Jadi Muncikari, Mahasiswi Asal Jambi di Sleman Terjerat Prostitusi Daring

0
105
Ilustrasi prostitusi online. ( Foto: BeritaSatu Photo/Danung Arifin )

Jambipos, Yogyakarta- Seorang mahasiswi asal Jambi berinisial AL (22) diamankan petugas dari sebuah hotel di daerah Nologaten, Condongcatur, Depok, Sleman, terkait kasus prostitusi dalam jaringan (daring) saat Operasi Pekat Progo 2019. Mahasiswi yang bertindak sebagai muncikari tersebut, memasarkan pekerja seks melalui media sosial, Twitter.

Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Sleman, Ipda Apfryyadi Pratama, saat jumpa pers, Selasa (9/7/2019) memaparkan, pihaknya tengah melaksanakan tugas Operasi Pekat Progo 2019 dan melakukan pemantauan di media sosial, Twitter. Dari media sosial itu, ia mendapat informasi ada akun Twitter yang menawarkan jasa prostitusi, beserta mencantumkan foto perempuan dan harga yang sudah ditentukan.

Tertulis informasi, satu kali transaksi dikenakan tarif Rp 500.000 per satu jam. “Di sana juga dicantumkan nomor telepon si muncikari yang dapat dihubungi jika ada yang berminat,” jelasnya.

Pihaknya melakukan penelusuran dan mendapatkan informasi bahwa muncikari tersebut melaksanakan transaksi di sebuah hotel di wilayah Nologaten pada 24 Juni 2019. Kepolisian pun langsung melakukan penggerebekan dan bersamaan dengan itu dilakukan penangkapan terhadap muncikari yang juga masih berada di dalam hotel.

Dari penangkapan itu, kepolisian menyita barang bukti handphone yang digunakan muncikari, alat kontrasepsi, dan uang tunai Rp 600.000. “Dalam transaksi itu, pelaku muncikari mendapatkan bagian Rp 100.000. Dari keterangan pelaku, ia baru pertama kali beraksi. Umur akun Twitter-nya baru dua jam,” ujarnya.

Ipda Apfryyadi mengatakan, muncikari ini hanya mempekerjakan satu orang pekerja seks. Foto perempuan yang dicantumkan di media sosial sama dengan yang dipekerjakannya. Atas kasus tersebut, petugas menahan AL dan dijerat UU ITE tentang muatan informasi yang melanggar kesusilaan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo, menambahkan, keberhasilan pengungkapan ini berdasarkan upaya patroli siber. “Kami akan terus melakukan patroli cyber dan memantau akun-akun seperti ini. Kalau ada temuan, pasti akan kita lakukan penindakan,” ujarnya.(*)

Sumber: Suara Pembaruan

LEAVE A REPLY