Pedagang Daging Babi Minta Difasilitasi Lapak di Pasar Angso Duo Jambi

0
244
JOROK: Kondisi eks Pasar Lopak daging Babi di Pasar Angso Duo Kota Jambi yang kondisinya jorok dan reot memprihatinkan kini sudah rata dengan tanah. Lapak hak guna pakai dibayar Rp 2,5 juta dengan retribusi Rp 56 ribu per bulan. Dari awal 35 pedagang daging babi eks di sana, kini kehilangan lapak di Pasar Angso Duo Jambi yang baru karena tak difasilitasi oleh pihak PT EBN selaklu pengelola Pasar Angso Duo Jambi yang baru. Foto Dok Asenk Lee Saragih.

Minta Pemprov Jambi Fasilitasi Pedagang

Jambipos, Jambi-Sebanyak 35 pedagang daging babi eks Pasar Angso Duo Jambi yang sudah dibongkar meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk menfasilitasi lapak berjualan di Pasar Angso Duo Jambi yang baru yang dikelola oleh PT Era Guna Nusa (EBN). Sejak dibongkarnya Pasar Angso Duo Jambi lama, sebanyak 35 pedagang daging babi kehilangan lapak berjualan.

Ali Ayong (40) salah seorang pedagang daging babi di eks Pasar Lopak Angso Duo, Kota Jambi kepada Jambipos, Jumat (14/6/2019) pagi mengatakan, kini sebanyak 35 pedagang daging babi yang dulunya menempati Pasar Lopak Angso Duo, Kota Jambi, kehilangan lapak atau kios berjualan.

“Sejak Pasar Angso Duo Kota Jambi dikelola oleh pihak swasta, kami tak ada kios atau lapak berjualan. Tidak ada difasilitasi pihek pengelola. Padahal kami siap menyewa seperti pedagang yang lain. Padahal kios-kios di Pasar Angso Duo yang baru itu masih banyak yang kosong, namun untuk kami berdagang daging babi ini tidak ada,” ujar Ali mengeluh.

Ali juga menyebutkan, guna menyambung usaha dagangnya, kini sebagaian pedagang daging babi menjual daging dengan sembunyi-sembunyi di jalan menuju pasar Angso Duo Jambi. Daging yang dijualpun sudah ada dalam plastik.

Ali juga meminta wakil mereka di DPRD Provinsi Jambi (Budiyatko-Fraksi Gerindra) untuk bisa menyuarakan soal ketersampingan sebantak 35 pedagang daging babi yang kini kehilangan lapak di Pasar Angso Duo Kota Jambi.

Sementara Aman Liem, pedagang daging babi lainnya mengatakan, ada sebanyak 35 orang pedagang eks Pasar Lopak Agso Duo Jambi kini kehilanhgan mata pencaharian.

“Saat kami menempati Pasar Lokpak Angso Duo Jambi yang lama, kebersihan tak terjaga, kondisi lantai lapak becek, dinding lapak kropos, atap lapak bocor. Lapak ini hak guna pakai dengan bayar dulu Rp 2,5 juta. Kemudian retribusi Rp 56 ribu sebulan. Namun hingga dibongkar kondisi lapak kami memprihatinkan. Dari 35 pedagang daging babi kini kehilangan lapak,” ujar Aman Liem.

Menurut Aman Liem, sejak tahun 1999 mereka secara resmi berjualan daging babi di pasar tradisional Angso Duo Kota Jambi.

Sementara dari penelusuran Jambipos, Jumat (14/6/2019) subuh, memang tidak ditemukan ada lapak atau kios penjual daging babi di Pasar Angso Duo Kota Jambi yang baru, seperti yang ada pada  Pasar Lopak Angso Duo, Kota Jambi yang lama.

Kemudian Jambipos mencari tahu lokasi penjual daging babi, dan ditemukan dipinggir jalan keluar dari Pasar Angso Duo Kota Jambi. Pedagang menjual daging babi dengan menggunakan motor dan dagingnya sudah dimasukkan dalam plastik dengan ukuran 1/2Kg hingga 1Kg.

Sementara Derlina, warga Kelurahan Kebun Handil, Jelutung Kota Jambi kepada Jambipos mengatakan, seharusnya Pemprov Jambi melalui pengelola Pasar Angso Duo Kota Jambi memfasilitasi seluruh pedagang seperti pada Pasar Angso Duo Jambi yang lama.

“Penjual daging babi kini kesulitan untuk menjual dagangannya karena tak ada lapak yang resmi. Sementara konsumen juga kesulitan untuk memperoleh daging babi di Pasar Angso Duo Jambi. Sebaiknya pengelola pasar ini menfasilitasi pedagang daging babi ini dengan tempat yang khusus di lokasi pasar. Saya lihat masih banyak lapak yang kosong di Pasar Angso Duo Jambi yang baru ini. Semua harus difasilitasi, jangan ada diskrimimasi kepada pedagang,” ujar Derlina.

