counter easy hitOleh-oleh dan Barang Kiriman dari Luar Negeri, Wajib Tahu Aturan Baru ini ! - JambiPos.id

Oleh-oleh dan Barang Kiriman dari Luar Negeri, Wajib Tahu Aturan Baru ini !

Jambipos-“Rumput tetangga lebih hijau” adalah peribahasa yang tampaknya cocok untuk dipakai bagi Anda yang suka jalan-jalan ke luar negeri. Walaupun negeri sendiri belum lengkap anda nikmati keindahannya. Sama halnya dengan kesukaan anda dalam membeli produk atau barang luar negeri dibanding barang lokal atau buatan Indonesia.

Padahal belum tentu barang yang anda beli merupakan produk luar negeri, karena gengsi yang besar bahwa anda telah membeli barang dari luar negeri, jangan-jangan itu adalah barang made in Indonesia. Mungkin banyak yang beranggapan barang dari luar negeri lebih murah harganya tapi tampaknya anda perlu waspada dalam bahan dan proses pembuatan barang tersebut serta aturan dalam membawa ataupun mengirim ke dalam wilayah Indonesia.

Oleh-oleh dari Luar Negeri

Jika anda berpergian keluar negeri dan anda membawa barang mewah atau bernilai besar dalam jumlah banyak, pastikan anda melaporkan kepada pejabat bea cukai yang berjaga di terminal Keberangkatan Internasional Bandar Udara tempat Anda akan berpergian ke luar negeri. Sehingga ketika kembali ke Indonesia, anda dapat membuktikan barang tersebut merupakan barang pribadi anda adalah barang dari dalam negeri yang merupakan barang bawaan saat anda berpergian ke luar negeri.

Nah, bagi anda yang akan melakukan penerbangan, jangan lupa mengecek semua ketentuan baik di negara tujuan maupun ketika kembali ke Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 203/PMK.04/2017 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut. Pemerintah Indonesia membebaskan barang bawaan penumpang:

  • US$ 500/orang
  • 200 batang sigaret atau rokok
  • 25 batang cerutu
  • 100 gram tembakau iris/produk tembakau lainnya, serta
  • 1 liter minuman mengandung etil alkohol.

Baiknya setiap penumpang wajib mengetahui aturan ini, karena dalam kasus di lapangan banyak sekali penumpang yang protes akan ketidaktahuan peraturan yang ada. Padahal dalam aturan hukum itu tidak ada istilah atas ketidaktahuan hukum.

Semua orang dianggap tahu pada saat hukum itu diundangkan. Namun sebagai pelayan publik yang baik, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai akan memberikan toleransi kepada masyrakat sebagai pembelajaran bagi mereka, pastinya dengan profiling penumpang terlebih dahulu dengan melihat passport atau riwayat penerbangan penumpang. Ada beberapa kasus yang sering dijumpai dilapangan.

Pertama, pembawaan barang kena cukai yang melebihi batas, atas kelebihan tersebut akan dilakukan pemusnahan yang dapat dilakukan oleh penumpang sendiri atau oleh pejabat beacukai yang disaksikan langsung oleh penumpang.

Kedua pembawaan oleh-oleh melebihi kewajaran. Barang bawaan penumpang yang dibebaskan dari bea masuk dan pajak dalam rangka impor sebesar US$ 500/orang. Jika anda menerima jasa titipan dari teman anda untuk membeli barang dari luar negeri, jelas ini bukan merupakan barang pribadi, barang dari jasa titipan tersebut akan dikategorikan sebagai barang dagangan dan tidak mendapat fasilitas pembebasan bea masuk.

Sehingga atas barang tersebut akan dihitung bea masuk dan pajak dalam rangka impor. Dan jangan lupa untuk mempersipakan invoice pembelian atau nilai barang anda.

Ketiga, pembawaan barang yang dikenai aturan Larangan dan Pembatasan. Barang yang dikenai aturan Lartas adalah barang yang dilarang dan/atau dibatasi impor atau ekspornya. Lartas diterbitkan oleh Instansi Teknis Terkait, yakni Kementerian atau lembaga pemerintah non kementerian tingkat pusat, yang menetapkan peraturan Lartas atas impor atau ekspor dan menyampaikan peraturan tersebut kepada Menteri Keuangan.

Barang Kiriman dari Luar Negeri

Barang Kiriman adalah barang yang dikirim oleh pengirim tertentu di luar negeri kepada penerima tertentu di dalam negeri melalui penyelengara pos dan barang yang dikirim mealui prosedur barang kiriman haruslah dalam kondisi baru (brand new) dan tidak boleh bekas. Barang yang kita beli di marketplace online yang pengirimannya dari luar negeri termasuk dalam kategori ini.

Peraturan Menteri Keungan nomor 199/PMK.010/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai dan Pajak Atas Impor Barang Kiriman. Merupakan aturan baru yang sudah berlaku per 30 Januari 2020. Peraturan barang penumpang termasuk aturan yang sering sekali di rubah atau diganti.

Sudah tercatat beberapa kali Indonesia menetapkan pembebasan barang kiriman dari luar negeri ini, mulai dari tarif per kilogram, pembebasan US$100, pembebasan US$75 dan yang terakhir adalah US$3. Hal yang melatar belakangi adanya perubahan aturan ini di antaranya adalah upaya untuk mencipkan level playing field, memberikan perlakuan perpajakan yang adil serta melindungi Industri Kecil Menengah bangsa Indonesia.

Membeli oleh-oleh dari luar negeri atau melakukan jasa titipan memang tidak dilarang. Belanja barang luar negeri juga tidak dilarang. Akan tetapi ada baiknya kita lebih mencintai produk dari negeri kita sendiri bukan. Kalau bukan kita yang memakai produk kita sendiri, lalu siapa dan bagaimana nasip indusri kita sendiri?

Patuhilah aturan barang bawaan dari luar negeri dan barang kirimandari luar negeri yang ditetapkan pemerintah.(JP-Penulis Adalah Mahasiswa DIII Akuntansi Alih Program, Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara)  

Recommended For You