Melirik Tour De Singkarak 2019 Melintasi Kerinci

0
58
Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher melepas Peserta Tour de Singkarak 2019 yang melintasi Etape 7 di Air Terjun Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jumat (08/11/2019). (Foto Metrojambi.com)

Jambipos, Kerinci-Ajang Tour de Singkarak 2019 yang melintasi Etape 7 di Telun Berasap, Kabupaten Kerinci menjadi salah satu aksi nyata dalam mempromosikan obyek wisata Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh, Provinsi Jambi ketingkat Internasional. Ajang Ajang Tour de Singkarak 2019 yang diikuti pembalap dunia ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh karena masuk dalam jalur etape.

Sementara Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher melepas Peserta Tour de Singkarak 2019 yang melintasi Etape 7 di Air Terjun Telun Berasap, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jumat (08/11/2019).

Etape 7 Tour de Singkarak (TdS) 2019, Pembalap Lintasi Objek Wisata Perkebunan Teh Kayu Aro. Etape 7 Tour de Singkarak 2019 memulai star Pukul 14.00 WIB dan finish sekitar pukul 17.00 WIB.

Rute ke 7 ini peserta menempuh jalur sepanjang 82,9 KM dengan Start di Desa Telun Berasap dan finish di Dermaga Danau Kerinci. Pada garis start para peserta dilepas langsung oleh Wakil Bupati Kerinci, Ami Taher yang didampingi Sekda, Gazdinul Gazam dan Ketua DPRD, Edminuddin.

Pembalap Iran Menang

Pada etape VII ini balapan sengit terjadi. Pada balapan yang mengambil stars di Kayu Aro dan finish di Danau Kerinci ini, tiga pembalap terdepan mencatatkan waktu yang sama, yakni 1:50:60.

Mohammad Ganjkhanlou mengalahkan pembalap Akmal Hakim Zakaria dari Tim Sapura Cycling pada posisi dua, dan Jesse Ewart pada posisi tiga. (Foto Metrojambi.com)

Meski ada tiga pembalap yang mencatatkan waktu sama, namun hakim memutuskan pembalap Iran Mohammad Ganjkhanlou yang memperkuat Foolad Mobarakeh Sepahan sebagai pemenang etape VII.

Mohammad Ganjkhanlou mengalahkan pembalap Akmal Hakim Zakaria dari Tim Sapura Cycling pada posisi dua, dan Jesse Ewart pada posisi tiga.

Meski gagal memenangi etape VII, namun Jesse Ewart masih menjadi pemuncak klasemen sementara Tour de Singkarak dengan total waktu 26 jam 43 menit 26 detik.

Disusul urutan kedua yakni Cristian Raileanu dengan waktu 26 jam 44 menit 30 detik. Sementara Golakhour Mirsamad Pourseyedi dari Omidnia Marshhad Team kian tertinggal jauh. Ia terpaut 3 menit 24 detik dari Jesse Ewart.

Selain pemuncak klasemen sementara, Jesse Ewart juga tetap menjadi pembalap tercepat. Pada etape VII ini, Jesse kembali menyabet gelar juara untuk kategori Best Sprinter Classification dengan total 67 poin. Disusul Marcelo Felipe dari 7Eleven Cliqq-Air21 BY Roadbiker Philippines di urutan kedua yang mengantongi 47 Poin dan, Bambang Suryadi dari PGN dengan total 42 poin di urutan kedua.

Sementara untuk kategori Raja tanjakan pada etape ini, berhasil direbut oleh Ismael Grospe Jr dari Go For Gold Philippines. Sedangkan pembalap Indonesia atas nama Agung Sahbana dari KFC Cycling Team berhasil meraih gelar juara untuk kategori Best Indonesian Rider dengan catatan waktu 26 jam 49 menit 47 detik.

Etape VII Terpendek

Pada Etape VII Kayu Aro-Sungai Penuh, Jambi menjadi lintasan paling pendek pada Tour de Singkarak 2019 dengan panjang lintasan hanya 82,9 kilometer. Namun karakter lintasan yang berupa pegunungan dengan dua tanjakan dan dua titik sprint dipastikan akan cukup memberikan tantangan bagi pebalap.

