Menjadi Pemimpin Yang Berkredibilitas dan Dapat Dipercaya

0
164
ILUSTRASI-Capres nomor urut 01 Joko Widodo tiba di atas panggung saat menghadiri Konser Putih Bersatu #BarengJokowi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/04/2019). ANTARA FOTO/Ismar Patrizki/hp.

Oleh: Zahira Sofilauni

Jambipos-Pemimpin adalah seseorang yang bertanggung jawab akan keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan. Kredibilitas yang tinggi tentu sangat diperlukan seorang pemimpin dalam melakukan berbagai kegiatan manajerial dalam organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya. Para karyawan tentu akan mengikuti dan mematuhi kebijakan, aturan, dan perintah pemimpin yang memiliki kredibilitas tinggi dengan baik, dan sebaliknya.

Kredibilitas merupakan tingkatan penilaian karyawan terhadap seseorang sebagai orang yang jujur, kompeten dan dapat memberikan inspirasi kepadanya. Konsep kredibilitas sangat berkaitan dengan kepercayaan. Rasa percaya dapat diartikan sebagai keyakinan seseorang atas integritas, karakter, dan kemampuan seorang pemimpin dalam memimpin. Bawahan yang memiliki kepercayaan kepada pemimpinnya tentu bersedian menerima perbuatan pimpinan mereka karena ada keyakinan hak dan kepentingan mereka tidak akan disalahgunakan.

Di lingkungan yang tidak pasti pada masa kini, pertimbangan penting untuk para pemimpin adalah membangun kredibilitas dan rasa percaya karyawan atau bawahannya.

Penelitian telah mengidentifikasi lima dimensi yang mendasari rasa percaya seseorang terhadap pemimpinnya      :

  • Integritas

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), Integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Integritas seringkali dikaitkan dengan kejujuran dan kebenaran.

Komponen utama dalam kredibilitas adalah kejujuran. Survei menunjukkan bahwa kejujuran selalu terpilih sebagai karakteristik nomor satu dari pemimpin yang dikagumi. Jika seseorang ingin mengikuti atau mematuhi orang lain dengan kemauannya sendiri, hal yang paling utama adalah mereka ingin meyakinkan diri mereka bahwa orang itu pantas untuk dipercaya.

Seseorang yang berintegritas tentu akan melakukan pekerjaannya dengan jujur, baik dalam tulisan, perkataan dan perbuatannya. Kejujuran merupakan komponen utama dalam membentuk kepercayaan seseorang terhadap orang lainnya. Apabila seseorang sekali saja melakukan ketidakjujuran atau kecurangan, mungkin akan sulit untuk kembali mendapat kepercayaan dari orang lain. Karena itu, sangat diperlukan integritas yang tinggi untuk menjadi pemimpin yang dapat dipercaya.

  • Kompetensi

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu); kemampuan menguasai gramatika suatu bahasa secara abstrak atau batiniah. Dalam dunia manajerial, kompetensi berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan teknis serta keterampilan antar pribadi. Seorang pemimpin seharusnya memiliki ilmu pengetahuan yang luas terutama yang berkaitan langsung dengan proses operasional organisasi atau perusahaan yang dijalankannya.

Selain pengetahuan teori, seorang pemimpin tentu juga harus memiliki kemampuan praktik yang baik dan benar. Kemampuan berinteraksi dan berhubungan sosial dengan orang lain pun menjadi kompetensi yang tak kalah penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Tiap tingkatan manajer baik tingkat atas, tengah, maupun bawah harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.

  • Konsistensi

Seseorang yang konsistensi dapat diartikan sebagai seseorang yang dapat diandalkan, dapat diprediksi, dan penilaian yang baik dalam menangani situasi. Salah satu tugas pemimpin adalah melakukan pengambilan keputusan dalam tiap masalah atau problematika yang dihadapi perusahaan atau organsisasinya. Seorang pemimpin harus dapat mengambil keputusan dalam segala permasalahan dengan baik dan tepat, searah dengan arah dan tujuan organisasi. Seorang pemimpin harus dapat mencari solusi yang terbaik dalam setiap problematika dalam organisasi atau perusahaan yang dipimpinnya.

  • Loyalitas

Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), loyalitas merupakan kepatuhan atau kesetiaan. Loyalitas dalam manajerial berkaitan dengan kemauan untuk melindungi seseorang, baik secara fisik maupun emosi. Karyawan yang merasa keamanan hak dan kepentingannya terjamin oleh pemimpin, tentu akan memiliki kepercayaan yang baik terhadap pemimpinnya.

  • Keterbukaan

Keterbukaan merupakan sikap dalam hal mau berbagi ide dan informasi. Ide atau gagasan karyawan harus diperhatikan dan ide atau gagasan pemimpin pun harus diketahui oleh karyawan. Segala informasi pun harus terbuka untuk seluruh pihak yang berkepentingan.

Penelitian telah membuktikan bahwa rasa percaya di dalam kepemimpinan itu sangat berhubungan dengan hasil kerja yang positif, termasuk kinerja, perilaku kewargaan organisasi, kepuasan kerja dan komitmen terhadap organisasi.

Di masa kini, keefektifan manajerial dan kepemimpinan sangat bergantung dengan kemampuan untuk memperoleh kepercayaan dari bawahan. Para pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membangun rasa percaya para karyawannya, serta pemangku kepentingan orgnasisasi lainnya seperti investor, pemasok ataupun pembeli (konsumen).(JP-Penulis Adalah mahasiswi PKN STAN (D III Akuntansi)

LEAVE A REPLY