Jambi Masih Waspada Asap, Karhutla Belum Seluruhnya Padam

0
54
Foto kondisi kabut asap di Jembatan Batanghari II Sijenjang Kota Jambi, Senin (23/9/2019) Pukul 11.00 WIB. (JP-Asenk Lee Saragih).

Jambipos, Jambi-Provinsi Jambi masih tetap waspada bencana asap kendati hujan sudah turun selama tiga hari berturut-turut di daerah itu. Asap masih berpeluang muncul kembali di daerah karena hujan belum mampu memadamkan secara total seluruh lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Anggota Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi, Bangun di Jambi, Kamis (26/9/2019) malam mengatakan, sebagian kebakaran lahan gambut di Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi belum padam karena curah hujan di Kumpeh selama tiga hari terakhir masih relatif rendah.

“Sebagian besar lokasi kebakaran lahan gambut di Muarojambi memang sudah padam menyusul hujan yang turun di daerah ini. Tetapi belum seluruhnya lokasi kebakaran lahan gambut padam karena curah hujan di Kumpeh masih ringan. Jika hujan tidak turun beberapa hari ke depan, kebakaran gambut tersebut bisa bertambah lagi dan kembali menyebarkan asap. Upaya pemadaman kebakaran lahan gambut di Kumpeh masih terus dilakukan,” katanya.

Menurut Bangun, hujan yang turun di Jambi tiga hari terakhir tidak semuanya hujan buatan. Sebagian hujan merupakan hujan alami. Hal tersebut tampak dari hujan yang disertai petir dan angin kencang.

“Hujan yang turun di Jambi, Rabu (25/9) sore dan malam sebagian hujan alami, sebab hujan disertai petir dan angin kencang. Kalau hujan buatan jarang disertai petir dan angin kencang,” katanya.

Sementara itu Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Addi Setiadi di Jambi, Jumat (27/9) menjelaskan, titik api di Provinsi Jambi sudah jauh berkurang pekan ini dibandingkan pekan lalu. Jumlah titik api di Provinsi Jambi, Jumat (27/9) sekitar 133 titik.

Jumlah titik api tersebut berkurang drastis dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai 1.000 titik. Titik api di Jambi tersebar di Kecamatan Kumpeh, Kumpeh Ulu, dan Sungaigelam. Kabupaten Muarojambi sekitar 195 titik, Pauh, Kabupaten Sarolangun, Muarasabak, Tanjungjabung Timur dan Tebo masing-masing dua titik dan Batanghari satu titik.

Pantauan Suara Pembaruan di Kota Jambi, Jumat (27/9/2019) pagi, asap yang menyelimuti kota itu sangat tipis. Udara kota tersebut semakin cerah dan segar. Warga Kota Jambi yang melakukan aktivitas di luar rumah, termasuk anak-anak sekolah tidak banyak lagi yang memakai masker.

Terkena ISPA

Sementara itu Kabupaten Tanjungjabung Barat, termasuk salah satu daerah di Provinsi Jambi yang cukup parah terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal tersebut terbukti dari tingginya kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di daerah itu.

Berdasarkan hasil peninjauan Guburnur Jambi, Fachrori Umar ke beberapa kecamatan di Kabupaten Tanjungjabung Barat, Kamis (26/9/2019), jumlah warga yang terkena penyakit ISPA akibat asap karhutla di daerah itu Juli – September mencapai 3.279 orang.

Sedangkan jumlah penderita ISPA di Tanjungjabung Barat selama September mencapai 736 orang. Sebanyak 15 orang penderita ISPA di daerah itu hingga Kamis (26/9) masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif Kabupaten Tanjungjabung Barat.

Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengatakan, kasus ISPA di Tanjungabung Barat paling banyak terdapat di daerah yang dekat dengan lokasi karhutla. Jumlah kasus ISPA di Puskesamas Sukarejo, Betara sejak Juli – September 1.665 kasus dan khusus September 297 kasus.

Kemudian kasus ISPA di Kecamatan Bramitam kurun waktu yang sama sekitar 492 kasus. Kasus ISPA di Puskesmas Bramitam paling banyak pada September, mencapai 322 orang. Sementara itu kasus ISPA yang tercatat di RSUD KH Daud Arif Tanjungjabung Barat hingga Agustus – September sekitar 107 orang.

“Kasus ISPA di Tanjabar selama bencana asap tiga bulan terakhir bisa tertangani dengan baik karena seluruh Puskesmas dan rumah sakit siaga 24 jam. Warga yang terkena ISPA bisa berobat ke puskesmas dan rumah sakit secara gratis. Jumlah penderita ISPA yang dirawat hanya 15 orang,” katanya.(JP-SP)

LEAVE A REPLY