Apalagi balapan akan dilakukan di ketinggian 1.400 mdpl yang sedikit banyak mempengaruhi pernafasan. Setelah start di Air Terjun Telun Berasap Kayu Aro pada pukul 14.00 WIB, pebalap langsung dihadapkan pada tanjakan pada kilometer 13,8. Tanjakan pertama itu tidak main-main karena masuk hors categorie (HC) atau yang paling berat, kemudian disambung tanjakan pada kilometer 44.

Setelah itu pebalap akan pacu cepat hingga ke finish di Dermaga Danau Kerinci dengan dua titik sprint pada kilometer 53,5 dan kilometer 71,1. Diperkirakan waktu tempuh untuk jarak pendek itu sekitar 2 jam hingga pukul 16.10 WIB.

Pebalap Indonesia pemilik red and white jersey, Agung Sahbana menilai lintasan etape 4-6 Tour de Singkarak 2019 yang lebih dari 200 kilometer secara berturut-turut sangat menguras tanaga pebalap.

Menurutnya, balapan dengan lintasan panjang dan pendek sebaiknya diselang seling sehingga bisa memberikan kesempatan untuk pemulihan.

Sebanyak 75 orang pebalap yang tersisa akan beradu cepat di lintasan cantik, terbentang diantara kebun teh yang menjadi salah satu favorit ratu Kerajaan Belanda itu.

75 Pebalap

Pada Tour de Singkarak 2019 hanya menyisakan 75 pebalap pada etape VII Kayu Aro-Dermaga Danau Kerinci. Jumlah itu berkurang cukup drastis dari 108 pebalap yang berpartisipasi pada awal balapan etape I TdS pada 2 November 2019.

Terakhir pada etape VI, dari 84 pebalap, satu orang urung mengikuti balapan. Sementara delapan orang pebalap akhirnya “menyerah” di tengah balapan dan tidak melanjutkan hingga finish. Mereka kemudian tidak bisa berpartisipasi pada etape VII.

Kemungkinan, banyaknya pebalap yang “tumbang” pada etape VI itu karena faktor kelelahan. Sejak etape IV, mereka harus menguras tenaga menundukkan lintasan super panjang, melebihi 200 kilometer.

Pebalap Indonesia pemegang red and white jersey Agung Sahbana usai finish etape VI mengatakan proses pemulihan stamina pebalap agak terkendala karena harus mengikuti etape panjang berturut-turut.

Seharusnya, kata dia, etape panjang bisa diselingi etape sedang atau pendek sehingga tidak terlalu menguras tenaga dan proses pemulihan berjalan baik.

Tour de Singkarak 2019 masih menyisakan satu etape super panjang lagi yaitu etape VIII sejauh 212,9 kilometer dilanjutkan etape IX sepanjang 107,7 kilometer. Sisa etape Tour de Singkarak merupakan jalur baru yang sebelumnya belum pernah dilintasi pada TdS tahun sebelumnya.

Jalur itu melewati Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh yang menawarkan pemandangan permadani hijau kebun teh yang luar biasa. Kemudian jalur melewati Kawasan Wisata Mandeh yang memiliki pemandangan laut dan gugus pulau kecil yang menawan.

Ratusan ASN Ikuti Tour de Kerinci

Sementara ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci, Jumat (8/11/2019) pagi, mengikuti kegiatan bersepeda dengan tajuk Tour de Kerinci (TdK).

Sementara ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci, Jumat (8/11/2019) pagi, mengikuti kegiatan bersepeda dengan tajuk Tour de Kerinci (TdK). (Foto Metrojambi.com)

Peserta Tour de Kerinci ini dilepas Bupati Kerinci Adirozal dari kawasan Tugu Macan, Kayu Aro, sekira pukul 08.30 WIB. Tidak hanya melepas peserta, Bupati Kerinci Adirozal bersama Wakil Bupati Ami Taher dan unsur Forkopimda juga ikut serta dalam Tour de Kerinci tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Kerinci Ardinal mengatakan, Tour de Kerinci mengambil start di Tugu Macan dan finish di Air Terjun Telun Berasap.

‚ÄúPagi ini kita gelar Tour de Kerinci. Ini merupakan bagian dari kegiatan untuk memeriahkan Tour de Singkarak yang akan digeler setelah Salat Jumat, Pukul 13.30 WIB. Start di Telun Berasap dan Finish di Dermaga Danau Kerinci,” ujar Ardinal.(JP-Berbagaisumber/Lee)

LEAVE A REPLY