Dampak Kemarau, Ratusan Hektare Tanaman Pangan di Kota Jambi Terancam Gagal Panen

0
95
ILUSTRASI-Tanaman padi sawah milik petani Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi tepatnya di Jalan baru Sijenjang Jambi Timur, Rabu (10/7/2019). Foto Asenk Lee Saragih.

Jambipos, Jambi- Sedikitnya 700 hektare (ha) tanaman pangan di Kota Jambi terancam gagal panen menyusul musim kemarau yang melanda kota itu. Bila hujan tidak turun di Kota Jambi hingga akhir Juli ini, sebagian besar tanaman pangan, baik padi dan sayur-sayuran atau palawija di kota itu gagal panen. Para petani di Kota Jambi saat ini berusaha menyelamatkan tanaman mereka dengan cara menyiram menggunakan mesin pompa air.

Junari (50), petani sayur-sayuran di kawasan Palmerah Lama, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Rabu (10/7/2019) mengatakan, para petani sayur di kawasan sentra sayur-mayur itu kini mengandalkan pompa air untuk menyelamatkan tanaman mereka dari ancaman kekeringan.

“Sumber air petani saat ini berasal dari sungai dan embung atau kolam air yang ada di kebun. Jika kemarau masih terjadi di Kota Jambi hingga sepekan lagi, pasokan air dari sungai dan embung akan habis. Hal tersebut membuat tanaman sayur kami terancam gagal panen,”katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Damiri di Kota Jambi, Kamis (11/7/2019) menjelaskan, para petani tanaman pangan di Kota Jambi, baik tanaman padi dan palawija atau sayur-sayuran, terimbas musim kemarau karena mereka masih melakukan penanaman ketika curah hujan masih sedang sejak satu bulan lalu.

“Bila kemarau masih berlanjut hingga beberapa pekan mendatang, tanaman petani akan mengalami kekeringan. Masalahnya sumber air di beberapa areal pertanian berkurang akibat kemarau. Namun hingga kini belum ada laporan petani terkait lahan pertanian yang gagal panen,”katanya.

Dikatakan, luas areal pertanian tanaman padi yang terancam gagal panen di musim kemarau tahun ini mencapai 700 ha. Tanaman padi tersebut tersebar di Kecamatan Telanaipura sekitar 102 ha, Jambi Timur (368 ha), Pelayangan (132 ha), Danauteluk (122 ha), Kecamatan Alambarajo (enam hektare) dan Danausipin (satu hektare).

“Sebagian besar sawah di Kota Jambi itu mengandalkan air Sungai Batanghari sebagai sumber irigasi. Namun beberapa pekan terakhir, debit Sungai Batanghari terus berkurang akibat kemarau. Kondisi tersebut membuat pasokan air ke sawah petani berkurang,”katanya.

Menurut Damiri, untuk membantu petani mengatasi dampak kemarau, pihaknya menyiapkan bantuan enam unit mesin pompa air. Mesin pompa air tersebut dapat menyedot air dari Sungai Batanghari ke areal sawah para petani. Para petani bisa meminjam pompa tersebut secara bergiliran. Peminjaman mesin pompa air tersebut bisa dilakukan melalui kelompok tani.

“Selain itu kami juga meminta para petani membuat sumur dan embung di sekitar areal pertanian mereka agar lebih mudah mendapatkan sumber air,”katanya.(JP-SP)

LEAVE A REPLY