Firli Dapat 100% Suara karena “Terkesan Dizalimi”

0
23
SP/Ruht Semiono Firli Bahuri Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Capim KPK - Calon Pimpinan KPK Firli Bahuri saat uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan KPK di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (12/9/2019). Para calon pimpinan KPK mempresentasikan makalah dengan tema yang ditentukan saat uji kelayakan dan kepatutan.

Jambipos, Jakarta- Wakil Ketua Komisi III DPR Herman Hery menegaskan bahwa pemilihan lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jumat (13/9/2019) dini hari berlangsung secara profesional dan demokratis, termasuk dengan terpilihnya Firli Bahuri sebagai ketua KPK periode 2019-2023.

Firli menyapu bersih suara dari 56 anggota Komisi III yang hadir dalam rapat pleno tersebut, sehingga kemudian disepakati dia sebagai ketua tanpa pemungutan suara terpisah seperti rencana semula.

“Kenapa sampai 56 full pilih (Firli), karena terkesan dia dizolimi! Terkesan dizolimi dengan berbagai opini,” kata Herman dalam wawancara di sebuah stasiun televisi swasta tepat setelah pemilihan.

Herman, yang masih duduk di kursi pimpinan rapat, terlihat cukup emosional ketika menyampaikan pendapatnya.

“Kami punya kebebasan untuk memilih, kami tidak akan bisa digiring, kami tidak mau ditekan,” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Menurutnya, proses pemilihan sudah berlangsung sesuai undang-undang dan sangat transparan.

“Malam ini kami menunjukkan komitmen Komisi III bahwa proses mulai dari fit and proper test sampai dengan pemilihan dilakukan secara profesional, terbuka dan disaksikan oleh semua pihak,” tegasnya.

“Kami berharap dengan proses ini, kecurigaan, perbedaan selama ini, pro dan kontra selesai, karena kami sudah melakukan tugas kami dengan baik dan sesuai aturan.”

Herman menambahkan hasil pemilihan ini akan dibawa ke paripurna DPR secepatnya, antara Senin atau Selasa pekan depan.

Firli saat ini menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan setelah sempat bertugas sebagai Deputi Penindakan KPK. Di lembaga antikorupsi itu, Firli disebut-sebut pernah melakukan pelanggaran etik.(*)

Sumber: BeritaSatu.com

LEAVE A REPLY