Gudang Terbakar, Perdagangan BBM Ilegal di Jambi Terbongkar

0
139
Sebuah gudang penampungan minyak yang diduga Ilegal yang berada di kawasan Jalan Yos Sudarso RT, 06 Sijinjang Luar,  Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, habis terbakar sekira Pukul 12.00 WIB, Rabu(10/07/2019). Tampak gudang yang terbakar tersebut mengeluarkan kepulan asap hitam, dan  untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.IST

Jambipos, Jambi-Praktik perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di Kota Jambi kembali terbongkar menyusul terbakarnya gudang penyimpanan BBM ilegal di kawasan Kelurahan Sijenjang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Rabu (10/7/2019).

Jumlah BBM yang terbakar di lokasi penyimpanan BBM ilegal tersebut mencapai 9.000 liter. Turut terbakar di lokasi penyimpanan BBM ilegal tersebut, satu unit mobil tangki dan enam unit genset. Sedangkan pemilik usaha di gudang BBM illegal tersebut, BB (40), kabur ketika gudang minyak tersebut terbakar.

Kapolresta Jambi, Komisaris Besar (Kombes) Pol Dover Christian di Jambi, (10/7/2019) menjelaskan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Jambi masih memburu pemilik gudang penyimpanan BBM ilegal tersebut. Pemilik gudang BBM ilegal, BB tersebut diperkirakan masih berada di wilayah Jambi.

“Pemilik gudang BBM ilegal di Sijenjang yang kabur setelah gudangnya terbakar masih terus kami buru. Pemilik gudang tersebut diperkirakan masih berada di wilayah Jambi. Sedangkan beberapa saksi dari pihak pegawai gudang dan warga masyarakat sekitar sudah kami mintai keterangan. Namun belum ada tersangka dalam kasus ini,” katanya.

Dijelaskan, gudang BBM yang menyimpan 45 drum berisi sekitar 9.000 liter BBM jenis solar dan bensin di kawasan Sijenjang, RT 6, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi terbakar Rabu (10/7/2019). Seluruh BBM, satu unit mobil tangki dan enam unit genset yang berada di gudang tersebut hangus terbakar. Mobil tangki minyak yang terbakar di lokasi kejadian berlogo PT Putra Gajah Mada Perkasa (PGMP).

“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Kerugian akibat kebakaran gudang BBM tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tiga unit mobil truk bak terbuka yang dimodifikasi menjadi mobil tangki yang ditemukan petugas di lokasi gudang BBM ilegal tersebut kami amankan,” katanya.

Dover menyatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara gudang penyimpanan BBM ilegal tersebut tidak memiliki izin. Selama ini gudang tersebut dijadikan lokasi penimbunan BBM secara ilegal.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Operasional Dinas Pemadam Kebaklaran Kota Jambi, Rinno mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran untuk menangani kebakaran gudang penyimpanan BBM ilegal tersebut.

“Kebakaran gudang BBM ilegal trersebut juga merembet ke beberapa unit rumah dan bangunan di sekitarnya. Pemadaman kebakaran tersebut sangat sulit karena gudang tersebut menyimpan minyak yang cukup banyak. Api baru padam setelah pemadaman berlangsung sekitar dua jam,” katanya.

Secara terpisah, Yessi (35), pemilik gudang plastik di sebelah gudang BBM yang terbakar tersebut mengatakan, gudang BBM ilegal tersebut sudah beroperasi satu tahun. Gudang tersebut sering disinggahi mobil-mobil tangki BBM. BBM yang dibongkar di gudang tersebut diduga BBM hasil produksi penambangan minyak ilegal (illegal drilling).

“Lokasi gudang BBM ilegal yang terbakar tersebut milik kami yang kami sewakan kepada BB. Kami sudah sering meminta agar BB tidak membongkar muat dan menyimpan BBM di lokasi tersebut karena khawatir terjadi kebakaran. Namun permintaan kami tidak pernah digubris BB,” katanya.(*)

Sumber: Suara Pembaruan

LEAVE A REPLY