counter easy hit Banjir Awal Tahun, Berkah Atau Musibah? - JambiPos.id

Banjir Awal Tahun, Berkah Atau Musibah?

Jambipos-Sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya terendam banjir sejak Rabu (1/1/2020). Hal ini terlihat dari hujan yang mengguyur Jakarta mulai saat malam pergantian tahun hingga keesokan harinya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa banjir di Jakarta dan sekitarnya disebabkan oleh curah hujan ekstrem yang diduga merupakan dampak dari perubahan iklim. Dalam teori Keuangan Publik perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan ekstrem merupakan eksternalitas lingkungan. Eksternalitas sendiri dapat berupa eksternalitas negatif maupun positif.

Apabila dilihat secara langsung tentunya perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan ekstrem di awal tahun merupakan eksternalitas negatif. Mengapa? Karena menyebabkan banjir yang memberikan dampak negatif ke banyak orang.

Dampak sosial, banjir sendiri menyebabkan beberapa masalah, mulai dari menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, kerusakan hingga kerugian harta benda. Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada 43 korban meninggal hingga Kamis (3/1/2020). Tak hanya merendam pemukiman warga, banjir juga merendam beberapa jalan utama di sejumlah wilayah Jakarta. Hal ini tentunya membuat warga tidak dapat beraktifitas normal dan akan menurunkan produktivitas karena pekerja tidak dapat sampai ke kantor tepat waktu bahkan izin tidak masuk.

Dampak ekonomi, sejumlah transportasi umum mulai dari transjakarta, KRL, hingga penerbangan di bandara Halim Perdanakusuma juga terpaksa dibatalkan. Selain itu, banjir juga menyebabkan adanya pemadaman listrik oleh PLN hal ini untuk menghindari agar warga tidak tersengat arus listrik. PLN distribusi Jakarta Raya memadamkan listrik di 724 wilayah Jakarta yang mengalami banjir.

Hal ini tentunya akan membuat pendapatan perusahaan transportasi dan PLN menurun yang akan memberikan dampak terhadap perekonomian Indonesia. Kita tau juga bahwa Jakarta adalah pusat bisnis di Indonesia. Hal ini juga akan menurunkan kepercayaan investor, terlihat pada sore (2/1/2020) IHSG terpantau melemah diiringi dengan sepinya transaksi perdagangan saham.

Belum lagi banyaknya mall dan pertokoan yang terpaksa tutup karena terendam banjir. “Hari libur tahun baru seperti ini biasanya omzet restoran, kafe, pusat perbelanjaan termasuk UKM-UKM di tempat tujuan wisata biasanya naik, namun dengan banjir ini praktis omzet menurun” ujar Wakil Ketua Kadin Jakarta, Sarman Situmorang. Lalu Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri menjelaskan ada sebanyak 73 Pasar Tradisional yang terdampak banjir.

Puluhan pasar itu terdampak secara langsung maupun tidak langsung terhadap banjir yang terjadi. Dari puluhan pasar tradisional yang terdampak banjir tersebut, kata Abdullah, pihaknya memperkirakan jumlah kerugian yang diderita mencapai Rp 350 miliar. “Rp 350 miliar kita asumsikan dari perputaran uang, aset yang terendam banjir, atau perbaikan kios atau lapak-lapak yang memang bocor dan rusak karena terjangan banjir,’ sambungnya.

Tapi, apabila kita telaah lagi  perubahan iklim yang menyebabkan curah hujan ekstrem di awal tahun bisa menyebabkan eksternalitas positif lho. Mengapa? Karena banjir selain sebagai musibah juga dapat membawa berkah bagi sebagian orang.

Dampak sosial, tentunya efek positif dari curah hujan ekstrem ini adalah kondisi udara di Jakarta yang membaik. Dalam laman AirVisual, pada pukul 09.50 WIB (2/2/2020), kualitas udara Jakarta berada pada level sedang dengan parameter Indeks Kualitas Udara (Air Quality Index/AQI) di angka 94. Penyebabnya tentu karena sedikitnya kendaraan yang lalu lalang atau tidak bisa lewat karena masih banyak jalan-jalan protokol yang terendam. Bagi warga Jakarta udara yang cukup baik dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Dampak ekonomi, tentunya yang diuntungkan adalah jasa perhotelan karena penumpang yang mau bepergian menggunakan kereta atau pesawat mau tidak mau harus menunda keberangkatannya, sehingga membutuhkan tempat menginap untuk semalam atau beberapa malam lagi. Selain itu, pasca banjir jasa laundry di Jakarta juga akan mendapatkan order cukup banyak.

Baju terendam air lumpur dan faktor kekurangan air bersih akan mendorong warga untuk mencuci bajunya di laundry karena merupakan pilihan praktis agar baju kotor dapat segera dipakai kembali. Akibat permintaan yang naik tidak menutup kemungkinan pemilik jasa laundry akan menaikkan tarif per kg-nya. Lalu adanya peningkatan permintaan terhadap penyedia jasa bersih-bersih (cleaning service) online.

CEO KliknClean Hendra misalnya mengaku ada peningkatan sekitar 75 persen dibandingkan hari biasa. Ia sampai kesulitan karena kekurangan mitra kerja untuk menyanggupi orderan. Sementara itu staf admin untuk Fazz Clean, Ela, mengaku ada peningkatan order jasa bersih-bersih sampai dua kali lipat pascabanjir. Ia bahkan sampai harus membuat waiting list para pengguna yang ingin rumahnya dibersihkan. Belum lagi akan ramainya bengkel dan steam motor atau mobil.

Salah satunya dirasakan Toni, montir bengkel Injection Motor di dekat Vila Nusa Indah Blok E Bekasi. Dia mengatakan, hari ini bengkelnya kebanjiran antrean motor untuk di service. “Dari jam sembilan tadi saya buka sampai jam satu ini, enggak berhenti-henti warga datang bawa motornya ke sini untuk di service,” kata Toni, di Bekasi, Jumat (3/1/2020). Hal tersebut diatas tentunya akan meningkatkan pendapatan perusahaan jasa-jasa terkait. Secara tidak langsung juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia.

Terlepas dari teori eskternalitas negatif dan positif, kita semua berharap agar korban-korban bisa cepat dievakuasi, air segera surut dan warga dapat kembali ke rumahnya masing-masing. Sehingga aktivitas warga sehari-hari, khususnya perekonomian Indonesia dapat normal kembali.

Dari bencana ini, pemerintah maupun warga diharapkan dapat introspeksi diri sehingga banjir dapat dicegah sedini mungkin dan menetapkan cara penanggulangan yang efektif sehingga kerugian dari bencana banjir bisa diminimalisir.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa D3 Akuntansi Politeknik Keuangan Negara Stan (PKN STAN).

 

Recommended For You

1 Comment

Comments are closed.