Ibukota Baru

0
94
ILUSTRASI-Peta Indonesia

Oleh: Jeni Widianingrum

Jambipos-Saya memilih untuk berada di tengah antara kubu pro kontra perihal pendirian ibukota baru. Artinya saya akan mencoba melihat dari 2 sudut pandang yang pro maupun kontra. Untuk yang memang pro terhadap kebijakan ini, pasti mereka sebagian besar adalah para pendukung pak Joko Widodo. Baik pendukung sejati maupun pendukung opportunist.

Pendukung sejati pasti melihat dengan mata kepala sendiri kebijakan2 DKI Jakarta dalam kepemimpinan AB yang mengobrak-abrik apa yang sudah diwariskan pak BTP. Melihat kondisi polusi dari DKI Jakarta juga pasti menjadi pertimbangan mereka. Kalau pendukung opportunist ya artinya mereka mendukung kebijakan pemindahan Ibu Kota sebagai satu proyek yang menguntungkan mereka secara finansial ataupun jabatan.

Mereka berharap pak Jokowi melirik mereka untuk memegang proyek pemindahan Ibu Kota RI. Ini sudah menjadi rahasia umum dan rakyat indonesia sudah tahu siapa-siapa saja mereka.

Untuk yang kontra dengan kebijakan ini datang dari berbagai macam kelompok. Ada kelompok yg khawatir terutama pengusaha yg takut tidak dapat kue-kue proyek lagi dari pemerintah pusat.

Ada kelompok yang khawatir dengan kelestarian lingkungan hidup di Kalimantan. Karena apakah pak Jokowi bisa mempertahankan Kalimantan sebagai pusat paru2 dunia ? Indonesia harus memiliki paru-paru dunia untuk kelangsungan hidup generasi yg akan datang.

Kelompok yang lain yang sarat dengan kepentingan politik. Belum apa-apa sudah menanyakan mengenai dana dari mana ? Apalagi kalau sumbernya dari hutang LN dan ujung2nya mereka akan teriak antek-antek asing. Belum lagi kelompok radikalisme yang memang bertujuan memecah belah Indonesia.

Paling kencang teriak tidak setuju, karena tentu saja strategi yg mereka lakukan buyar karena kira Mereka sudah menguasai Ibukota ternyata Ibu kota dipindahkan. Bahkan kaum intelektual masih banyak yang mempertanyakan tujuan pemindahan ibukota ini.

Saya masih di pihak yang belum Bisa memutuskan setuju atau tidak dengan masalah ini , karena ada beberapa pertanyaan saya belum bisa terjawab. Pertanyaan saya apakah beliau sudah bekerja berdasarkan denah tata ruang nasional ? Melihat lokasi strategis Indonesia di dalam kancah ekonomi dan politik internasional.

Potensi Indonesia dan negara mana saja yang sangat berkepentingan dengan Indonesia. Apakah ini keputusan yang dibuat seakan terburu-buru? apakah ini keputusan yang sarat dengan kepentingan politis ? Apakah merupakan prioritas utama Indoneisa untuk memindahkan Ibu Kota ?

Masih banyak masalah bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama dan menurut saya lebih utama dari pemindahan ibukota :

1. Reformasi Hukum
Masih banyak keputusan kasus-kasus hukum di Indonesia yg masih tidak berdasarkan asas keadilan. Masih berlaku ada uang hukum berjalan, tdk ada uang hukum jalan di tempat .

2. Pemberantasan korupsi
Pada zaman era pemerintahan pak Jokowi, masih banyak kasus-kasus korupsi raksasa belum tuntas, ditambah dengan kasus-kasus recehan kena OTT. Kelihatan KPK tidak ada greet terkesan maju sedikit demi sedikit.

3. Pemberantasan ideologi2 radikalisme
Orang-orang yang terlibat kasus radikalisme seharusnya ditangkap untuk direhabilitasi. Masih banyak yang terbukti terlibat terorisme di Suriah mesti tidak jelas ada di mana. Penertiban aliran2 dana dari dalam negeri maupun kuar negeri untuk gerakan radikalisme cenderung masih dibiarkan. Padahal jelas Lagi2 rakyat yang ditipu setelah berdonasi . Pak Joko Widodo harus tegas dalam hal ini jangan kalah dengan Malaysia.

4. Persiapan sumber daya manusia
Sumber daya manusia Indonesia yg melimpah 238 juta dan ledakan usia produktif di tahun 2030, harus dipandang sebagai aset bukan beban negara. Sehingga mereka siap untuk menghadap era 4,0. Banyak ketertinggalan di masa sekarang SDM Indonesia dengan Vietnam contohnya. SDM Indonesia sebagai aset diberdayakan sehingga menjad kelompok masyarakat yang mandiri. Pelatihan mindset sangat diperlukan untuk membangun aset, sumber daya manusia

Saya berharap pak Joko widodo dapat menjelaskan kepada kami selaku masyarakat yang aktif untuk membangun Indonesia. Saya prihatin sekaligus masih bingung dengan arah pembangunan Indonesia 5 tahun ke depan. Saya berharap di era pak Joko Widodo lah sumber daya manusia kita akan mengalami perubahan signifikan terutama dalam mindset membangun Indonesia. Salam Optimis 👌(JP-Penulis Adalah Ketum DPN-Generasi Optimis Indonesia)

Sumber: FB Generasi Optimis Indonesia

LEAVE A REPLY