Hujan Tak Turun, Asap Muncul Kembali di Jambi

0
50
Foto udara kawasan Kota Jambi yang diselimuti kabut asap dari karhutla di Jambi. ( Foto: Antara / Wahdi Septiawan )

Jambipos, Jambi- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan beberapa pemerintah kabupaten di Provinsi Jambi dinilai tidak mampu kendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul selalu munculnya asap setiap kali hujan tidak turun. Kondisi demikian menunjukkan jajaran dinas dan instansi terkait kurang maksimal.

Aktivis lingkungan dari Komunitas Konservaksi Indonesia (KKI) Warsi Jambi, Sukmareni kepada SP di Jambi, Sabtu (5/10/2019) menjelaskan, salah satu bentuk minimnya intensitas penanggulangan tampak dari munculnya asap setiap kali hujan tidak turun. Munculnya asap tersebut berasal dari karhutla di beberapa kabupaten rawan karhutla seperti Kabupaten Muarojambi, Batanghari dan Tanjungjabung Timur. “Asap muncul lagi pagi ini (Sabtu, 5/10/2019). Padahal baru satu hari tidak turun hujan. Asap sempat hilang Jumat (4/10/2019) menyusul hujan yang turun di Jambi, Kamis (3/10/2019),” kata Sukmareni.

Menurut Sukmareni, solusi terbaik mencegah karhutla yaitu melakukan pemantauan melalui patroli lapangan, dan melakukan kegiatan pembersihan lahan secara intensif setiap hari. Ujung tombak patroli karhutla antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), masyarakat peduli api dan jajaran dinas instansi terkait tingkat pedesaan, kecamatan dan kabupaten.

Sementara itu pantauan SP di Kota Jambi, Sabtu (5/10) pagi, asap kembali muncul menyusul tidak turunnya hujan di Jambi Jumat (4/10/2019). Namun asap masih tipis dan tidak sampai mengganggu penerbangan maupun aktivitas masyarakat.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi se-Provinsi Jambi pada pertemuan dengan Gubernur Jambi, Fachrori Umar dan Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi menilai, bencana karhutla dan asap di Provinsi Jambi selalu terjadi akibat lemahnya pencegahan. Selain itu, akibat minimnya edukasi, sosialisasi dan literasi tentang pencegahan karhutla di masyarakat. “Karhutla juga selalu berulang akibat lemahnya penegakan hukum terhadap korporasi yang terlibat,” kata Ketua BEM Univeristas Jambi, Ardy Irawan.

Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengakui karhutla di Jambi tahun ini cukup luas dan dampaknya terhadap masyarakat juga besar. Luas karhutla di Jambi hingga 30 September 2019 mencapai 7.570 hektare (ha).

Karhutla terjadi di Provinsi Jambi terjadi di delapan kabupaten, yaitu Kabupaten Tajnungjabung Barat, Tanjungjabung Jabung Timur, Muarojambi, Tebo, Sarolangun, Bungo, Merangin dan Batanghari. Kebakaran hutan dan lahan gambut paling luas dan lama terjadi di Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, yakni mencapai 1.544 ha.

Sementara itu Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Thein Tabero menjelaskan, Polda Jambi telah menahan dan memeriksa 41 orang tersangka peroraangan dan 2 tersangka korporasi terkait karhutla.(JP-SP)

LEAVE A REPLY