Pengendalian Organisasi Lintas Budaya

0
106
Gemulai Tarian Batak Simalungun saat Pesta Danau Toba belum lama ini. Foto Asenk Lee Saragih

Oleh: Alif Satrio

Jambipos-Organisasi adalah kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan. Bentuk organisasi dapat berupa pemerintahan, kelompok masyarakat, perusahaan dan sebagainya. Dalam suatu organisasi, mereka melakukan pekerjaan yang telah dibagi untuk mencapai tujuan bersama.

Untuk mencapai tujuan bersama tersebut, suatu organisasi pasti melakukan proses manajemen. Tahap awal dari proses manajemen adalah perencanaan, selanjutnya adalah mengatur, lalu memimpin, dan tahap akhir dari proses ini adalah pengawasan atau pengendalian. Pengendalian merupakan tahap yang krusial karena tahap ini memastikan bahwa semua tindakan yang dimulai dapat benar-benar terlaksana atau tidak.

Robbins & Coulter (2016:162) mengatakan bahwa pengendalian adalah proses memantau, membandingkan, dan mengoreksi kinerja. Manajer atau pemimpin sangat perlu melakukan pengendalian, karena meskipun pekerjaan telah berjalan dengan lancar, mereka tidak akan benar-benar mengetahui kinerja unitnya. Dalam menjalankan proses pengendalian, ada tiga tahap, yaitu mengukur kinerja aktual, membandingkan kinerja aktual dengan standarnya, dan mengambil tindakan manajerial.

Dalam mengukur kinerja aktual, seorang manajer dapat melakukan beberapa pendekatan untuk mendapatkan informasi yang diinginkan. Empat pendekatan dalam mengukur dan melaporkan adalah observasi pribadi, laporan statisktik, laporan lisan, dan laporan tertulis. Empat hal tersebut masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, namun kriteria apa yang harus diukur terkadang lebih penting daripada bagaimana cara mengukurnya.

Setelah memperoleh data kinerja aktual, manajer membandingkan kinerja aktual tersebut dengan standar yang sebelumnya telah ditetapkan.  Apakah hasil kinerja aktual telan mencapai target atau sebaliknya.

Selanjutnya manajer dapat mengevaluasi dengan mengambil tindakan manajerial tertenu sesuai dengan masalah atau kendala dalam kinerja organisasinya.

Dalam melakukan pengawasan terdapat tiga tipe yang dapat digunakan. Diantaranya adalah feedforward, concurent, dan feedback. Perbedaan utama dari ketiga jenis tersebut adalah letaknya, yaitu di awal, di tengah, dan di akhir.

Manajemen Pengendalian untuk Perbedaan Lintas Budaya Organisasi

Dalam perusahaan atau organisasi yang unit kerjanya terpisah secara geografis atau berbeda budaya, pengendalian yang dilakukan biasanya berbeda dengan pengendalian organisasi yang tidak terpisah. Manajemen pengendalian perusahaan lokal yang hanya memiliki pabrik di negaranya saja, akan berbeda dengan perusahaan global yang memiliki pabrik-pabrik di luar negaranya. Perbedaannya dapat terletak pada pengukuran kinerja aktual dan langkah perbaikan masalah.

Perusahaan global lebih mengandalkan laporan yang dapat menjangkau secara luas dalam mengawasi manajernya, karena tidak dapat mengawasi pekerjaanya secara langsung akibat adanya jarak yang cukup jauh. Dalam melakukan proses pengendalian, manajer di luar negeri juga harus tahu undang-undang yang mengatur perusahaan di negara tersebut. Dalam beberapa negara, terdapat aturan seperti melarang penutupan pabrik, PHK karyawan dalam batas tertentu, atau membawa tim baru dari luar negara tersebut.

Di beberapa negara juga membatasi anak perusahaan luar negeri dalam melakukan aktivitas transfer laba, dengan alasan mencegah adanya penghindaran pajak. Manajer global juga harus dapat mengumpulkan data untuk mengukur kinerja aktual dan membandingkannya.

Terakhir, organisasi global harus memiliki pengendalian untuk melindungi pekerja dan aset lain organisasi lainnya selama gejolak dan bencana global. Misalnya seperti saat terjadi suatu bencana tsunami di suatu negara, berbagai perusahaan dengan segera melaksanakan rencana manajemen bencana mereka. Juga seperti di Timur Tengah yang sering terjadi konflik, banyak perusahaan terpaksa harus mengevakuasi pekerja mereka saat terjadi krisis.

Saat perusahaan telah mengembangkan perusahaannya di tingkat internasional dan telah memiliki cabang-cabang perusahaan di luar negeri, mereka harus mempunyai manajer yang dapat menyesuaikan sistem pengendalian dengan budaya di negara tersebut. Dan dalam menghadapi banyak masalah tersebut, banyak perusahaan yang menggunakan feedforward control, yaitu pengendalian yang dilaksanakan sebelum aktivitas pekerjaan dimulai.

Misalnya, sebelum mengikat pekerjaan dengan calon pegawai mereka yang berasal dari negara tersebut, perusahaan membuat kontrak kerja yang telah disepakati. Hal tersebut berguna agar saat ada krisis ekonomi, perusahaan dapat melakukan PHK karena sebelumnya telah disepakati.

Juga dalam hal mengatasi bencana, perusahaan melakukan beberapa persiapan seperti mencadangkan data perusahaan dengan mengirimkannya ke kantor pusat secara berkala. Sehingga saat terjadi keadaan darurat, data perusahaan dapat terselematkan.(JP-Penulis Adalah mahasiswa D III Akuntansi PKN STAN)

LEAVE A REPLY