Berkenalan dengan Investasi Syariah Pemerintah

0
151
ILUSTRASI-Bisakah Anda Investasi Reksadana Dengan Modal Rendah? Foto Google

Oleh: Riski Tri Lestari

Jambipos-Mengatur keuangan menjadi salah satu kegiatan yang penting dilakukan tidak hanya bagi para pemilik penghasilan, namun juga bagi muda-mudi yang belum berpenghasilan tetapi telah mendapatkan jatah ‘uang jajan’ dari orang tua setiap bulan. Salah satu kegiatan dalam mengatur keuangan yaitu dengan melakukan investasi. Mendengar kata investasi, mungkin sebagian orang akan takut dengan momok haram terkait dengan investasi yang beredar. Namun, tahukah anda bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan telah meluncurkan investasi berupa sukuk berbasis syariah sejak tahun 2016. Nah sekarang, mari kita berkenalan dengan produk investasi syariah yang biasa dikenal dengan Sukuk Negara Tabungan.

Sukuk Negara Tabungan (ST) merupakan produk investasi syariah yang ditawarkan oleh Pemerintah kepada individu Warga Negara Indonesia yang juga dikenal dengan obligasi syariah. Sukuk Tabungan dikelola berdasarkan prinsip syariah, tidak mengandung unsur masyir (judi), gharar (ketidakjelasan), dan usury (riba). ST juga telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Dalam prosesnya, ST menggunaakan akad wakalah dimana penerbit sukuk wajib menyatakan bahwa dirinya bertindak sebagai Wali Amanat/Wakil dari pemegang sukuk untuk mengelola dana hasil penerbitan sukuk dalam berbagai kegiatan yang menghasilkan keuntungan. Nantinya dana ini akan digunakan untuk pembangunan negara, sehingga ST merupakan cerminan kepemilikan aset berwujud yang disewakan atau akan disewakan dan bukan berupa surat utang.

Dalam transaksi sukuk ini, investor tidak akan menerima bunga, sehingga tidak mengandung unsur riba. Akan tetapi, ada imbal hasil berupa uang sewa (ujrah) dengan persentase tertentu sesuai dengan prinsip syariah, yang timbul dari manfaat penggunaan dana yang kita berikan melalui pembelian ST. Imbal hasil sukuk pun akan dibayarkan secara rutin sesuai periode yang telah disepakati sehingga tidak terdapat unsur ketidakjelasan. Sesuai dengan karakterisrik ST tersebut tentunya masyarakat tidak perlu khawatir lagi akan momok haram yang lekat dengan produk investasi.

Sampai akhir bulan Mei, pemerintah Indonesia telah menerbitkan dua seri ST yaitu ST003 dan ST004, lalu apakah masih ada lagi? Tenang saja, setiap tahunnya pemerintah Indonesia menerbitkan jadwal SBN Ritel yang akan diterbitkan. Untuk tahun 2019 sendiri, pemerintah akan menawarkan 10 instrumen SBN ritel. Dimana dari jumlah tersebut, 4 diantaranya adalah Sukuk Tabungan. Sehingga selain dua ST yang telah terbit masih ada ST-005 yang akan terbit di bulan Agustus juga ST-006 yang akan terbit dibulan November.

Setelah mendapatkan jaminan keamanan dari segi syariah, mari kita menengok beberapa alasan mengapa perlu melakukan investasi.

Opportunity Cost

Sebelum masuk ke opportunity cost, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu bahwa konsep keuntungan secara ekonomi dengan akuntansi sangatlah berbeda. Opportunity cost inilah salah satu komponen yang terkandung di keuntungan ekonomi dan tidak ada di akuntansi keuangan, jadi apa itu opportunity cost? Opportunity cost merupakan biaya kesempatan, yaitu biaya yang kita keluarkan ketika kita membuat suatu pilihan, atau dengan kata lain biaya yang muncul dari kegiatan alternatif yang tidak bisa kita lakukan.

Jika kita kaitkan dengan investasi berupa pembelian ST, maka ketika kita memutuskan untuk lebih memilih menyimpan uang kita dibandingkan berinvestasi dalam sukuk, maka besar pendapatan kita dari sukuk berupa imbal hasil yang seharusnya kita dapatkan  akan menjadi opportunity cost. Kita akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak pendapatan tanpa kita sadari saat kita memilih untuk lebih menyimpan uang kita ketimbang kita investasikan.

Nominal Uang yang Semakin Turun

Uang yang kita miliki di masa depan nominalnya tidak akan sama dengan uang yang kita miliki sekarang, hal inilah yang dinamakan dengan konsep Time Value of Money. Konsep ini memperkenalkan bahwa 1 Rupiah sekarang nilainya lebih berharga daripada 1 Rupiah di masa yang akan datang. Nominal uang yang semakin menurun salah satunya disebabkan oleh faktor inflasi.

Selain kehilangan pendapatan dari opportunity cost, ketika kita memutuskan untuk lebih memilih menyimpan uang kita di bank daripada melakukan investasi,  tanpa kita sadari jumlah uang kita di tabungan setiap tahun akan semakin menurun dan tergerus oleh inflasi. Sebagai contoh, uang Rp. 10.000 yang kita miliki 5 tahun sebelumnya dapat digunakan untuk membeli semangkuk bakso lengkap, tetapi tidak halnya dengan tahun ini. Rata-rata harga semangkuk bakso lengkap saat ini kurang lebih Rp. 15.000. Penurunan nilai mata uang ini juga tentunya terasa dalam bidang transportasi ataupun harga bahan pokok, yang dirasa semakin mahal dari tahun ke tahun.

Mendukung Pembiayaaan Pembangunan Nasional

Seperti salah satu tujuan normatif pemerintah dalam menerbitkan produk investasi yaitu memperluas basis sumber pembiayaan anggaran negara, tentunya dengan melakukan investasi kita turut membantu mendukung pembiayaan pembangunan nasional. Karena nantinya dana yang kita investasikan akan digunakan oleh pemerintah untuk mengadakan pembangunan demi kemajuan perekonomian negara.

Dengan melakukan pembelian sukuk pemerintah, kita juga turut membantu mewujudkan pembiayaan dalam negeri yang tentunya lebih baik dari pinjaman luar negeri, dimana pinjaman luar negeri akan dipengaruhi oleh kurs atau kebijakan dari negara yang memberi pinjaman. Indonesia pun tidak perlu menjadi pasien IMF (International Monetary Fund), yang semua kebijakan dan perencanaan ekonominya harus didikte oleh IMF. Sehinga Indonesia dapat lebih mandiri dalam membangun perekonomian Negara.

Bagaimana, mulai tertarik untuk melakukan investasi pada sukuk pemerintah? Saat ini dimana informasi bertukar dengan sangat cepat, tentunya kita dapat dengan mduah mencari informasi tentang bagaimana cara untuk melakukan investasi. Pemerintah Indonesia melalui Indonesia Stock Exchange atau dikenal dengan Bursa Efek Indonesia juga telah memberikan langkah-langkah berinvestasi dengan mengenalkan tagar #CaraNabungSaham.

Bagi kalian para milenial, kalian bisa mengetik tagar tersebut di kolom pencarian sosial media yang kalian punya. Jadi, sudah saatnya bagi kita untuk lebih pintar dalam mengelola keuangan sembari mendukung pembangunan nasional, agar Indonesia menjadi lebih baik.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa Program Studi Diploma III Akuntansi Alih Program Politeknik Keuangan Negara STAN)

LEAVE A REPLY