counter easy hitGedung Pengolahan Kopi Milik Koperindag Merangin Terbengkalai di Sungai Misang - JambiPos.id

Gedung Pengolahan Kopi Milik Koperindag Merangin Terbengkalai di Sungai Misang

Jambipos, Merangin-Dua unit gedung Pemerintah Kabupaten Merangin untuk pengolahan kopi yang dibangun oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Merangin tahun 2019 di Sungai Misang, Kelurahan Dusun Bangko, Kabupaten Merangin kini terbengkalai. Dua gedung tempat pengolahan kopi itu kini tampak menyemak dan tak terurus.

Dari penelusuran Jambipos, dana pembangunan dua gedung ini diketahui dari anggaran 2019 silam yang berada di Sungai Misang, Kabupaten Merangin. Dua gedung ini awalnya diperuntukkan untuk Gedung Rumah Kemasan Kopi Bubuk yang menelan anggaran sebesar Rp. 934.979.545.63.

Namun kini kondisi di dalam ruangan gedung saat ini terpantau dipenuhi sampah yang berserakan. Gedung satunya yang berjarak  hitungan meter dari bangunan satunya juga dibangun Gedung Produksi Kopi Bubuk yang menelan anggaran sebesar Rp.1.375.185.326.23. Tampak lengkap dengan mesin pengolah kopi yang tak kunjung difungsikan oleh dinas yang dulunya bernama Koperindag Merangin ini.

Koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (FBPM) Masroni yang tak lain warga Dusun Bangko, Merangin mengusulkan alih fungsi gedung tersebut menjadi kantor lurah setempat.

“Kalau gedung ini saya dan teman-teman sudah menyampaikan ke pak lurah Dusun Bangko untuk membuat surat pemakaian gedung ke bupati untuk kantor lurah, dari pada terbengkalai,” kata Masroni.

Dua bangunan itu précis di depan Pondok Pesantren Al Munawwaroh, Sungai Misang, Kelurahan Dusun Bangko, Kabupaten Merangin.

Kata Masroni kantor lurah dusun Bangko sudah tak layak, jika gedung yang terbengkalai tersebut dapat digunakan maka kantor lurah saat ini dapat dibongkar guna perluasan kawasan Tugu Pedang.

“Namun pak lurah juga sudah ngomong ke pak Bupati, kata pak bupati gak usah karena kantor lurah akan dibangun. Sudah tak terhitung lagi bangunan milik Pemda Merangin ini terbengkalai. Bangun oke manfaatnya apa nantilah. Ini menjadi sebuah kebiasaan yang tak pernah berubah,” terang Masroni.

Sementara tahun 2020 lalu, daerah kembali membangun Gedung Produksi Kopi di Desa Tanjung Mudo, Kecamatan Jangkat, Jangkat Timur.

“Jangan-jangan, gedung Kopi yang di Jangkat itu nasibnya akan sama dengan gedung produksi Sungai Misang jauh dari kata manfaat,” katanya.

Terpisah, Kepala DKUKMPP Merangin Muhammad Ladani ketika dikonfirmasi terkait dua gedung yang terbengkalai dibawah naungannya itu berdalih alasan tak ada anggaran listrik.

“Sejak habis masa pemeliharaan, tahun ini baru ada anggaran listriknya di kami. Sekarang dalam persiapan penyambungan kembali dan penggiat kopi akan kami ajak untuk merosting kopi disini,” ujar Ladani.

Saat diminta tanggapan terkait rencana peminjaman gedung tersebut untuk kantor lurah dusun Bangko oleh warga, Ladani membantah dan menegaskan akan memanfaatkan fasilitas tersebut. “Dua bangunan itu tidak bisa dialih fungsikan kami akan gunakan sesuai peruntukan,” kata Ladani.(JP-Yah)

Recommended For You