counter easy hit Kemiskinan Dan Tingkat Konsumsi Masyarakat - JambiPos.id

    Kemiskinan Dan Tingkat Konsumsi Masyarakat

Jambipos-Indonesia adalah negara berkembang yang masih berkutat melawan kemiskinan. Beberapa masyarakat Indonesia masih ada yang berada di bawah garis kemiskinan. Kesenjangan ekonomi dan sosial seringkali ditemui di masyarakat. Keberadaan masyarakat yang kaya dan yang miskin juga mudah terlihat dengan jelas.

Tingkat kemiskinan di Indonesia pada 2019 mengalami penurunan yang mencetak rekor terendah sepanjang sejarah yaitu 9,22%. Namun, beberapa ahli ekonomi menyatakan bahwa penurunan tingkat kemiskinan Indonesia terasa semu karena dianggap hanya bergantung pada bantuan sosial yang diberikan pemerintah. Tingkat kemiskinan menurun meskipun keadaan ekonomi global sedang tidak menentu. Itu semua berkat bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Apabila tingkat kemiskinan menurun, mengapa tingkat konsumsi di tahun lalu juga menurun?

Orang Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki tingkat konsumsi yang sangat tinggi bahkan Indonesia menjadi pasar empuk bagi penjual produk luar negeri seperti produk gadget. Produk impor sangat digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Di samping impor, konsumsi domestik pun mendominasi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perlambatan di tahun lalu.

Perekonomian Indonesia lebih banyak ditopang oleh konsumsi domestik terutama di tengah gejolak perekonomian global. Besarnya konsumsi membuat perekonomian Indonesia mampu bertahan melewati krisis keuangan yang terjadi selama dua dekade terakhir. Konsumsi rumah tangga mencapai 2,74%. Walaupun berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, konsumsi rumah tangga di kuartal akhir mengalami penurunan dari kuartal-kuartal sebelumnya. Beberapa komponen perumahan dan perlengkapan rumah tangga sebesar 1,07% dari kuartal sebelumnya 4,55%.

Konsumsi merupakan kegiatan menggunakan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Konsumsi dapat menunjukkan tingkat kesejahteraan sosial seseorang karena dengan konsumsi yang tinggi, seseorang dapat meninggikan derajat sosialnya.

Berdasarkan Badan Pusat Statistik, konsumsi masyarakat Indonesia memang ada beberapa bidang yang menurun. Namun, hal itu tak memungkiri konsumsi di bidang lain meningkat. Kebanyakan masyakarat tetap berusaha meningkatkan konsumsi untuk mengikuti gaya hidup seperti gaya pakaian, gadget, dan gengsi mereka. Salah satu contohnya adalah pertumbuhan pengguna smartphone di Indonesia yang cukup pesat menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi non pangan di Indonesia cukup meningkat.

 

Apakah hal tersebut dapat menunjukkan bawah Indonesia sudah mampu mengurangi kemiskinannya?

Indonesia masih berusaha menurunkan tingkat kemiskinan absolut. Kemiskinan absolut adalah kemiskinan yang disebabkan jumlah penghasilan seseorang lebih kecil dibanding dengan garis kemiskinan yaitu standar yang ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan dasar manusia, termasuk sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan. Adapun garis kemiskinan di tahun 2019 adalah Rp440.538 sedangkan garis kemiskinan per rumah tangga miskin di tahun 2019 secara rata-rata adalah sebesar Rp2.017.664.

Penurunan angka kemiskinan ini adalah karena bantuan sosial yang semakin baik pembagiannya, jumlah lebih besar, dan lebih tepat waktu. Akan tetapi, bantuan sosial tidak permanen. Apabila bantuan sosial diberhentikan, kemiskinan dapat naik lagi. Oleh karena itu, pemerintah sedang menggalakan program pemberdayaan sumber daya manusia agar menjadi pendorong masyarakat memperbaiki kualitas hidupnya.

Pemerintah tengah berusaha mengurangi moral hazard ini dengan cara membuka lapangan pekerjaan dan memberi pelatihan kepada sumber daya manusia. Dengan adanya usaha ini, diharapkan mereka tidak berada di bawah garis kemiskinan dan tidak bergantung pada bantuan sosial lagi.

Tingkat konsumsi, tingkat kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi saling mempengaruhi. Tingkat konsumsi menunjukkan tingkat kesejahteraan seseorang. Semakin tinggi tingkat konsumsi, maka suatu masyarakat akan semakin sejahtera sehingga tingkat kemiskinan dapat menurun. Namun, hal yang terjadi adalah tidak semua tingkat konsumsi meningkat akibat penurunan tingkat kemiskinan.

Di samping itu, tingkat konsumsi juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi nasional akhir-akhir ini selalu diwarnai oleh ketidakpastian, bahkan secara keseluruhan, kondisi pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami perlambatan.

Penyebab ketidakpastian tersebut adalah perkembangan perang dagang dan kondisi ekonomi global. Salah satu Ekonom Universitas Indonesia yaitu Fithra Faizal Hastiadi memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 di bawah target pemerintah, 4,9% hingga 5,12%. Kenyataannya di akhir tahun, Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berada di 5,02%. Hal itu dianggap konsisten dan masih lebih bagus dibandingkan negara-negara lain yang justru mengalami penurunan.

Meskipun ekonomi masih tumbuh positif, tetapi realisasi data pertumbuhan ini menjadi peringatan bahwa perekonomian nasional tengah menghadapi problem struktural  sehingga belum mampu tumbuh cepat seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo yaitu sebesar 7%. Indonesia masih perlu melakukan banyak perbaikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah harus segera membenahi masalah rendahnya produktivitas domestik.

Dengan demikian, pemerintah perlu memberikan program pemberdayaan sumber daya manusia dan tidak hanya memberikan bantuan sosial. Selain itu, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2020, pemerintah bersama masyarakat diharapkan lebih gencar mendorong produktivitas domestik.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa DIII Akuntansi PKN STAN)

Recommended For You