Fasilitator Mengatakan, Disdik Merangin Larang Gambar DAK 2019 SDN63 Merangin di Publikasikan

0
375
Fasilitator Mengatakan, Disdik Merangin Larang Gambar DAK 2019 SDN63 Merangin di Publikasikan.

Jambipos,Merangin- Tri Kuncoro Mahardika, ST sebagai FasilitatorProyek DAK 2019 saat di temui di SDN No63/Vi Rejosari Kecamatan Pamenang mengatakan didalam rapatnya bahwa Disdik Merangin menyampaikan pada nya bahwa melarang siapapun yang ingin melihat gambar Proyek bangunan sekolah SDN 63 Merangin itu, jika ada wartawan atau LSM mau melihat gambar mereka tsb harus ada ijin resmi dari Disdik Merangin ujarnya dengan nada tinggi.

Proyek yang dibangun Ruang sekolah dengan nilai anggaran Rp,320.604.000.00- didapatkan bantuan dari Dana Alokasi Khusus(DAK) di duga di tutup tutupi dan di halang halangi oleh Fasilitator di saat LSM ingin melihat gambarnya dgn Kepala sekolah.

terdapat Kejanggalan pada plank Proyek yang dibuat yaitu waktu pengerjaan yang dibutuhkan. tertulis bahwa waktu pengerjaannya 90 hari kalender dan dimulai pada tgl yang tidak di tentukan dan direncakan selesai juga tidak di tentukan.

LSM Lembaga Pemantau Korupsi (LKPK)F Harefa bersama LSM Himpunan Aspirasi Masyarakat (HAM) Indonesia Beni yang telah mendatangi sekolah tersebut melihat bahwa ada kejanggalan bangunan tersebut. “Kita melihat dari plank proyek aja sudah ngawur jelas ke2 LSM itu kepada media,” katanya.

Disaat penelusuran pihak media kelokasi sekolah Rabu 11/9/19 ditemukan plank proyek yang sebelumnya diberitahukan oleh Pihak LSM LKPK dan LSM HAM.

Kepala Sekolah SDN63 pada saat diwawancarai media membenarkan apa yang tertulis di dalam plank proyek tersebut dia tidak tau tanggal berapa di mulai dan tanggal berapa berakhir pembangunan tersebut.

Di singgung oleh LSM LKPK Harefa tentang tidak keterbukaan informasi publik kepsek dan Fasilitator mengatakan, kami sudah bersepakat dengan dinas bahwa gambar proyek tsb dilarang siapa saja melihatnya tanpa se ijin dinas.

Hingga berita ini di turunkan LSM HAM Beni dan LSM LKPK F Harefa mengabarkan pada media ini bahwa mereka belum mendapatkan keterangan resmi dari Disdik Merangin terkait tidak adanya keterbukaan publik atas penggunaan dana alokasi khusus tersebut. (JB-Bay)

LEAVE A REPLY