Puluhan Anggota Satgas Karhutla di Muarojambi Terserang ISPA

0
89
Kebakaran Lahan di Jambi September 2019. (Foto Istimewa)

Jambipos, Jambi-Sedikitnya 20 orang anggota pasukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Muarojambi, Provinsi Jambi terserang penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dan diare akibat asap dan air yang kurang bersih selama bertugas. Anggota pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan tersebut sudah hampir sebulan bertugas memadamkan kebakaran hutan dan gambut di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Muarojambi, Yes Isman di Muarojambi. Selasa (17/9/2019), menjelaskan, jumlah anggota pasukan kebakaran hutan dan lahan yang berobat ke posko kesehatan Satgas Karhutla Jambi di Kumpeh sejak 12 – 16 September 2019 sebanyak 20 orang. Mereka rata-rata terkena ISPA dan diare. Anggota pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan tersebut ada yang mengalami batuk, sesak nafas, tenggorokan gatal dan diare.

“Namun mereka tidak ada yang sampai dirawat inap. Petugas kesehatan hanya member mereka obat-obatan dan vitamin,” kata Yes Isman.

Untuk mencegah bertambahnya jumlah anggota pemadam kebakaran hutan dan lahan yang terserang penyakit akibat asap dan krisis air bersih tersebut, Dinas Kesehatan Muarojambi menambah petugas ke Posko Satgas Karhutla Jambi di Kumpeh, Muarojambi. Petugas kesehatan dari beberapa pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kumpeh Ilir dan Puding dikerahkan ke posko Satgas Karhutla Jambi di Kumpeh Ulu.

“Para petugas memeriksa secara rutin seluruh anggota pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan. Kemudian persediaan obat-obatan dan vitamin di Posko Satgas Karhutla Jambi wilayah Kumpeh ditambah,”katanya.

Kepungan Asap

Sementara itu wilayah Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi dan beberapa kabupaten di Provinsi Jambi masih dikepung asap karhutla. Asap yang menyelimuti Kota Jambi sejak Selasa (17/9/2019) pagi hingga petang masih cukup tebal. Dampak asap sangat terasa. Asap membuat mata perih, tenggorokan kering dan gatal, batuk dan pusing. Bau asap juga tercium sampai ke dalam rumah. Asap yang menyelimuti kota itu juga bercampur debu kebakaran karhutla dari wilayah dekat Kota Jambi, yakni Kecamatan Kumpeh, Muarojambi.

Sementara itu Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Abdi Setiadi di Jambi mengatakan, jumlah titik api yang terpantau di Provinsi Jambi hingga Selasa petang mencapai 97 titik. Titik api paling banyak ditemukan di Kabupaten Muarojambi, yakni sebanyak 63 titik, Tanjung Jabung Timur (16 titik), Sarolangun ( sembilan titik), Tanjung Jabung Barat (empat titik), Batanghari(dua titik) dan Kerinci (satu titik).

Secara terpisah, Wali Kota Jambi, Syarif Fasha mengatakan, dampak asap karhutla yang masih terus menyelimuti Kota Jambi terus meningkat. Jumlah warga Kota Jambi yang terserang penyakit ISPA hingga Selasa (17/9/2019) sudah mencapai 16.000 orang. Kasus ISPA tersebut meningkat sekitar 5.000 kasus dibandingkan kasus ISPA awal September lalu sekitar 11.000 kasus. Penderita ISPA di kota itu sebagian berasal dari anak-anak hingga remaja yang banyak melakukan aktivitas di luar rumah, terutama anak-anak yang bersekolah.

“Kami juga tidak bisa meliburkan sekolah di tengah asap tebal saat ini karena hal itu akan mengganggu program belajar mengajar. Pemkot Jambi sudah beberapa kali meliburkan sekolah akibat asap tebal sejak Agustus lalu. Kami meminta para guru dan orang tua memperhatikan anak-anak sekolah agar tidak banyak melakukan aktivitas di luar rumah dan di luar kelas,” katanya.

Syarif Fasha Kami mengharapkan penanggulangan karhutla di Jambi dilakukan secara maksimal guna mengatasi bencana asap ini. Pemerintah Kota Jambi tidak bisa berbuat banyak menghadapi bencana asap ini karena asap berasal dari luar wilayah kabupaten.(JP-SP)

LEAVE A REPLY