counter easy hit Ini Beda Bank Syariah Dan Bank Konvensional - JambiPos.id

Ini Beda Bank Syariah Dan Bank Konvensional

Oleh: Anissatul Istianah

Jambipos-Perkembangan bank syariah di Indonesia saat ini memang sangat pesat. Pada periode Februari 2017 masih tumbuh positif. Sebut saja dari sisi permodalan, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pertumbuhan rasio kecukupan modal bank umum syariah (BUS) tercatat 1,64% secara tahunan yakni menjadi 17,04%. Kemudian dari segi asset, perbankan syariah mencatatkan Rp.355,88 triliun. Jumlah ini menyumbangkan kontribusi sebesar 40% untuk industri keuangan syariah nasional. Mudahnya sekarang ini di setiap daerah sudah bisa dijumpai bank syariah. Namun masih banyak orang yang beranggapan bahwa bank syariah dan bank konvensional itu sama.

Persepsi umum ini masih menghinggapi masyarakat, sehingga tidak heran mereka masih enggan untuk menjadi nasabah dan mendapatkan pembiayaan dari perbankan syariah. Dan jika kondisi ini dibiarkan maka hal ini akan mempengaruhi laju pertumbuhan perbankan syariah. Lalu apa yang menjadi pembeda antara bank syariah dan bank konvensional ?

Dalam beberapa hal, bank syariah dan bank konvensional memang memiliki persamaan, terutama dalam sisi teknis penerimaan uang,mekanisme transfer,teknologi komputer yang digunakan,syarat-syarat umum memperoleh pembiayaan dan sebagainya. Akan tetapi,terdapat banyak perbedaan mendasar pada keduanya. Menurut Muhammad Syafi’i Antonio dalam bukunya Bank Syariah: Dari Teori Ke Praktik perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional antara lain :

1. Akad dan Aspek Legalitas
Dalam bank syariah, akad yang dilakukan memiliki konsekuensi duniawi dan ukhrawi karena akad yang dilakukan berdasarkan hukum islam. Setiap akad dalam perbankan syariah, baik dalam hal barang, pelaku transaksi maupun ketentuan lainnya harus memenuhi ketentuan akad, seperti memenuhi rukun dan syarat akad, dimana dalam rukun akad ada penjual,pembeli,barang,harga,dan ijab/qabul. Sedangkan syarat akad seperti barang dan jasa harus halal, harga barang dan jasa harus jelas, tempat penyerahan harus jelas, dan barang yang ditransaksikan harus sepenuhnya dalam kepemilikan.

2. Lembaga Penyelesai Sengketa
Dalam perbankan syariah, jika terjadi perselisihan antara pihak bank dan nasabah, kedua belah pihak tidak menyelesaikannya di peradilan negeri, akan tetapi menyelesaikannya sesuai tata cara dan hukum materi syariah. Ada lembaga khusus yang mengatur hukum materi dan atau berdasarkan prinsip syariah di Indonesia, lembaga tersebut adalah Badan Arbitrase Muamalah Indonesia ( BAMUI ).

3. Struktur Organisasi
Dalam struktur organisasi, yang membedakan bank syariah dan bank konvensional yaitu adanya Dewan Pengawas Syariah ( DPS ) dan Dewan Syariah Nasional ( DSN ). Peran utama Dewan Pengawas Syariah ( DPS ) adalah mengawasi jalannya operasional bank sehari-hari agar selalu sesuai dengan ketentuan-ketentuan syariah. Tugas lain Dewan Pengawas Syariah adalah meneliti dan membuat rekomendasi produk baru dari bank yang diawasinya. Adanya DPS dan DSN ini agar lembaga yang bersangkutan tidak menyimpang dari garis panduan yang telah ditetapkan.

4. Bisnis Dan Usaha Yang Dibiayai
Bank syariah tidak akan mungkin membiayai usaha yang didalamnya terkandung hal-hal yang diharamkan. Oleh karena itu, setiap bisnis dan usaha yang akan dilaksanakan akan disaring terlebih dahulu oleh bank syariah. Dalam perbankan syariah suatu pembiayaan tidak akan disetujui sebelum dipastikan beberapa hal pokok, di antaranya sebagai berikut :
a) Apakah objek pembiayaan halal atau haram ?
b) Apakah proyek menimbulkan kemudharatan untuk masyarakat ?
c) Apakah proyek berkaitan dengan perbuatan mesum/asusila ?
d) Apakah proyek berkaitan dengan perjudian ?
e) Apakah usaha itu berkaitan dengan industri senjata yang illegal atau berorientasi pada pengembangan senjata pembunuh massal ?
f) Apakah proyek dapat merugikan syiar Islam, baik secara langsung maupun tidak langsung?
Agar semakin banyak orang yang mengenal dan memahami bank syariah maka salah satu strateginya yaitu dengan lebih banyak melakukan sosialisasi, karena semakin sering diadakan sosialisasi terkait perbankan syariah maka akan semakin banyak orang yang mengenal bank syariah. (JP-Penulis Adalah Mahasiswa-Alamat Jl. Bengkulu, Ds. K.H. Mukti, Kec. Pelepat Ilir, Kab, Ma. Bungo, Provinsi Jambi-email : [email protected])

Recommended For You