Jambipos mencoba mengkonfirmasi berita ini kepada Humas PT EBN, Asari Syafeii lewat pesan surat elektronik ke akun social media (Fb) Asari Syafeii, Jumat (14/6/2019) sekira Pukul 10.10 WIB.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada balasan dari pesan singkat yang dikirimkan Jambipos tersebut.

Pedagang Menyesal

Pedagang Pasar Induk Tradisional Angso Duo Jambi yang baru menyesalkan pengelolaan pasar yang baru diresmikan itu dikelola pihak swasta yakni PT Era Guna Nusa (EBN). PT EBN pernah dipinalti denda Rp 7,5 Miliar karena keterlambatan pembangunannya.

Maskur, seorang pedagang ikan segar di Pasar Angso Duo Baru kepada Jambipos, Jumat pagi mengatakan, pihaknya harus membeli lapak berukuran 2×1,5 meter dengan harga Rp 20 Juta. Bahkan pedagang diharuskan bayar lunas jika ingin memiliki lapak.

Disebutkan, lapak ikan segar itupun belum dilengkapi fasilitas, seperti sarana untuk berjualan dan bak penampungan ikan sementara. Lapak hanya kosong persegi. “Kita menyesal kenapa mesti dikelola swasta pasar ini. Pemerintah harusnya mampu,” ujar Maskur.

Sebelumnya, Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar, M.Hum pernah meminta PT EBN selaku pihak ketiga yang melakukan pembangunan Pasar Angso Duo yang baru, segera membenahi fasilitas-fasilitas yang ada di Pasar Angso Duo.

Diketahui Pasar Angso Duo yang lama saat ini semuanya telah dibongkar, nantinya akan dibangun sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan menjadi salah satu icon bagi Provinsi Jambi.

Adendum PT EBN

Sebelumnya, Asisten II Sekda Provinsi Jambi Bidang Perekonomian dan Pembangunan Agus Sunaryo membacakan adendum antara  pihak pertama Pemrov Jambi dan pihak kedua PT Eraguna Bumi Nusa sepakat untuk melakukan perubahan dan penambahan klausul perjanjian kerja sama nomor 06/PK-GUB/PU/2014 dan nomor 008/VI/EBN/PKS/2014 tanggal 9 Juni 2014 tentang Pembangunan dan Pengelolaan Pasar Angso Duo Baru dengan pola Bangun Guna Serah.

Isi adendum yang disampaikan pihak Pemrov Jambi:

Dokumen DED dan DED Revisi yang telah disahkan oleh OPD terkait Dinas PUPR Provinsi Jambi, PT EBN membayar seluruh denda keterlambatan yang telah dihitung oleh pihak Dinas PUPR Provinsi Jambi, Pengelolaan Pasar Angso Duo Baru disesuaikan dengan HGB yaitu selama 20 tahun.

Dalam jangka waktu pengoperasian, hasil Bangun Guna Serah atau Bangun Serah Guna harus digunakan langsung untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi pemerintah pusat/daerah paling sedikit 10 persen. Penghitungan ulang terhadap nilai kontribusi diserahkan kepada Bekeuda (Badan Keuangan Daerah) Provinsi Jambi, Pendapatan parkir selama izin pengelolaan dibagi ke Pemrov Jambi sebanyak 20 persen.

Adendum yang disampaikan dari pihak PT EBN:

Besarnya biaya pembangunan yang semula Rp146,1 miliar menjadi Rp176,6 miliar. Pembangunan Pasar Angso Duo Baru palaing lama bulan Januari tahun 2019 telah mencapai 100 persen. Agar dilakukan penyerahan pengelolaan Block (A,B,C) yang sudah selesai ke PT EBN.

Pasal 41 direvisi ,pengelolaan pakir oleh PT EBN dengan pembagian hasil parkir 60 persen untuk PT EBN, 20 persen untuk Pemerintah Provinsi Jambi, dan 20 persen untuk Pemerintah Kota Jambi setelah dikurang biaya operasional.

Turut serta pada kesempatan ini, perwakilan dari Biro Pembangunan dan Kerjasama Setda Provinsi Jambi, Kepala Biro Pengelolaan Barang Milik Daerah Provinsi Jambi Riko Febrianto, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jambi, Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi Jambi Johansyah, Kadis Perindag Provinsi Jambi, Ariansyah, para OPD terkait dan pihak PT EBN serta para undangan lainnya.(JP-Asenk Lee)

LEAVE A REPLY