Terbukti Bakar Lahan, 2 Petani di Tanjungjabung Timur Ditahan

0
64
Anggota TNI dari Korem Gapu 042 ikut melakukan pemadaman kebekaran lahan perkebunan di Desa Arang-arang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muarojambi, Sabtu (3/8/2019). Foto Muhammad Usman

Jambipos, Tanjabtim– Tim Penyidik Polres Tanjungjabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi menetapkan dua orang petani Desa Airhitam Laut, Kecamatan Sadu, Tanjabtim menjadi tersangka pembakaran hutan dan lahan. Kedua tersangka, Sr (50) dan En (45), warga Desa Airhitam Laut, Kecamatan Sadu hingga Kamis (15/8/2019) masih ditahan dan diperiksa di Polres Tanjabtim.

Kapolres Tanjabtim AKBP Agus Desri Sandi ketika melakukan ekspose kasus karhutla di Muarasabak, Tanjabtim, Jambi, menjelaskan, kedua pelaku pembakaran hutan dan lahan tersebut berhasil ditangkap menyusul pengembangan kasus kebakaran lahan gambut di Desa Airhitam, Kecamatan Sadu Kabupaten Tanjabtim.

“Kedua tersangka ditangkap di rumah mereka, Desa Airhitam, Sadu sepekan pasca kebakaran lahan gambut tersebut. Hasil pemeriksaan, kedua tersangka terbukti melakukan pembakaran lahan untuk membuka areal perkebuna kelapa sawit,” katanya.

Dijelaskan, penangkapan tersangka Sr dan Sn berawal dari laporan mengenai kebakaran lahan gambut di Desa Airhitam Laut, Sadu, Tanjabtim kepada Kepolisian sektor (Polsek) Sadu, Tanjabtim, Senin (29/7/2019). Setelah menerima laporan itu satuan gabungan Polres Tanjabtim, Polsek Sadu , unsur TNI dan warga masyarakat turun ke lokasi untuk memadamkan api, Selasa (30/7/2019).

Menurut Agus Desri, kebakaran lahan gambut tersebut meluas ke areal perkebunan orang lain. Hasil penyelidikan, asal api berasal dari lahan milik tersangka Sr dan Sn. Kebakaran lahan milik kedua tersangka sengaja dilakukan untuk membuka lahan. Dari lokasi kejadian diamankan parang panjang empat unit, kayu yang terbakar, korek api dan bibit pinang yang terbakar.

“Setelah melakukan penyelidikan akhirnya kedua tersangka berhasil diamankan di rumah mereka. Kedua tersangka pun mengakui perbuatan mereka,”katanya.

Agus Desri mengatakan, atas perbuatan mereka membakar lahan, kedua tersangka dinyatakan bersalah melanggar Pasal 56 ayat 1 Jo Pasal 108 UU 39/2014 tentang Perkebunan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar.

“Berkas kedua tersangka sedang kami persiapkan agar bisa segera diajukan ke kejaksaan,”tegasnya.

Sementara itu Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS menjelaskan, jumlah pelaku pembakar hutan dan lahan di Provinsi Jambi yang menjalani proses hukum hingga Rabu kemarin sudah ada lima orang. Dua orang pembakar hutan dan lahan diproses di Polres Tanjabtim, dua orang diproses di Polres Tanjungjabung Barat dan satu orang di Polda Jambi.

“Kami terus mengintensifkan penyelidikan kasus-kasus karhutlah. Saat ini kami juga sudah mengidentifikasi adanya dua perusahaan di Muarojambi yang diduga lalai mencegah dan menanggulangi karhutla di lahan mereka,”katanya.

Dijelaskan, luas ereal hutan dan lahan yang terbakar di Provinsi Jambi hingga pertengahan Agustus ini sudah mencapai 350 hektare (ha).(JP-SP)

LEAVE A REPLY