Penyelundup Benih Lobster Kembali Tertangkap di Jambi

0
50
Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS (dua dari kiri) didampingi Kepala Pengendalian Mutu Hasil Perikanan (BKIPM) Jambi, Ade Samsudin (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti benih lobster ketika melakukan ekspos hasil pengungkapan penyelundupan benih lobster di Jambi, Jumat, 12 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )

Jambipos, Jambi-Jaringan penyelundup sepertinya tidak pernah berhenti melakukan penyelundupan benih lobster melalui pantai timur Provinsi Jambi. Kendati sudah banyak anggota jaringan penyelundup lobster tertangkap di Jambi selama ini, aksi-aksi penyelundupan lobster di daerah itu masih terus terjadi.

Kasus terbaru penyelundupan benih lobster yang terungkap di Jambi, yakni penangkapan dua orang anggota jaringan penyelundup benih lobster di Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Provinsi Jambi, Kamis (26/9/2019).

Kedua anggota jaringan penyelundup benih lobster tersebut berasal dari luar Jambi. Seorang tersangka, Elpa Dias Mukti Wibowo (45), warga Jakarta dan seorang lagi, Nanang Robiana (40), warga Purwakarta, Jawa Barat.

“Kedua tersangka berhasil diamankan satuan Kepolisian Sektor (Polsek) Muarasabak Timur, Tanjungjabung Timur ketika baru tiba di Muarasabak Timur, Kamis (26/9/2019) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Kedua tersangka masih ditahan dan diperiksa di Polres Tanjungjabung Timur,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jambi, Kapolres Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Thein Tabero di Jambi, Kamis (26/9/2019).

Menurut Thein Tobero, barang bukti benih lobster yang disita dari kedua tersangka sekitar 154.774 ekor benih lobster. Sekitar 153.400 ekor benih lobster pasir dan 1.374 ekor benihlobster mutiara. Benih lobster tersebut ditaksir bernilai Rp 23 miliar.

Dijelaskan, penangkapan dua orang anggota jaringan penyelundup lobster tersebut berhasil dilakukan berkat kerja sama dengan Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungjabung Timur dan Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Perikanan (SKIPM) Jambi.

Penangkapan kedua tersangka penyelundup benih lobster tersebut, lanjut Thein Tabero berawal dari hasil investigasi SKIPM dan kepolisian mengenai adanya benih lobster yang akan diseludupkan melalui pelabuhan tikus Ujungjabung, Tanjungabung Timur.

Laporan tersebut akhirnya ditindaklanjuti dengan melakukan pengintaian di pantai timur Jambi. Akhirnya petugas Reskrim Polresta Tanjjungjabung Timur dan menemukan dua unit mobil yang dicurigai membawa benih lobster di Parit 3, Desa Lambur, Kecamatan Muarasabak Timur, Kabupaten Tanjungjabung Timur, Kamis (26/9/2019) dini hari.

“Kedua mobil yang membawa benih lobster tersebut, Toyota Innova BH 1968 dan Mitsubishi Pajero BH 1861. Dari hasil pemeriksaan, masing-masing mobil membawa 10 kotak berisi benih lobster. Benih lobster dikemas dalam 499 kantong plastik yang dimasukkan ke dalam 20 kotak styrofoam,”katanya.

Thein Tabero mengatakan, seluruh barang bukti benihlobster tersebut sudah diserahkan kepada SKIPM Provinsi Jambi untuk dilepasliarkan. Lokasi pelepasliaran benih lobster tersebut belum dipastikan apakah di pantai Pangandaran, Jawa Barat atau Riau.

Dikatakan, pihaknya masih terus menyelidiki pengirim dan penerima benih lobster tersebut. Kedua tersangka mengaku tidak mengetahui identitas yang menyuruh dan menerima benih lobster tersebut. Kemudian asal benih lobster tersebut pun tidak diketahui tersangka.

Sementara itu, seorang tersangka penyelundup benih lobster tersebut, Elpa Dias Mukti Wibowo dalam keterangannya kepada petugas mengaku hanya mengambil benih lobster tersebut dari seseorang yang berada di salah satu persimpangan jalan di Kota Jambi, Rabu (25/9/2019) malam.

“Saya lupa lokasinya di jalan apa, karena saya baru di Jambi. Saya diberikan upah Rp 250.000 untuk membawa benih lobster tersebut ke pantai timur Jambi. Ngantarnya sampai ke pelabuhan saja,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Lalulintas (Wasdalin) BKIPM Jambi, Paiman mengatakan, asal benih benih lobster yang berhasil diamankan dari kedua tersangka belum diketahui. Namun benih lobster tersebut termasuk jenis hasil laut yang dilarang penangkapannya berdasarkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016 tentang Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan.

“Berdasarkan peraturan tersebut, lobster berukuran di bawah 200 gram tidak boleh ditangkap dan diperdagangkan deni kelestarian lobster tersebut,”katanya.(JP-SP)

LEAVE A REPLY