counter easy hit Wartawan Kerinci dan Kota Sungaipenuh Mengutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis Bungo - JambiPos.id

Wartawan Kerinci dan Kota Sungaipenuh Mengutuk Kekerasan Terhadap Jurnalis Bungo

JambiPos. id, Sungaipenuh – Beberapa Wartawan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci mengutuk keras insiden Kekerasan terhadap dua orang Wartawan oleh pelangsir minyak di SPBU 23.372.13 yang berada di jalan Lingkar, Dusun (Desa) Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo yang berujung Damai.

Frant Yosep yang biasa dipanggil Cecep (40) Salah seorang Wartawan Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci angkat bicara. Ia mengungkapkan meskipun perdamaian tersebut telah disepakati kedua belah pihak, namun wartawan  bekerja pada perusahaan, mempunyai persatuan organisasi wartawan serta ada Dewan Pers.mempunyai payung hukum yang jelas dan kuat yaitu Undang-undang Pers.

Menurutnya,” meskipun telah berdamai secara individu wartawan tersebut, namun dari individu tersebut menyandang profesi jurnalistik dan norma norma yang harus di indahkan di seluruh Indonesia bahkan dunia jangan sampai mengangkangi birokrasi dan Undang undang yang telah disebutkan tadi ” ungkap Cecep

Jadi ” Apapun motif perdamaian yang berujung pencabutan laporan di Polres Bungo tersebut, Saya mengutuk keras karena insiden ini membawa nama Wartawan atau insan Pers ” tutur cecep menegaskan

” insiden ini bukan hanya merupakan tindakan kriminal murni yang bisa dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Namun juga telah mengangkangi Undang undang Republik Indonesia Nomor 40 Tentang Pers” tambahnya.

“Ini bukan merupakan delik biasa, karena menyangkut Profesi Jurnalistik yang telah dituangkan dalam Undang undang Nomor 40 Tentang Pers BAB VIII, Pasal 18 yaitu:  1. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 , ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus Juta Rupiah” terangnya.

Dari Undang undang diatas sudah sangat jelas bahwa semua telah diatur oleh Undang undang Pers yang mempunyai Ketentuan Pidana dan mempunyai kekuatan Hukum yang jelas. yang tidak  bisa dicabut berkasnya atau SP3 nya begitu saja.

“Kapolres Muaro Bungo harus mempertanggung jawabkan karena telah mengambil keputusan untuk memfasilitasi perdamaian ini,” ungkapnya.

“Jika kepolisian mengambil kebijakan dengan menerapkan keadilan restoratif justice berdasarkan perkapolri nomor 6 tahun 2019, Sudah jelas telah menyalahi aturan yang ada karena ada pihak yang menolak dengan dihentikan perkara ini dan menimbulkan gejolak diantara insan Pers diseluruh Indonesia” imbuhnya lagi

“Saya mewakili Wartawan Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh khususnya, Indonesia pada umumnya, mengutuk keras tindak kekerasan terhadap Wartawan di Muara Bungo berujung Perdamaian, Buat Kapolres Kabupaten bungo agar mengindahkan peringatan ini, jika pihak kepolisian salah mengambil keputusan maka akan berakibat fatal nantinya, saya hanya mengingatkan,” pungkasnya. (JP-CR01)

 

Recommended For You