hamidah, sebab ia menyandang tunarungu dan tunawicara, wajahnya tampak berbinar-binar. Sedangkan, tangan Asiah sibuk meraba-raba isi bungkusan. Sang ibu kini menjadi tunanetra. Ia kehilangan penglihatan dua tahun terakhir ini.

Di samping mereka, suami Asiah, Karim (96), ikut penasaran. Karim berusaha membacakan kertas yang menempel pada bingkisan. Dengan kacamata tebal, agak terbata-bata tulisan itu ia bacakan. “Mm..mar..ha..ban..Ya..Ra..mm..ma..dd..dhan”. “Betul pak. Marhaban ya Ramadhan. Indahnya Berbagi,” tambah Fitri.

Untung saja Karim telah memasang alat bantu pendengaran. Percakapan di teras rumah itu lebih jelas terdengar di telinganya.

Karim, Asiah, dan Hamidah adalah keluarga berkebutuhan khusus di Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi. Selama puluhan tahun keluarga ini hidup dari hasil mengumpulkan barang bekas.

Nafkah satu-satunya itu semula diemban Karim sebagai kepala keluarga. Namun belakangan, kondisi fisik Karim kian melemah. Ia tak mampu lagi berjalan. Sehingga pekerjaan itu kini dilakoni Hamidah.
Setiap hari Hamidah menyusuri jalan dan permukiman di sekitar desa untuk mendapatkan barang-barang bekas. Seluruh barang dikumpulkan. Setelah satu pekan barulah dijualnya ke pedagang rongsok. “Dalam seminggu dapatlah Rp100 ribu atau Rp150 ribu,” ujar Asiah menerangkan.

Beratnya kehidupan satu keluarga berkebutuhan khusus itu pun terdengar oleh para jurnalis perempuan yang tergabung dalam FJPI Jambi. Di tengah kesibukan peliputan dan pemberitaan, para jurnalis perempuan pun terketuk hatinya. Mereka ingin menolong sesama yang membutuhkan, terlebih di bulan yang suci ini.

Selain keluarga Karim, tim Berbagi Kasih FJPI juga memberi sejumlah bantuan bingkisan dan uang pada dua kakak beradik yatim piatu di Jalan Otista Rt 01 Kelurahan Talang Banjar Kota Jambi, yakni Tania (14) dan Reza (11).

Selain itu, bantuan ini juga diberikan pada janda tiga anak yang bermukim di kawasan Lingkar Barat Rt 24 Kota Jambi.

Bantuan di dua kawasan ini diberikan oleh Yusnaini, Sekretaris FJPI Jambi dan Bendahara FJPI Jambi Dona Picesika.

Ketua FJPI Jambi, Nining Antero mengatakan bantuan itu dikumpulkan dari kalangan jurnalis perempuan di Jambi. Hanya dalam sepekan, dana terkumpul Rp2 juta. Dana itu langsung disampaikan kepada orang-orang yang membutuhkannya.

Nining berharap, meski tak banyak, bantuan tersebut, bisa meringankan dan membantu para penerimanya untuk memenuhi kebutuhan menghadapi Lebaran. “Semoga kepedulian seperti ini bisa berlanjut setiap tahunnya,” ujar Nining Antero.(JP-Rel) 

LEAVE A REPLY