Rapat Tim Panja Kelapa Sawit Komisi XI DPR RI di Jambi

0
119
Anggota Tim Panja Kelapa Sawit Komisi XI DPR RI, diantaranya Hj Dra Elviana MSi, Marsiaman Saragih SH melakukan rapat bersama dengan Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Staf Ahli Gubernur Jambi, Kadisbun Provinsi Jambi dan Kabupaten, Jajaran Kementrian Keuangan, Perbankan dan Perwakilan Petani Sawit Jambi di Hotel Aston Jambi, Jumat (28/6/2019). IST

Jambipos, Jambi-Anggota Tim Panja Kelapa Sawit Komisi XI DPR RI, diantaranya Hj Dra Elviana MSi, Marsiaman Saragih SH melakukan rapat bersama dengan Direktur Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Staf Ahli Gubernur Jambi, Kadisbun Provinsi Jambi dan Kabupaten, Jajaran Kementrian Keuangan, Perbankan dan Perwakilan Petani Sawit Jambi di Hotel Aston Jambi, Jumat (28/6/2019).

Menurut Elviana yang  juga Ketua Rombongan Panja Kelapa Sawit Komisi XI ini  mengatakan dana  hibah Rp 25 Juta per hektar maksimal 4 hektar per KK ternyata banyak kendalanya. Tim Panja Komisi XI DPR RI berkomitmen untuk mencari solusinya sehingga program replanting sawit dengan dana hibah ini sukses khususnya di Jambi.

Disebutkan, BPDPKS merupakan unit organisasi non eselon di lingkungan Kementerian Keuangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Perbendaharaan.

BPDPKS bertugas untuk melaksanakan pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit baik dana pengembangan maupun dana cadangan pengembangan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan, dan berdasarkan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus fokus melakukan peremajaan kelapa sawit dalam upaya peningkatan produktivitas. Melalui peremajaan, tanaman di atas berusia 25 tahun yang hanya bisa menghasilkan 2,5 ton crude palm oil (CPO) per hektar, diharapkan bisa meningkat menjadi delapan ton CPO per hektar.

Sementara Marsiaman Saragih menambahkan, salah satu provinsi yang menjadi prioritas dalam peremajaan kelapa sawit adalah Jambi. Rekomendasi Kementan untuk bantuan dana peremajaan kelapa sawit di Jambi sampai saat ini sudah berhasil mencairkan dana peremajaan untuk lahan seluas total 889,7 ribu hectare pada tahun 2018 lalu.

Disebutkan, jika dinominalkan, total dana Rp 22,2 miliar sudah dikucurkan pada tahun 2018 yang diterima lima koperasi khusus untuk Kabupaten Merangin, Kabupaten Muarojambi, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Rinciannya adalah kelompok tani KUD Hitam Jaya Kabupaten Merangin seluas 139,18 hektare, kelompok tani KUD Sarana Makmur Kabupaten Merangin seluas 222 hektare, kelompok tani KUD Tani Makmur Kabupaten Merangin seluas 190 hektare, kelompok tani KUD Tandan Buah Segar Kabupaten, Muarojambi seluas 167,75 hektare, kelompok tani KUD Sawit Kita Kabupten Tanjung Jabung Barat seluas 171,7 hektare.

Khusus untuk Kabupaten Muarojambi, dilakukan peremajaan seluas 167,75 hektare dengan nilai bantuan Rp 4,1 miliar. Mereka yang menerima bantuan sudah memenuhi kriteria termasuk harus tergabung dalam Kelompok Tani, Gapoktan, Koperasi dan kelembagaan lainnya, serta kriteria lain yang sudah ditentukan.

Peremajaan kelapa sawit merupakan penggantian tanaman sawit yang sudah berusia di atas 25 tahun. Penggantian dilakukan terhadap tanaman milik petani atau perkebunan rakyat dengan tanaman yang baru. Biaya peremajaan ditanggung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPBDKS).

Jambi menjadi salah satu provinsi yang menerima dana dari BPBDKS. Badan yang dikelola oleh Kementerian Keuangan tersebut menghimpun dana dari ekspor CPO yang harganya telah melebihi 750 dolar AS per metric ton, dengan pungutan sebesar sebesar 50 dolar AS per metric ton. Dana tersebut tidak menjadi bagian yang dibebankan pada harga tandan buah segar (TBS) yang dibayarkan kepada petani.

Terpisah, Gubernur Jambi Fachrori Umar menjelaskan, subsektor perkebunan merupakan andalan Provinsi Jambi. Setidaknya, terdapat 660ribu kepala keluarga (KK) petani yang berusaha di komoditi perkebunan dengan total luasan mencapai 168 juta hektar.

Peran perkebunan untuk Provinsi Jambi ditunjukkan dengan sumbangannya terhadap produk domestik regional bruto (PRDB) dengan rata-rata 18,36 persen per tahun. Kalau dirupiahkan, kontribusinya tiap tahun mencapai lebih dari Rp 31,62 triliun.

Kata Fachrori, di Jambi, terdapat 789 ribu hektare lahan sawit dengan 578 ribu hektare diantaranya adalah sawit rakyat. Dari jumlah itu, ada 63 ribu yang perlu diremajakan.(JP-Asenk Lee)

 

LEAVE A REPLY