counter easy hitDBD di Jambi Renggut Tiga Korban Jiwa - JambiPos.id

DBD di Jambi Renggut Tiga Korban Jiwa

Kasus DBD di Provinsi Jambi antara Januari-Februari ini meningkat 207 persen dibandingkan total kasus DBD di daerah itu medio Januari-Februari 2018 yakni 146 kasus. Kasus DBD paling banyak ditemukan di Provinsi Jambi satu bulan terakhir.

Jambipos, Jambi-Penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Jambi telah merenggut tiga korban jiwa selama Januari-Februari. Dua korban dari Kota Jambi dan satu orang korban di Kabupaten Bungo. Sedangkan total kasus DBD di dua kota dan sembilan kabupaten di Provinsi Jambi medio Januari-Februari mencapai 302 orang.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Bina Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susanti di Jambi, Selasa (5/2/2019).

Menurut Eva Susanti, kasus DBD di Provinsi Jambi antara Januari-Februari ini meningkat 207 persen dibandingkan total kasus DBD di daerah itu medio Januari-Februari 2018 yakni 146 kasus. Sedangkan bila dibandingkan dengan total kasus DBD di Jambi sekitar 802 kasus tahun lalu, kasus DBD di Jambi Januari-Februari ini mencapai 38 persen.

Dijelaskan, drastisnya peningkatan kasus DBD di Jambi banyak dipengaruhi tingginya curah hujan dan kurangnya kesigapan warga melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Selama musim hujan di Jambi sejak Oktober tahun lalu, banyak genangan air di sekitar permukiman warga. Warga masih kurang proaktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan membasmi jentik nyamuk. Kondisi tersebut membuat nyamuk Aedes aegypti penyebar DBD cepat berkembang,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, kasus DBD paling banyak ditemukan di Provinsi Jambi satu bulan terakhir, yakni di Kota Jambi, sekitar 118 kasus, dua kasus di antaranya meninggal dunia. Kemudian kasus DBD di Kabupaten Tanjungjabung Barat sekitar 44 kasus, Bungo (36 kasus, satu kasus meninggal), Muarojambi (26 kasus), Batanghari, Tanjungjabung Timur dan Tebo masing-masing 22 kasus.

Kemudian kasus DBD di Kabupaten Sarolangun sebanyak enam kasus, Kerinci (tiga kasus), Kota Sungaipenuh (dua kasus), dan Merangin (satu kasus).

Menurut Eva Susanti, pihaknya belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Provinsi Jambi kendati angka kasus DBD di daerah itu satu bulan terakhir tergolong tinggi. Namun jika kasus DBD di daerah itu Februari ini tetap tinggi hingga mencapai angka seperti kasus DBD Januari, kemungkinan Jambi akan ditetapkan KLB DBD.

“Kami masih terus memantau perkembangan kasus DBD. Selain itu penanganan penyakit DBD terus dilakukan melalui PSN dan pemberantasan jentik nyamuk. Seluruh daerah di Jambi kini digencarkan program juru pemantau jentik nyamuk (jumantik), PSN melalui fogging (pengasapan) dan pemberian bubuk pembasmi jentik nyamuk abate,” katanya.

Sementara itu Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, M Rosyid menjelaskan, tingginya kasus DBD di daerah itu terjadi sejak akhir tahun lalu. Total kasus DBD di Bungo selama musim hujan tahun lalu, September – Desember mencapai 74 kasus. Kasus DBD di Bungo selama Desember 2018 sebanyak 26 kasus.

“Pantauan kami di lapangan, tingginya kasus DBD di daerah ini dipengaruhi meningkatnya genangan air di kawasan permukiman dan tempat lain selama musim hujan. Saat ini juga curah hujan masih tinggi. Kasus DBD di daerah ini diperkirakan masih bertambah. Karena itu kami imbau warga masyarakat meningakatkan PSN dan jumantik,” katanya.(*)

 

Sumber: Beritasatu.com

Recommended For You