Wabup Santuni Keluarga Korban Kebakaran di Masurai

0
23
Wabup Merangin H Mashuri ketika memberikan bantuan kepada korban kebakaran di Masurai.

Jambipos, Merangin-Wakil Bupati Merangin H Mashuri pada Rabu (7/8), menyantuni enam keluarga yang rumahnya di Desa Muara Lengayo Kecamatan Lembah Masurai, Kabupaten Merangin, Rabu (7/8/2019). Rumah korban hangus terbakar pada Selasa (6/8/2019) dinihari pukul 01.00 Wib.

Keenam keluarga yang disantuni H Mashuri bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tersebut, Keluarga Ny Norana (60), Ny Nondiah (56), Sadaini (54), Alwi (53), M Amin (25) dan Helmi (42).

‘’Santunan ini paling tidak dapat mengurangi beban para keluarga yang rumahnya terkabar. Kami turut berduka atas musibah ini, semoga semua bisa cepat pulih dan lebih maju lagi,’’harap Wabup.

Wabup juga menyantuni lima keluarga yang rumahnya terpaksa dirobohkan, untuk menghindari meluasnya kobaran api. Kelima keluarga itu, Sarbai (45), Kemba Ali (60), Kalihan (40), Sopyan Hadi (40) dan Abuskar (60).

Tidak hanya itu, wabup juga menyantuni warga lainnya yang rumahnya turut terbakar di beberapa sisinya pada peristiwa tersebut. Ada puluhan kepala keluarga yang disantuni wabup.

Santunan yang diberikan wabup tersebut berupa, perlengkapan tidur, berbagai perlengkapan dapur, tenda, perlengkapan mandi, sarung dan berbagai jenis pakaian bekas layak pakai.

Wabup yang datang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Merangin Akmal Zen dan Kadis Sosial Junaidi, juga memberi bantuan sembako, seperti mie instan, beras dan berbagai jenis bantuan lainnya.

Sekedar mengingat, keenam rumah yang terbakar di Desa Muara Lengayo, Kecamatan Lembah Masurai Kabupaten Merangin tersebut, diduga akibat korsleting Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Desa Muara Lengayo.

Kebakaran itu menurut Muhtar (60) warga setempat yang baru pulang memancing di sungai, bermula dari menyalanya api di dinding rumah berkontruksi kayu milik Ny Norana (60).

Muhtar berusaha memadamkan api dan meminta bantuan dengan warga lainnya, namun api cepat membesar, terus berkobar menyebar mambakar rumah-rumah di sekitarnya.

Guna mencegah agar api tidak menyambar lebih luas lagi ke rumah penduduk di sekitarnya,  warga terpaksa merobohkan lima rumah berkontruksi kayu yang berbatasan langsung dengan rumah yang terbakar.

Api baru bisa dipadamkan warga sekitar pukul 04.00 Wib, dengan peralatan seadanya. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.(JP-Yah)

LEAVE A REPLY