System Zonasi, Mengolah Sumber Daya Manusia Sejak Dini

0
103
ILUSTRASI-Verifikasi Online PPDB system zonasi di SMPN 14 Kota Jambi, Selasa (2/7/2019). Foto Asenk Lee Saragih

Oleh: Vega Pratiwi

Jambipos-Era pendidikan dari masa ke masa sudah semakin canggih karena perkembangan teknologi yang semakin pesat. Dahulu pada saat ingin mendaftar ke sekolah yang lebih tinggi, menggunakan system manual saat pendaftaran dan hanya melibatkan nilai murni dari ujian nasional.

Saat ini, teknologi berkembang dimulai dari pendaftaran manual menjadi pendaftaran online dan hingga banyak perubahan yang dilakukan dalam system pendidikan. Tahun 2019 sistem pendidikan untuk tingkatan SD, SMP, dan SMA mulai menggunakan system zonasi.

Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa system zonasi adalah usaha pemerintah untuk mewujudkan keadilan dan pemerataan dalam pendidikan. Sebab, dengan adanya system ini tidak ada lagi pembedaan sekolah berdasarkan nilai dan prestasi. System zonasi ini lebih tertuju ke pemerataan pendidikan tetapi banyak yang tidak setuju dengan system ini.

Segala kebijakan pemerintah pasti ada dampak positif dan negative nya. Berkaca dari masalah system zonasi ini, lebih banyak masyarakat menentang kebijakan pemerintah yang satu ini. Terutama dikalangan remaja SMP yang ingin melanjutkan pendidikan ke SMA.

Banyak remaja lulusan SMP ini mengeluh karena banyak yang rumahnya jauh dari SMA Negeri dan tidak mampu untuk menanggung biaya SMA Swasta. Mereka banyak yang merasa usaha nya selama ini dalam belajar itu sia-sia karena system zonasi ini lebih mengutamakan jarak dari rumah ke sekolah daripada hasil prestasi siswa.

Menurut saya pribadi, system zonasi ini tidaklah salah dan pemerintah menerapkan system ini untuk tujuan yang baik. Segi positif dari system ini adalah ketika dihapusnya sekolah-sekolah yang menyandang gelar “Sekolah Favorite”, status sekolah menengah pertama (SMP), menengah atas (SMA) adalah sama. Ini bisa menjadikan tahap awal untuk membentuk Sumber Daya Manusia yang lebih baik.

Ketika orang-orang yang berprestasi tinggi dengan yang berprestasi menengah dapat disatukan dengan tidak membedakan sebuah prestasi, ini dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia yang semakin baik lagi karena mereka akan membaur dan saling melengkapi untuk menjadi generasi yang lebih baik.

Dan untuk masyarakat yang sempat menolak system zonasi ini sekarang sudah mulai mereda dan sudah dapat menerima system ini. Walaupun saat ini untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tidak menggunakan system prestasi melainkan menggunakan system zonasi, tetap saja para pelajar harus terus berlomba-lomba untuk meraih prestasi.

Janganlah malas belajar hanya karena perubahan system tersebut yang membuat berfikir “untuk apa belajar, kan nilai Ujian Nasional tidak diperhitungkan” tapi berfikirlah bahwa ini adalah awal untuk menjadikan Sumber Daya Manusia kita lebih baik lagi.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa Program D III Akuntansi PKN STAN)

LEAVE A REPLY