Penyelamatan Perusahaan dari Krisis

0
133

Oleh: Annisa Nurahmadini

Jambipos-Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik yaitu sebesar 5,07%. Jika kita bandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2018 yaitu sebesar 5,06% maka terdapat peningkatan sebesar 0,01%. Walaupun terdapat peningkatan sebesar 0,01% hal tersebut belum bisa dikatakan baik karena terdapat pula inflasi yang sedang berjalan.

Kalau diamati di lapangan perekonomian, pertumbuhan ekonomi riil dapat dikatakan adanya penurunan atau adanya kelesuan. Dapat kita lihat dari industri manufaktur, perdagangan, dan jasa yaitu adanya pertumbuhan negatif diakibatkan masuknya barang impor yang lebih banyak ke Indonesia dibandingkan barang yang di ekspor ke luar negeri. Hal tersebut disebut juga dengan defisit neraca perdagangan.

Dilihat dari latar belakang adanya kelesuan ekonomi, manajer perusahaan harus bekerja keras untuk meningkatkan penjualan hasil produksi perusahaannya tersebut.  Manajer perusahaan perlu melakukan terobosan-terobosan yang lebih berani.

Terobosan pertama yang perlu dilakukan manajer adalah dengan melalukan modifikasi pada produk-produknya. Modifikasi produk dapat dilakukan dengan cara perbaikan mutu, perbaikan fitur, maupun perbaikan gaya. Strategi perbaikan mutu bertujuan untuk meningkatkan kinerja fungsional produk. Strategi perbaikan fitur bertujuan menambah fitur baru seperti ukuran, bahan, kelengkapan tambahan, aksesoris yang memperluas keanekagunaan, keamanan, atau kenyamanan produk.

Dan yang terakhir, strategi perbaikan gaya bertujuan untuk meningkatkan daya tarik estetis produk tertentu. Sehingga disini agar produk Indonesia mampu bersaing dengan barang impor perlu adanya peran seorang manajer dalam memodifikasi produk.

Terobosan kedua yang perlu manajer lakukan adalah mengadakan pelatihan karyawan. Pelatihan karyawan merupakan hal yang sangat penting terutama untuk mengembangkan sumber daya manusia. Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja karyawan. Pelatihan sendiri merupakan proses pembelajaran keahlian, peraturan, sikap, ataupun konsep pengetahuan untuk meningkatkan serta mengembangkan kinerja karyawan.

Pelatihan yang efektif akan membuat kayawan menguasai dengan baik pekerjaannya dan mampu mengikuti perkembangan bisnis serta bertahan pada persaingan yang ketat. Untuk itu, pelatihan dibutuhkan agar seluruh karyawan mampu mengikuti perkembangan dunia kerja maupun bisnis sesuai dengan jabatannya. Pelatihan juga dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, etos kerja, disiplin, sikap, keterampilan, dan keahlian tertentu agar bisa bekerja lebih maksimal serta lebih baik.

Pelatihan karyawan dapat dilakukan yang pertama dengan cara melatih keahlian karyawan. Hal ini sering dilakukan oleh banyak perusahaan. Pelatihan ini cukup mudah untuk dilakukan yaitu dengan melatih semua keahlian yang dimiliki oleh karyawan, dan dengan menilai apa yang menjadi kebutuhan ataupun kekurangan yang kemudian bisa diidentifikasikan lewat penilaian yang lebih teliti. Pelatihan karyawan kedua yaitu dengan melatih kreativitas karyawan.

Proses pelatihan kreativitas atau disebut juga creativity training merupakan program pelatihan dan pengembangan yang bisa memberikan peluang agar sumber daya manusia dalam perusahaan bisa mengeluarkan sebuah gagasan berdasarkan nilai rasional. Gagasan itu nantinya akan lebih dikembangkan agar bisa membangun perusahaan menjadi lebih baik lagi.

