counter easy hit Ketua DPRD Merangin Herman Efendi Bantah Miliki Ijazah - JambiPos.id

Ketua DPRD Merangin Herman Efendi Bantah Miliki Ijazah

Jambipos, Merangin – Ketua DPRD Merangin, Herman Efendi membuat pernyataan secara resmi di hadapan sejumlah media, terkait isu ijazahnya yang bermasalah. Ketua DPRD Merangin Periode 2019 – 2024 ini pada Jum’at (11/09/2020), bertempat di pola rumah dinas Ketua DPRD Merangin melakukan konferensi Pers. Terkait isu yang berkembang, dan juga adanya pemberitaan yang mempertanyakan keabsahan gelar S1 yang dia sandang, sehingga membuat bola panas, menggelinding tanpa kendali.

Selain membuat pernyataan di saat jumpa Pers, Herman Efendi juga memperlihatkan keabsahan gelar sarjana yang ia miliki. “Herman Efendi secara resmi menyatakan bahwa gelar sarjana yang saya miliki tidak bermasalah,” terangnya.

Terkait sumber timbulnya permasalahan tersebut Herman Efendi tidak memper masalahkan persoalan tersebut. “Menyikapi persoalan ini saya harus berlapang dada, saya selaku publik pigur harus siap dengan segala kritikan ini, saya anggap sebagai kritikan yang membangun,” lanjut nya.

Ketua DPRD Kabupaten Merangin Efendi juga menepis isu yang terkait. “suatu hal yang biasa dan halal, dan jika tidak ada hal-hal yang bersifap ada kontra, itu lah nuasa polotik, dan dengan adanya hal tersebut membuat saya lebih dewasa, dan juga pendewasaan saya, dan juga saya lebih tinggi lagi, dan jika memang izajah saya bermaslah saya siap menerima resiko apapun,” lanjutnya.

“Yang mengatakan benar dan tidak, itu adalah pengadilan, dan universitas, dan jika ada surat yang di sampaikan oleh universitas yang mengatakan saya bukan sebagai siswa, saya siap,” tegas nya.

“Dan bagi yang memberi isu itu sudah biasa, saya tidak akan melapor balik jika yang membuat isu tersebut. Saya kuliah 2009, dan selesai 2013, saya kuliah di medan, selama 5 tahun saya menjalankan aktivitas perkuliahan dengan sistem, saya mengambil jurusan teknik mesin, dan hampir setiap hari saya memprakteknya di rumah, dengan dinas diluar maka saya menyempatkan diri melakukan perkuliahan. Urusan dikti adalah urusan universitas dan bukan urusan mahasiswa, saya sebagai siswa hanya mengikuti perkuliahan yang di selengarakan oleh universitas,” tandasnya. (JP-Yah)

Recommended For You