Merebut Tuah Jambi Barat

0
77
Musri Nauli. Foto FB

Oleh : Musri Nauli

Jambipos-Entah mengapa saya belum mengerti tentang Jambi Barat. Apakah berkaitan dengan wilayah Pembantu Gubernur Jambi barat atau memang tuah dari Jambi barat yang begitu menggoda.

Jambi Barat disebut-sebut menggambarkan keterwakilan Kabupaten Merangin, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Damasraya, Kabupaten Kerinci dan Kotamadya Sungai Penuh.

Dulu juga disebut-sebut Kabupaten Sarolangun. Namun dalam pilgub 2020, Kabupaten Sarolangun kemudian tidak disebut-sebutkan lagi.

Dengan lengkapnya infrastruktur seperti bandara, tema Jambi barat sempat menggelinding dan menjadi bahan untuk menjadikan Jambi Barat sebagai Provinsi. Tema sempat mengemuka dalam bingkai otonomi.

Namun ketika adanya kebijakan moratorium pemekaran daerah, tema Jambi barat kemudian tenggelam dalam hiruk pikuk politik local maupun Pilgub. Tema ini kemudian semakin tenggelam. Urusan pilgub cuma berkaitan dengan ajang konstalasi politik menjelang 2020.

Akhir-akhir ini, Jambi barat begitu mendominasi. Entah pertemuan di Jambi yang dihadiri oleh Cek Endra dan dihadiri HBA, Forum Jambi Barat dan pertemuan Bupati di Bungo. Tuah Jambi Barat begitu menggoda sehingga ketiga pertemuan dianggap melambangkan Jambi Barat.

Begitu pertemuan Cek Endra yang dihadiri oleh HBA, Tarik menarik Partai Golkar untuk mengusung candidate Gubernur Jambi 2020 ditunggu public. Nama-nama yang beredar di public, Entah HBA, CE, Al Haris, Fasha Sy adalah kader-kader yang menjadi pertimbangan utama Partai Golkar untuk diusung. Tentu saja kemenangan kecil telah diraih Partai Golkar untuk mewarnai Pilgub Jambi 2020.

Terlepas dari siapapun pemenangnya, nama Partai Golkar telah melambung tinggi. Mengalahkan candidate lain yang sedang mengikuti arah Pohon Beringin. Sebuah bonus diraih Partai Golkar sebagai pemenang politik di Jambi 2019.

Namun dari ketiga pertemuan (terlepas dari klaim tidak ada pembicaraan politik), pertemuan CE dan dihadiri oleh HBA akan mengirimkan Signal yang cukup diperhitungkan. Terlepas dari belum ditentukan oleh Partai Golkar kepada siapapun, dukungan dari HBA cukup signifikan terhadap arah kepada CE.

Namun ketika ada pertemuan di Bungo (walaupun dengan alasan mengecek fasilitas MTQ. MTQ yang diadakan September 2019), Keempat Bupati seperti Bupati Bungo Mashuri, Bupati Merangin Al-Haris, Bupati Kerinci Adirozal dan Bupati Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Romy Hariyanto (RH) merupakan peristiwa yang menarik.

Keempat Bupati yang mewakili generasi Muda dan terpisah dari generasi sebelumnya, cukup diperhitungkan. Bergabungnya Bupati Kerinci dan Bupati Tanjabtim adalah sebuah tikungan yang manis, ketika huru-hara politik cuma berkisar di Fachori Umar (FU), Fasha, Sy dan CE. Publik kemudian menjadi segar menunggu disandingkan antara RH dan Al-Haris.

Sehingga wacana public tidak berkisar antara FU, CE dan Fasha Sy. Sebuah strategi jitu dan ciamik. Mengirimkan pesan yang serius terhadap Pilgub Jambi 2020.

Terlebih lagi nama Bupati Romy terakhir belakangan disebut-sebut ikut dijagokan pada Pilgub mewakili Jambi Wilayah Timur.  Bersanding dari wilayah Barat, Al-Haris.

Terlepas dari wacana RH akan berkonsentrasi di Pilbup Tanjabtim, kemenangan yang diraih PAN Tanjabtim membuktikan, RH adalah piawai yang memainkan politik di Tanjabtim. Sebuah tempat yang selalu mendulang suara bagi kemenangan PAN. Sehingga kehadiran RH di Bungo tidak dapat diremehkan. Tidak sekedar apakah dia akan maju atau tidak di Pilgub 2020.

Sementara kehadiran Bupati Bungo (terlepas sebagai tuan rumah MTQ di Bungo), adalah symbol suara Bungo akan memecahkan konsentrasi FU yang berasal dari Bungo. Tanpa mengenyampingkan suara yang diraih oleh Ria Mayang Sari, pertarungan merebut suara Bungo akan diuji dengan Ria Mayang Sari dan Mashuri. Dan itu tidak mudah diraih FU merebut suara dari Bungo.(JP-Penulus adalah Advokat tinggal di Jambi)

Sumber: Jambi-independent.co.id

LEAVE A REPLY