Kabut Asap Membuat Kornea Mata Al Fikri Lecet

0
105
Anggota DPRD Provinsi Jambi M Juber saat besuk Al Fikri,bocah warga Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, harus menjalani perawatan intensif di RS Siloam Jambi, Jumat (13/9/2019). (Foto Istimewa)

Jambipos, Jambi- Al Fikri, warga Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, harus menjalani perawatan intensif di RS Siloam Jambi akibat gangguan kesehatan akibat asap kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) yang menyebabkan kedua mata Al Fikri mengalami iritasi. Dampak asap tidak hanya menyebabkan Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), namun kini surah menyerang mata.

Sari Andestema, Ibunda Fikri kepada wartawan mengeluhkan dampak asap yang menyebabkan anaknya jatuh sakit. Fikri mengalami iritasi mata, akibat pertikel yang terbawa oleh Karhutla di wilayah Tanjabtim.

“Anak saya dirawat dari hari Senin kemarin. Kata dokter salah satu penyebabnya dampak dari asap yang mengakibatkan mata kering, dan membuat kornea matanya lecet,” kata Sari, Jumat (13/09/2019).

Hingga Jumat malam, Fikri masih terbaring dengan mata terperban di Rumah Sakit Siloam Jambi. Sudah 5 hari Fikri dirawat dengan matanya diperban, karena kornea mata kanan dan kiri Fikri sudah luka semua.

“Hari ke 1 dan ke 2, air mata yang keluar masih normal. Tapi, hari ke 3 dan ke 4 air mata yang keluar sudah bercampur darah. Fikri sudah gak bisa menahan perihnya setiap efek obat yang disuntikan hilang. Fikri mulai mengeluh sakit. Obat yang diberikan bukan lagi oral, tapi melalui suntikan dan infus, dosisnya pun mulai dinaikan,” ujar Ibunda Fikri.

Disebutkan, mata Fikri sudah tak kuat untuk menahan asap, yang setiap hari semakin pekat. Akhirnya kornea matanya luka, mengakibatkan padangannya kabur dan matanya gak bisa dibuka. Sehingga Fikri harus dirawat, semoga hujan segera turun biar semuanya cepat berlalu.

“Kabut asap didaerah saya sudah sangat berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawa, asapnya sudah mengandung partikel-partikel beracun,” kata Sari Andestema .

Supaya tidak ada lagi korban dari dampak asap Karhutla, yang terjadi khususnya di daerah Tanjabtim. Pesan Sari Andestema, agar anak-anak diusahakan untuk memakai kaca mata dan masker dan diusahakan anak-anak tidak bermain diluar ruangan.

“Jika nanti anaknya sudah sehat, belum boleh dipulangkan dulu ke Sabak sebelum asap hilang. Kalau asap sudah hilang, baru boleh pulang. Sebab mata Fikri sudah terinfeksi asap dari dampak Karhutla,” kata Sari Andestema.

Dewan Minta Pemerintah Bertindak

Menanggapi Al Fikri, warga Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) yang terkena dampak kabut asap itu, Anggota DPRD Provinsi Jambi (Golkar) M Juber meminta Pemerintah dengan kondisi saat ini jangan banyak pencitraan.

“Kondisi yang memprihatinkan ini, Pemerintah harus cepat tanggap dan melakukan aksi nyata pencegahan penyakit. Jangan selfie-selfie di lokasi saja untuk pencitraan,” jelas Juber saat membesuk Al Fikri di RS Siloam Jambi, Jumat (13/9/2019).

“Saya prihatin dengan kondisi saat ini. Jangan sampai ada korban lainnya apa lagi anak-anak. Kebakaran hutan dan lahan gambut di Provinsi Jambi masih terus meluas dan menyebarkan asap tebal. Karhutla gambut tersebut terjadi di Kabupaten Tanjabtim, Muarojambi dan Sarolangun. Pemadaman yang dilakukan melalui jalur darat dan udara tidak berhasil memadamkan kebakaran gambut tersebut. Bahkan dampak asap karhutla ini terhadap kesehatan warga masyarakat semakin parah. Jumlah warga terserang penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) akibat tebalnya asap sudah mencapai 11.000 orang di Kota Jambi,” kata politisi Partai Golkar Dapil Tanjabtim –Tanjabbar ini.(JP-Lee)

 

LEAVE A REPLY