Pelatihan karyawan ketiga yaitu dengan melakukan pelatihan mengenai teknologi yang berhubungan dengan perusahaan. Sekarang ini perkembangan teknologi sudah semakin pesat. Perusahaan tidak dapat menutup mata bahwa pastinya ada saja teknologi yang mempengaruhi sistem kerja dalam perusahaan. Bila tidak bisa menerimanya maka bukan tidak mungkin malah akan menyebabkan ketertinggalan dan tidak akan berkembangnya perusahaan.

Oleh karena itu, ketika menyadari bahwa pengaruhnya cukup besar, sebaiknya perusahaan memberikan sebuah pelatihan kepada sumber daya manusia di dalamnya agar tidak gagap teknologi atau gaptek. Dengan begitu, sumber daya manusia dalam perusahaan akan dapat melakukan pekerjaan secara produktif, kreatif dan inovatif dengan mengikuti perkembangan zaman.

Terobosan ketiga yang perlu manajer lakukan yaitu berani melakukan kerjasama atau mencari relasi dengan perusahaan luar negeri, agar hasil produksi perusahaan dapat diekspor ke luar negeri. Relasi ini merupakan hal yang penting dalam dunia bisnis dan mencari relasi bukanlah sesuatu hal yang mudah.

Dengan adanya relasi yang baik, sebuah bisnis akan berjalan dengan baik dan mendapatkan beberapa keuntungan seperti modal tambahan, media promosi dan periklanan, kerja sama penitipan barang, atau kerja sama lainnya. Relasi yang baik akan membantu dan memudahkan Anda untuk menjalankan dan mengembangkan bisnis. Oleh karena itu, sebagai seorang manajer ada baiknya untuk memperluas jaringan dan mencari relasi.

Lalu jika sebuah produk dalam perusahaan tersebut sudah mampu untuk diekspor ke luar negeri, manajer harus berusaha untuk mengembangkan pasar luar negeri. Misalnya jika produk tersebut sudah berhasil diekspor ke lima negara, manajer harus berusaha mengadakan kerjasama dengan negara-negara lainnya sehingga produk tersebut dapat diekspor ke lebih dari lima negara.

Terobosan keempat yaitu dengan mengusulkan penambahan modal. Salah satu unsur terpenting dalam kerangka strategi pengembangan usaha adalah penambahan modal.  Modal menjadi darah penggerak ekspansinya usaha, dimana dengan pendanaan yang mumpuni, maka maksud dan tujuan utama perusahaan dapat diwujudkan. Maka disini diperlukan peran manajer untuk mengusulkan penambahan modal ke dewan direksi.

Terobosan kelima yang dapat dilakukan manajer adalah dengan mem-PHK karyawan apabila diperlukan. Kebijakan yang sangat berani ini sewaktu-waktu memang diperlukan untuk menyelamatkan kondisi perusahaan. Keputusan ini merupakan keputusan terakhir apabila tindakan-tindakan yang disebutkan sebelumnya untuk menyelamatkan perusahaan belum berhasil.

Terdapat putusan Mahkamah Konstitusi terkait PHK yaitu dengan tidak melarang perusahaan untuk melakukan PHK dengan alasan efisiensi. Namun, lewat putusan itu Mahkamah  Konstitusi mengamanatkan agar pengusaha menempuh upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam rangka efisiensi sebelum melakukan PHK. Misalnya, mengurangi jam kerja, lembur dan merumahkan pekerja.

Dengan adanya alasan efisiensi ini terdapat aturan-aturan yang perlu dilaksanakan oleh perusahaan yaitu pekerja yang di PHK tersebut berhak atas uang pesangon 2 kali sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai ketentuan Pasal 156 ayat (4), uang penghargaan masa kerja 1 kali tetapi tidak berhak mendapat uang pisah.

Dari penjelasan sebelumnya dapat kita ketahui bahwa peran seorang manajer sangat penting dalam sebuah perusahaan. Manajer harus selalu sigap dalam mengatasi segala konflik yang ada di sebuah perusahaan contohnya krisis ekonomi yang sedang berlangsung ini dan manajer harus selalu berupaya untuk memajukan perusahaannya.(JP-Penulis Adalah , Mahasiswa PKN STAN)

LEAVE A REPLY