Balon Wali Kota Sungaipenuh, yang Masih “Malu dan Menunggu” Justru Mengurangi Nilai Jual di Masyarakat

0
82
ILUSTRASI-Disela-sela waktu kerjanya, Kepala Dinas (Kadis) PUPR Provinsi Jambi Ir M Fauzi MT menerima kunjungan Wali Kota Sungaipenuh Asafri Jaya Bakri di Ruang Kerja, Kadis PUPR Provinsi Jambi, Kotabaru, Jumat, 12 April 2019 lalu. Foto Humas PUPR

Oleh: M.Najazi 

Jambipos-Pemilihan pilkada serentak akan dilakukan pada tahun 2020 salah satunya adalah pemilihan Wali Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi. Kota Sungaipenuh adalah salah satu kota di Provinsi Jambi Indonesia. Kota ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Kerinci dan pengesahannya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 8 Oktober 2009.

Pada awal pembentukan masih dipegang oleh pejabat sementara dan definitif walikota mulai tahun 2011 dipegang oleh Asafri Jaya Bakri hingga dua periode (2011-2016, dan 2016-2021).

Pemilihan yang akan datang tahun 2020 merupakan pemilihan yang sangat penting dan strategis bagi Kota Sungaipenuh kenapa bisa dikatakan seperti itu karena kedepan Kota Sungaipenuh dengan keterbatasan yang ada harus bisa memanfaatkan peluang era digital dimana ruang informasi tanpa batas yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang bagi pemimpin daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan yang sudah dilakukan di awal pemerintahan sebagai landasan dalam proses peningkatan pembangunan di wilayah Kota Sungaipenuh kedepannya dengan kelebihan dan  kekurangan yang dimiliki.

Di era Digital dan keterbukaan informasi peran pemimpin daerah sangatlah penting dalam mengambil peluang  positif dalam mengelola potensi-potensi yang dimiliki daerah.

Para bakal calon wali kota yang namanya sudah beredar dan ingin maju mencalonkan diri masih sebatas ‘keinginan’ belum kelihatan jelas kesungguhan dan keseriusan.

Mempersiapkan sebagai calon yang berani mengatakan bahwa ’dialah’ yang pantas menjadi pemimpin di Kota Sungaipenuh. Hal itu tidak terlepas dari kalkulasi kemampuan mereka masing-masing.

Wait & See kadang bisa positif dan negatif tergantung dari kemampuan para calon untuk mengambil kesempatan peluang yang ada karena pemilihan walikota ini ibarat tinggal menghitung hari dan semakin dekat.

Dilihat dari bakal calon dan nama-nama yang muncul beredar dimasyarakat maka tidak tertutup kemungkinan beragam profesi yang terlihat seperti; Birokrasi, pengusaha, profesional, militer, pejabat dll.

Semua ada yang berdomisili di Kerinci dan luar daerah.  Para kandidat yang bermunculan akan percuma dan sia-sia apabila mereka selama ini belum dikenal masyarakat Kota Sungaipenuh karena track record sangatlah penting walaupun kita bagus tapi masyarakat tidak mengenal apalah artinya.

Kelebihan bakal calon yang berada serta bertugas mengabdi di Kerinci peluang akan semakin besar selama perjuangan dan pengabdianya terlihat dan dirasakan jelas oleh masyarakat.

Bukan pahlawan kesiangan yang muncul seperti ‘Robin Hood’ membela rakyat tapi pada saat tertentu menjelang pilkada saja. Berbagai aspek menjadi alasan mengapa bakal calon masih ‘malu dan menunggu’ antara lain aspek politik serta perhitungan-perhitungan yang menjadi potensi seberapa besar peluang kemenangan bagi masing-masing bakal calon.

Masyarakat sekarang sebenarnya lebih butuh informasi latar belakang para bakal calon pemimpin mereka, program-program serta visi dan misi yang akan dilakukan dan akhirnya masyarakat akan menilai apakah program tersebut masuk akal untuk dilaksanakan atau tidak.

Waktu yang kurang lebih satu tahun adalah waktu yang tepat untuk sosialisasi ke masyarakat ibaratnya para bakal calon dan team suksesnya harus menjadi seorang Marketing untuk ‘menjual’ keunggulan yang mereka tawarkan dibandingkan kandidat lainnya, berilah masyarakat suatu harapan yang pasti bukan ‘khayalan’ yang tidak bisa terpenuhi karena kepastian bagi masyarakat adalah suatu hal yang wajib dilaksanakan.

Bakal calon Wali Kota Sungaipenuh marilah bersama-sama untuk saling adu program dan tingkatkanlah nilai jual anda dimata masyarakat dan katakan bahwa andalah yang layak menjadi pemimpin kedepan dan andalah yang layak membawa Kota Sungaipenuh menjadi lebih maju dan sejahtera.

Dengan kondisi masih ‘malu dan menunggu’ akan merugikan pada pribadi diri anda sendiri sebagai bakal calon bila anda semakin dikenal masyarakat tidak tertutup kemungkinan parpol akan melirik anda sebagai kandidat terkuat bagi pasangan yang memenangkan pilkada Wali Kota Sungaipenuh Kerinci tahun 2020.

Yang paling utama bagi para bakal calon marilah bersama-sama memberikan kampanye yang kondusif dan pembelajaran bagi masyarakat bahwa persaingan adalah hal yang wajar tidak perlu ada saling menghujat dan saling permusuhan, mari kita semua kembali ke tujuan utama bahwa semua ini untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat kota Sungaipenuh Kerinci – Jambi.

Kesuksesan Pilkada Kota Sungaipenuh bisa menjadi contoh dan bukti kepada masyarakat dan daerah lainnya bahwa pilkada adalah event rutinitas politik 5 tahunan yang tidak perlu menimbulkan permusuhan dan perpecahan dimasyarakat selama semua fihak kembali ketujuan awal demi kesejahteraan rakyat.

Seperti dalam surah (Q.S. Al Hujurat ayat 10) yang berbunyi; ‘Sesungguhnya orang=orang mukmin adalah bersaudara karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat’. (JP-Penulis Adalah-JABUKI-Jaga Bumi Kerinci Indonesia)

LEAVE A REPLY