Kasus Laka Lantas Turun 50% Selama Mudik Lebaran di Jambi

0
44
Kecelakaan maut kembali terjadi di jalan Lintas Sumatera, tepatnya di KM 18, Desa Simpang Limbur, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Kamis (30/5/2019), sekira Pukul 15.40 WIB. Mobil Avanza yang berisikan satu keluarga berjumlah sembilan orang bertabrakan dengan mobil Truk Colt Diesel. Foto Bayhaki

Jambipos, Jambi- Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2019 di Provinsi Jambi semakin lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut antara lain tercermin dari turunnya kasus kecalakaan lalu lintas (laka lantas) di Provinsi Jambi selama Operasi Ketupat 2019, mulai H-7 Lebaran, Rabu (29/5/2019) hingga H+7 Lebaran, Rabu (12/6/2019).

Kabid Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Rabu (12/6/2019) pagi menjelaskan, peristiwa laka lantas di Jambi selama Operasi Ketupat 2019 hanya 18 kasus atau turun sekitar 50% dibandingkan laka lantas Operasi Ketupat 208 sekitar 36%.

Korban meninggal dunia akibat lakalantas selama pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jambi sebanyak enam orang, turun drastis dibandingkan tahun lalau sebanyak 20 orang. Kemudian kurban luka berat turun dari 15 orang menjadi sembilan orang dan korban luka ringan turun dari 58 orang menjadi 29 orang.

“Sedangkan kerugian materil akibat lakalantas selama arus mudik dan balik Lebaran di Jambi turun dari 275,4 juta menjadi 120,8 juta,” katanya.

Kuswahyudi Tresnadi juga menjelaskan, kasus kriminalitas selama pengamanan arus mudik dan perayaan Lebaran di Jambi tahun ini juga turun. Tindak kriminalitas selama arus mudik dan perayaan Lebaran di Jambi tahun ini tercatat 59 kasus, turun sekitar 21,33% dibanding tahun lalu sekitar 75 kasus.

Tindak kriminal yang menonjol di Jambi selama arus mudik dan perayaan Lebaran, lanjut Kuswahyudi Tresnadi ada empat jenis, yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan kendaraan bermotor (curanmor), dan penganiayaan berat.

Dijelaskan, curat yang terjadi di Jambi selama arus mudik dan perayaan Lebaran tahun ini sebanyak 16 kasus atau sama dengan tahun lalu. Namun curas turun dari enam kasus menjadi lima kasus, curanmor turun dari 23 kasus menjadi sembilan kasus dan penganiayaan berat turun dari 11 kasus menjadi satu kasus.

“Secara menyeluruh, susasana keamanan dan ketertiban masyarakat di Jambi selama arus mudik dan balik Lebaran serta perayaan Lebaran cukup kondusif. Tak ada gangguan yang bersifat anarkis dan bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) di Jambi selama perayaan Lebaran/Idulfitri,” katanya.(JP-SP)

LEAVE A REPLY