Hujan Buatan Belum Turun, Asap Tebal Selimuti Kota Jambi

0
59
Asap yang menyelimuti Kota Jambi, Sabtu pagi 12 Oktober 2019 masih cukup tebal. ( Foto: Suara Pembaruan/Radesman Saragih )

Jambipos, Jambi-Rekayasa cuaca melalui penaburan 2,4 ton garam kapur tohor di udara Jambi yang dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jumat (11/10/2019) tidak langsung menurunkan hujan buatan. Rekayasa cuaca tersebut diperkirakan baru bisa mendatangkan hujan di Jambi hari ini, Sabtu (12/10//2019).

“Penaburan garam tersebut diperkirakan hanya mendatangkan hujan yang sifatnya lokal. Durasi atau lama turunnya hujan diperkirakan antara 15 menit hingga satu jam. Hujan buatan tersebut kami harapkan bisa membantu pemadaman karhutla di Jambi,” kata Kepala Divisi Tehnologi Modifikasi Cuaca (TMC), Marsekal Pertama Basuki Rochmat.

Hal ini menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah tersebut terus meluas. Dari pantauan, asap yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Jambi juga semakin tebal. Asap menyebabkan penerbangan kembali terganggu dan kualitas audara terus menurun. Akibat asap tebal yang membatasi jarak pandang hingga satu kilometer di Kota Jambi, Sabtu pagi, pesawat tidak bisa mendarat di Bandara STS Kota Jambi hingga pukul 08.00 WIB. Namun pesawat yang berangkat dari bandara tersebut tetap sesuai jadwal pukul 06.00 WIB.

Dari pantauan pada alat pemantau kualitas udara (Air Quality Monitoring System/AQMS) di depan kantor Wali Kota Jambi, sekitar pukul 06.00 – 07.00 WIB, indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai 140 parameter per million (ppm).

ISPU tersebut meningkat dibanding Jumat (11/10) sekitar 120 ppm. Tingginya ISPU tersebut membuat kualitas udara di Kota Jambi masuk kategori tidak sehat. Anak-anak sekolah di Jambi diwajibkan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.

Pemadaman Karhutla

Sementara itu Sementara itu Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS di Jambi, Jumat (11/10/2019) menjelaskan, pihaknya menerjunkan dua peleton Satuan Sabhara dan Brimob Polda Jambi membantu memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Muarojambi sejak Kamis (10/10/2019). Melalui pemadaman tersebut, jumlah titik api di Muarojambi berkurang drastis dari 47 titik, Rabu (9/10/2019) menjadi sembilan titik, Jumat (11/10/2019).

Pemadaman karhutla di lahan gambut Muarojambi tersebut masih dilanjutkan hingga Sabtu (12/10/2019).

Mengenai penanganan kasus karhutla, Muchlis AS mengatakan, pihaknya kini menetapkan 43 tersangka perorangan dan dua korporasi yang terlibat karhutla.

Beberapa kasus karhutla perorangan sudah dilimpahkan ke kejaksaan. Sedangkan kasus karhutla yang melibatkan korporasi masih terus dalam penyidikan. Dua direktur perusahaan yang terlibat karhutla di Muarojambi sudah diperiksa.(JP-SP)

LEAVE A REPLY