counter easy hitJastip Legal itu Mudah - JambiPos.id

Jastip Legal itu Mudah

Jambipos-Jalan-jalan gratis ke luar negeri dan belanja barang branded dibayarin orang, siapa yang menolak? Hanya bermodalkan social media, para “jastiper”, pekerjaan ngetren dikalangan milenial sekarang ini, melakukan promosi bisnis yang cukup menjanjikan.

Jastip atau jasa titip merupakan usaha yang dilakukan sesorang untuk membelikan barang pesanan yang diminta oleh pengguna jasanya. Bagi para shopaholic, ini merupakah solusi positif untuk menyalurkan hobi belanjanya tanpa perlu mengeluarkan modal, malah dapat cuan. Menarik bukan?

Tidak hanya itu, jastip juga memberikan kemudahan bagi orang-orang yang ingin membeli suatu barang dari luar negeri tanpa harus pergi ke negara tersebut. Jenis barang yang sudah dijual di Indoneisa maupun yang belum dari mulai fashion, gadget, sampai dengan make up bisa kamu dapatkan dengan harga yang lebih terjangkau, ditambah dengan adanya diskon serta tax refund, jastip memiliki magnet yang cukup untuk menarik pelanggan.

Sayangnya, sebagian besar jastiper ini tergolong ilegal karena melakukan praktik tax avoidance atau penghindaran pajak. Mengapa demikian?

Maksimal USD 500

 Para jastiper membawa barang titipan sebagai barang bawaan penumpang. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Kententuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut, yang mendapat pembebasan atas bea masuk adalah barang bawaan untuk personal use yang nilai free on board (FOB) tidak melebihi USD500 per penumpang.

Jelas bahwa barang yang dibawa oleh para jastiper adalah non-personal use, yang berarti menurut ketentuan PMK Nomor 203/PMK.04/2017 tersebut seharusnya tidak mendapatkan pembebasan bea masuk dan kewajiban perpajakan lainnya. Selain melakukan tax avoidance, modus lain yang banyak digunakan adalah splitting (memecah) barang bawaan ke beberapa orang dalam satu rombongan agar tidak melebihi aturan pembatasan USD500 dan tidak jarang juga menggunakan jasa pengiriman barang dengan batasan USD75 per alamat tujuan untuk itu mereka melakukan split.

 Pembatasan ini selain untuk melindungi hak negara dari sisi penerimaan, juga untuk melindungi pelaku usaha dalam negeri yang telah mematuhi peraturan perpajakan.

Jastip yang Legal

Nah, untuk menjalankan bisnis yang legal tanpa harus dag-dig-dug saat melewati petugas di bandara, para jastiper bisa nih memastikan dahulu barang yang dibawa bukan merupakan barang larangan dan pembatasan (lartas), peraturan terkaitnya dapat di akses di portal Indonesia Nasional Single Window (INSW) bahkan disana bisa mengetahui persentase pajak atas barang-barangnya, lho. Canggih kan.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Heru Pambudi, menghimbau para jastiper untuk declare atau melaporkan barang bawaannya sebagai barang untuk dijual saat pengisian Customs Declaration yang akan disampaikan kepada petugas bea dan cukai di bandara guna menjalani prosedur kepabeanannya. Selain men-declare para jastiper juga harus memiliki NPWP (nomor pokok wajib pajak) sehingga pengurusan kewajiban perpajakannya lebih mudah.

Jangan lupa simpan invoice atau nota belanja nya ya teman-teman jastip, karena ini penting sebagai dasar penetapan nilai pabean dan penghitungan bea masuk dan pajaknya. Seluruh penyelesaian prosedur kepabeanan ini dapat diselesaikan di bandara langsung, teman. Sehingga memakan waktu yang relatif singkat. Apabila prosedur sampai dengan pembayaran telah selesai dilakukan barang jastip sudah bisa dibawa keluar dan menjadi barang jastip yang legal.

Dengan tidak melakukan tax avoidance berarti teman-teman jastip membantu melindungi pelaku usaha dalam negeri, dan turut serta berkontribusi dalam peningkatan pendapatan negara atas pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impornya. Wah, selain berbisnis, shopping, dan travelling ternyata para jastiper juga berjasa untuk negara.

Menjadi pahlawan negara itu mudah! Yuk, bantu negara mencapai penerimaan untuk perekonomian yang lebih baik dengan menjadi jasti yang legal.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa Politeknik Keuangan Negara STAN)

Recommended For You