Kalah Bersaing dengan Lawan, Apakah Salah Manajemen?

0
91
Amelia Rahmadhany

By: Amelia Rahmadhany 

Jambipos-Salah satu perusahaan aplikasi ojek online produk lokal di Indonesia merasa takut dan khawatir akan persainganya dengan aplikasi ojek online dari produk luar. Hal ini dikarenakan permintaan konsumen akan penggunaan aplikasi tersebut dinilai mulai menurun secara terus-menerus. Tak tinggal diam, pihak manajemen perusahaan berusaha untuk menanggapi hal tersebut.

Manajemen memutuskan untuk menurunkan tarif layanan ojek itu sendiri yang sebenanrnya Rp 2000/ KM menjadi Rp 2000/ Km. Keputusan mereka ini justru mendapatkan kritik yang pedas dari para pekerja ojek daring bahwa mereka tidak setuju dengan keputusan ini dan menganggap ini merupakan kesalahan dari manajemen.

Manajemen masih berusaha meyakinkan para pekerja ojek daring untuk menerima keputusan ini untuk mengembalikan permintaan yang terus menurun tersebut. Manajemen akhirnya bingung dalam menanggapi penurunan permintaan konsumen ini. Seperti 2 sisi mata uang, jikalau mereka menurunkan tarif dari ojeknya maka akan memberatkan si tukang ojek dan menurunkan pendapat mereka.

Sedangkan jika mereka tidak menurunkan tarif layanan, mereka khawatur nantinya pelanggan mereka akan semakin menurun dan akan terus menurun karena berpindah ke aplikasi ojek online yang lain. Tentu hal ini meresahkan juga bagi para pekerja ojek daring.

Sebagai kesatuan manajemen organisasi, apakah hal tersebut merupakan kesalahan dari manajemen pemasaran? Atau malah dari Manajer Operasional?

Seorang manajer harus bisa mengatasi segala macam perubahan yang ada di dalam organisasi. Termasuk kendala dalam kasus ini. Kasus ini bisa saja penyebabnya berasal dari Manajemen Pemasaran ataupun dari Manajemen Pelayananya itu sendiri.

Manajer harus bisa mengetahui apa yang menjadi penyebab permintaan konsumen menurun pada aplikasinya. Setelah mengetahui penyebab dari permasalahan ini, manajer akan berusaha memperbaiki permasalahan ini baik dalam internal perusahaan ataupun mencoba untuk memperbaiki dari eksternal perusahaan.

Berdasarkan pengamatan saya sebagai konsumen, hal ini dikarenakan pesaing memberikan berbagai macam voucher diskon kepada pelanggan, sehingga pelanggan merasa tertarik untuk mendapatkan voucher tersebut dan berpindah dari aplikasi ojek online lokal ke aplikasi ojek online yang baru.

Penawaan voucher diskon yang terus menerus akhirnya membuat konsumen menghapus aplikasi lama dan berpindah pada aplikasi yang memberikan banyak voucher tersebut.

Dilihat lebih dalam lagi, ini bukan merupakan kesalahan manajemen. Manajemen aplikasi ojek online ini telah memberikan inovasi yang sangat baik kepada para pengguna aplikasi tersebut, yaitu dengan segala kemudahan-kemudahan dalam transaksinya. Tapi hal ini merupakan permasalahan permodalanya.

Permodalan aplikasi sebelah mendapatkan bantuan modal yang cukup besar untuk menarik pelanggan lawan menuju ke aplikasinya dan pada tujuan akhirnya akan menjadi satu-satunya aplikasi ojek online yang bertahan dalam masyarakat atau menjadi monopoli di perdagangan Indonesia.

Padahal kalau dilihat lagi, aplikasi ini merupakan aplikasi asli buatan anak Indonesia atau disebut produk lokal, sedangkan aplikasi pesaing merupakan produk luar. Tentu kita sebagai masyarakat Indonesia tidak mau jika produk dalam negeri kita kalah ddengan produk asing yang berada di negara kita sendiri.

Hal seperti ini bukanlah lagi ranah manajemen dalam pengambilan keputusan. Tetapi pemerintah lah yang harus mengambil tindakan pada persaingan dagang ini. Yang jika dibiarkan terus menerus akan berakibat tidak sehatnya persaingan dan menggerus produk dalam negeri.

Sehingga keputusan pemerintah dalam melarang adanya diskon-diskon pada aplikasi tersebut sudah sangat tepat dan efektif apabila keduanya menjalankan larangan dari pemerintah tersebut.

Dengan begitu, manajemen aplikasi ojek lokal ini tidak perlu lagi kebingungan untuk menurunkan tarifnya. Karena itu berakibat pada pergeseran permintaan yang tidak baik bagi pekerja ojek online sendiri.

Dengan regulasi pemerintah yang tepat, akan membawa kedua aplikasi ini bersaing secara sehat. Selian itu, produk lokal Indonesia akan tetap terjaga dan tidak kalah saing dengan produk luar.

Manajemen tidak selalu menajadi momok yang harus disalahkan dalam suatu kendala dalam organisasi. Banyak hal-hal di luar kendali manajemen yang tidak bisa dikendalikan oleh manajer maupun anggota karyawanya. Dan pada saat inilah, kebijakan dan peraturan pemerintah sangat diperlukan.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa PKN STAN)

LEAVE A REPLY